-->

Ads

Iklan

Serba-Serbi Peresmian Edagi dan BudiKampret di GIB

24 Desember 2021, 24.12.21 WIB Last Updated 2021-12-24T05:14:56Z


POSMETRO, PRABUMULIH - Suara sirine si Ular Besi rangkayan panjang pengangkut batu bara mengerang panjang mengiringi acara pengguntingan pita sebagai tanda Edagi dan Budikampret di taman Eduagroekologi GIB resmi disahkan. 


Senada sukacita warga sekitar serta tamu undangan, kucing manis berbulu ke emasan di sudut pondok dekat bendungan spot foto bertuliskan "EduAgroekoloGI" juga tampak bahagia mengawasi ikan-ikan yang meliuk-liuk di kolam bekas paretan saluran pembuangan air. 



Sementara di arah selatan taman edagi, beberapa pelaku usaha UMKM Kelurahan GIB telah bersiap-siap menerima rezeki nomplok hari ini dari Walikota Ridho Yahya. "Yang itu agak kesinike beb" pinta Yati ke rekannya untuk memindahkan penganan kue basah ke atas tumpukan kue lainnya dengan tujuan agar bisa terlihat jelas oleh Walikota saat melintasi meja dagangannya yang sederhana itu.


"Yang ini biasanya Pak Wali suka beb. Sebab kemarin pas di Majasari UMKM Expo saya lihat Pak Wali borong kue ini" ujar Yati menunjukkan kue kering dari bahan adonan tepung terigu itu. Begitu Yati masih cemas kalau-kalau pak Wali urung mengunjungi dagangannya sebab seusai menggunting pita Walikota Ridho Yahya langsung menuju arah matahari terbit melihat-lihat kolam bekas paret yang katanya jadi budidaya ikan dalam paret (Budikampret). 


Kemudian berjalan menuju spot foto tempat si kucing berbulu keemasan tadi mengawasi ikan di kolam, untuk melakukan foto bersama tokoh penting di Undangan peresmian seperti perwakilan PT.Samtan Gas, Kepala-kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.



Dintara tamu undangan juga terlihat owner Danau Shuji yang terkenal itu yakni Bob Permana. Bob mengaku bangga terhadap Lurah GIB yang mampu menyulap paretan menjadi kawasan wisata. Sama seperti dirinya yang menyulap sungai tak bermura menjadi danau yang kini menjadi salah satu destinasi kebanggaan di Indonesia karna telah berhasil meraih predikat destinasi wisata baru terbaik di Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2021.



Tak lama dari berfoto bareng tamu undangan, Walikota Ridho Yahya kembali mengitari kolam melewati jembatan-jembatan kecil sebagai penghubung kolam lain ke kolam lainnya di taman tersebut. Jembatan itu di cat warna warni yang menggambarkan kondisi hati sang penggagas taman Edagi yang penuh warna dan lika liku pertempuran dan perjuangan hidup Lurah GIB (ngomong apa sih)


Sejurus kemudian, salah seorang staff pemerintahan di Pemkot prabumulih berlari kecil menyodorkan mangkok kecil berisi makanan ikan ke Walikota untuk di taburkan ke kolam guna memastikan bahwa ikan di Kolam bekas paret itu dapat bertahan hidup. Benar saja, begitu butiran-butiran kecil bernama pelet ikan itu ditaburkan ke kolam, ikan-ikan yang tadinya bersantai di sudut pondok tengah kolam langsung merangsek berebut makanan yang ditaburkan.


"Beb, beb. Siap-siap beb" pinta Yati pedagang kuliner di arah selatan Edagi ke rekannya seraya merapikan jilbabnya berwarna biru tua itu untuk bersiap-siap menyambut Walikota membeli dagangannya. Untuk kedua kalinya Yati masih was-was sebab Walikota tidak langsung menuju dagangannya.



Pak Wali dan rombongan justru mengarah ke Barat menyambangi dagangan petani sayur mayur dan buah hasil kebun disana. Yati manjadi tampak sedikit murung sebab dagangan sayur mayur disana langsung ludes seketika diborong oleh Walikota dan membagi-bagikannya ke tamu dan undangan serta wartawan yang meliput kegiatannya hari itu. "Ini no, kalu nak nyayur kangkung di rumah Wo" kata Ridho Yahya menyodorkan kangkung segar ke ketua PWI Kota Prabumulih Mulwadi.



