-->

Ads

Iklan

Dikomplain, Dirut PDAM Tirta Prabujaya Bantah Pencatatan Meteran Asal-Asalan

06 Januari 2022, 6.1.22 WIB Last Updated 2022-01-06T13:00:34Z


POSMETRO, PRABUMULIH - Tak terima pembayaran pemakaian air dari PDAM Tirta Prabujaya Prabumulih yang membengkak, salah satu pelanggannya pun menuliskan komplain secara terbuka di grup media sosial facebook.


melalui akun facebook miliknya bernama Sumiati Winarni, pelanggan PDAM ini mengungkapkan kegalauannya sesaat seuasi membayarkan tagihan PDAM di Kantor PDAM Kota Praumulih. Ia mengaku pembayarannya bulan ini membengkak dan tercatat telah menggunakan air PDAM sebanyak 100 kubik. Padahal menurut dia ia hanya pelanggan biasa bukan pelanggan Industri.


"Beda sekali bayar listrik ( PLN ) dan AIR ( PDAM )......

kalau bayar PLN ....angka nya gak jauh beda dari bulan2  kemaren...seperti biasa kita bayar....

tapi kalo bayar AIR ( PDAM ) angka uang nya gak bisa ditebak sama seperti kita bayar pada bulan2 sebelum nya.......

bayar AIR ( PDAM) untuk perumahan...sama seperti bayar untuk di pakai  INDUSTRI.......( Pabrik )

masak iya PERUMAHAN  pake air mencapai hampir 100 kubik ?

ketika kita protes ...semua karyawan PDAM....seperti lepas tanggung jawab...

dan yg lebih lucu...lagi jawaban mereka :

- itu bukan bagian...saya...Bu

- mungkin meteran air ibu bocor ( padahal tiap malam kami kontrol)

- tukang catat meteran nya....asal2 an 

Berdebat di PDAM ...seperti tidak ada ujung nya.......( Tetap kita yg kalah)

karena kita yg BUTUH.........

# SERBA SALAH#

# HARI INI SAYA BAYAR  PEMAKAIAN HAMPIR 100 KUBIK untuk pemakaian 1 bulan #

# AKAL SEHAT SAYA....gak bisa mikir #

# WALAU BISA DI CICIL #

# apa ada OKNOM di PDAM Prabumulih ???? #

# awas ....pak/Bu ketika KALIAN  membodohi masyarakat maka itu DOSA nya  berjama'ah " tulis akun Sumiati Winarni sebagaimana di sadur dari Facebook miliknya yang tersebar di media sosial.


Sumiati wanarni mengutarakan rasa keberatannya seolah pihak PDAM tidak membedakan pembayaran perumahan dengan pembayaran rumah industri. Tidak seperti bayar listrik ( PLN) yang nominal pembayaran setiap bulannya rata-rata sama dan tak banyak perubahan.



" Kalau listrik pembayaran perbulan itu nominalnya tidak jauh berbeda, tapi kalau bayar air PDAM, angka uangnya gk bisa di tebak sama seperti kita bayar pada bulan-bulan sebelumnya. Masa iya bayar air PDAM untuk perumahan sama seperti bayar untuk di pakai industri (Pabrik), masak iya prumahan  pakek air mencapai 100 kubik", tulis sumiati minarni melaui akun medianya pada Jumat (06/01/2022).


Cuitan Sumiati di Grup Facebook Berita Prabumulih sekitarnya itu ternyata banyak dibenarkan oleh pengguna Facebook lainnya. Sebagaimana yang terpantau dalam postingan tersebut, akun Fera Melalui kolom komentar tampak membenarkan " bener itu mbak, kok bisa bayar PDAM bisa melonjak drastis sampek 4 juta padahal jarang di pakai, mereka biasa tebak-tebak harga saja tidak ada yang catat selama beberapa tahun, biarpun bisa di angsur tiap bulan tapi sakit bayarnya, "ungkap akun Fera dan di benarkan oleh beberapa akun lain di kolom komentar pada postingan Sumiati Minarni.


Menanggapi hal tersebut Direktur PDAM Tirta Prabujaya, Ari Fajar C Ardana ST , mengatakan  telah memanggil staff yang terkait untuk secepatnya mencari penyelesaian perihal keluhan pelanggan PDAM yang telah beredar di media sosial (Medsos) tersebut.


"Hari ini staff bagian Humas yang berwenang menanggapi komplain pelangan sudah kita panggil untuk kita telusuri dimana titik permasalahan hingga bisa ada keluhan seperti ini, " terang Ari Fajar ketika di bincangi awak media dikantornya.



Ari Fajar juga mengatakan jika pihaknya sudah mencari pelanggan Dengan nama Sumiati melalui sistem, sesuai dengan keterangan yang di tulisnya pada postingan.


" Diakan tulis, tiap malam kami kontrol, jadi  pencariannya kami awali dari sana. Karena  jadwal air yang mengalir pada malam hari semua tertera disistem kami, dan nama tersebut tidak ada," lanjut Ari Fajar seraya menjelaskan harga air perkubik untuk setiap kelompok pelanggan maupun beban pembayaran telah diatur secara  baku sesuai dengan aturan yang berlaku.


"Jumlah beban dan harga perkubik tidak sama, itu semua disesuaikan berdasarkan kelompok pelanggan yang telah diatur. Jadi, PDAM menghitung jumlah pembayaran melalui harga resmi. Dan itu sudah di jelaskan dalam kontrak yang telah di tandatangani pelanggan pada saat pemasangan instalasi air ketika mulai mendaftarkan diri sebagai pelanggan PDAM Tirta Prabujaya," terangnya membantah tuduhan perihal tidak  adanya perbedaan pembayaran PDAM untuk konsumsi perumahan dengan industri.


" Kepada yang bersangkutan silahkan datang lagi, agar staff saya bisa langsung mengecek ke lokasi. Karena sampai saat ini kami belum tahu pelanggan ini di mana lokasinya," tukasnya sembari mengatakan kedepan PDAM Tirta Prabujaya akan membuat call center yang langsung bisa dihubungi pelanggan ketika ada permasalahan terkait gangguan maupun komplain lainnya yang berhubungan dengan PDAM

Komentar

Tampilkan

Terkini