"Sabar beb, santai bae. Agek sudah dari sana pasti Pak Wali ke sini" kata Ema menenangkan Yati yang sempat murung takut kalau Walikota tak membeli dagangannya. "Siapkanlah beb, Bapak caknyo nak kesini" pinta Ema lagi.



Yati merasa cemas sebab sekonyong-konyong baru kali ini iya menggelar dagangan made in sendiri. Andai nanti tak diborong Pak Wali, ke siapa ia mengadu sementara hari sudah menjelang petang. Kalau tenaga mungkin masih dapat dimaklumi tapi modalnya siapa yang bakal menutupi. "Di sedekahkan buat tetangga atau pengunjung Edagi walau sedikit rugi tapi menjadi berkah di akherat nanti jadi pilihan kan nanti sang Illahi bisa ganti yang lebih lagi"Doa Yati dalam hati yang diamini pelan oleh penulis berharap dapat bungkusan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Edagi. "Hmmm berharap nian Mamang itu jualan Ayuk itu dak laku hari ini" timpal Lurah GIB membatin melirik ke arah penulis.


Akhir yang ditunggu pun tiba. Harapan Yati akan dagangannya diborong oleh Walikota terwujud. "Jualan apo ini buk" ujar Walikota Prabumulih dua periode itu membuka percakapan. Dengan senyum sumringah Yati pun menjelaskan secara rinci produk UMKM makanan made in diri sendiri miliknya itu ke orang nomor satu di Kota Nanas itu.



"Ini bikinnya dari hati lho Pak. Bahannya macam-macam. Kuenya dari bahan tepung beras, tepung sagu, gula pasir ditambah sedikit garem" ujar Yati melempar senyum. Sementara Tamu undangan di kiri kanan Pak Walikota sebagian sibuk mencicipi kue bikinan Yati sebagai bahan tester. "Enak ini, berapoan ini sikok yuk" ujar King Senop wartawan Sumatera News. "Ati-ati Yuk mamang itu nak di pasati nian. Gek makan limo bayarnyo tigo" cecar Taufik Sini News. "Masih lemak makan limo bayar tigo. Cak kawan aku kemaren la makan limo dak bayar nak mintak susuk pulo" ujar Lurah GIB berkelakar.



"Sudah itunglah galo-galo jualannyo berapo galonyo, kami nak kesano pulok" pinta Walikota Ridho Yahya. Senyum Yatik pun melebar membalas jempol jari Lurah GIB Yang samar-samar dari belakang Walikota menjulang mengarah ke Yatik pertanda Pak Lurah juga turut bahagia melihat dagangan Yati ludes diborong Walikota.


Ditempat lain, para kuli tinta tampak bersiap-siap dengan Gawai masing masing untuk melakukan wawancara seputar peresmian Taman Edagi hari itu. "Lebih bagus lagi kalu seandainyo Live Music ini biso selamonyo disini. Pasti Edagi rami terus. Ado dak Yok " kata Fauzan wartawan Vijar Online kepada Riok Wartawan Monopoli Sumsel saat mendengar lantunan lagu Slow Rock Malaysia berjudul "Buih Jadi Permadani" yang dibawakan Grup Band Pokemon rekanan Pak Lurah sebagai Band pengiring sekaligus penghibur di Acara Persemian hari itu.


"Sape nak mayoe Zan" ketus Erpan wartawan Potret Sumsel yang belakangan ini tidak pernah lagi menulis berita tentang Proyek di Kota Prabumulih. Dulu, Epan Ce (begitu panggilannya) tak lengkap rasanya hari tanpa menulis berita proyek. Tapi belakangan ini media Potret Sumsel miliknya tampak sesikit lebih elegan dan sejuk karna dipenuhi berita-berita Rilis SMSI. 



"Pedio euy" sambar Walikota yang ternyata sudah ada di hadapan mereka memecah percakapan. "Nak wawancara dikit Pak Wali tentang Taman Edagi bagaimana pandangan Pak Wali seusai meresmikan Edagi barusan" kata Riok menjawab sapaan Walikota.




Di arah Trophi Proklim yang sengaja di pajang oleh Lurah GIB di taman Edagi terlihat empat orang pria sedang berbincang serius tentang kedatangan tokoh penting di Sumsel ke Taman Edagi pagi tadi namun luput dari pantauan awak media.


Ke empatnya adalah penulis, Supriadi wartawan Sriwijaya News, Mulwadi wartawan Berita-one dan Fauzan. "Iyo tadi pagi Amaliah Sobli wartawan, eh Wartawan, Anggota DPD RI katonyo kesini" ujar penulis sedikit berbisik ke Supriadi yang kami biasanya panggil dengan sebutan aji. Tujuannya agar secepat mungkin beliau bisa segera berangkat Haji. Aminn.


"Ai lapang kau. Ngapo dak ngabari" ketusnya sedikit menyesalkan. "Iyo aku jugo dak tau. Karna setahu aku kedatangan beliau jugo dak direncanakan. Taunyo beliau (Amaliah-red) ado disini pagi tadi dari pak Lurah jugo Pas ketemu di Pondok Dogan jalan Taman Murni" kata penulis ke Aji Adit.



"Tau dak kamu maksud kedatangan Amalia kesini" timpal Fauzan memecah percakapan penulis dan Supriadi. Kabarnya kunjungan Amaliah kesini adalah kunjungan Politik. Mereka agek nak berpasangan di Pilkada Prabumulih 2024. Ini Pak Lurah kan kabarnyo survey elektabilitasnyo sedang naik daun. Kabarnyo cak itu, papar Fauzan menebar gosip. 




Fauzan yang sok tau itu tiba-tiba lihai dalam dunia politik dengan penekanan gaya bahasa seolah tujuan kedatangan Amaliah secara tersebunyi itu benar berbau politik. Jika di ibaratkan, dia seperti seorang presenter yang membawa pesan presentasi yang testruktur, slide presentasi cukup bagus, menarik, mempesona dan seksi untuk ditindaklanjuti lebih dalam. 


Gaya penyusunan pesan gosipnya juga bertahap dan merupakan bentuk komunikasi verbal. Hanya saja teknik penyampaian Isu yang dipelajarinya dari Posmetro lebih banyak berkaitan dengan komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal terdiri dari 2 komponen, yaitu bahasa tubuh dan intonasi suara.


Yang termasuk bahasa tubuh saat ia menjelaskan kedatangan Amalia tidak terencana adalah cara berdiri, pergerakan badan, kontak mata, ekspresi wajah, dan gesture Fauzan yang khas seolah membenarkan bahwa info yang didapatnya benar. Sementara, intonasi suaranya kurang dia kuasai sehingga Gosip berpasangan Amaliah Sobli dengan Joko Arif Trianto pada Pilkada Prabumulih 2024 menjadi abu-abu antara benar dan hanya sekedar isu semata.



Lain halnya saat ia membahas Musda DPD KNPI Kota Prabumulih dan mendesak untuk segera digelar. Ia menggosipkan Andreyanto (Aray) maju dan siap menjadi Kandidat Ketua KNPI Prabumulih hingga akhirnya menjadi konsumsi publik dan tampil di berbagai laman media online terbitan lokal. 


"Makmano bang menurut kamu. Perlu idak kito wawancara Pak Lurah soal kunjungan Amaliah tadi" tanya Ozan (begitu ia dipanggil). Secara Bang, tujuan Politik pada akhirnya pasti bermuara pada kekuasaan. Dan tidak ada yang tidak mungkin jika kedepan elektabiltas keduanya terus membaik secara sendirinya partai akan merapat, bebernya lagi. 



Penulis yang mendengar ulasan Fauzan tiba-tiba melongok. Sekonyong-konyong Fauzan lihay dalam membahas Politik dan sedikit curiga jangan-jangan Ozan nyo kesurupan hantu banyu Edagi kok tiba-tiba pintar hari ini. Atau masih lapang kemarin abis ngikuti acara Reses DPRD Prabumulih. Bersambung.......

Komentar

Tampilkan

Terkini