-->

Ads

Iklan

Senator Amaliah Sobli Apresiasi Taman Edagi GIB

23 Desember 2021, 23.12.21 WIB Last Updated 2021-12-23T15:10:50Z


POSMETRO, PRABUMULIH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj.Amaliah Sobli mengaku terkagum-kagum saat menginjakkan kaki di taman Eduagroekologi (EDAGI) Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB) Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, pagi tadi Kamis (23/12/2021). 


Rimbunnya batang bambu yang menjorok ke kolam bekas kali dekat bendungan zaman belanda dulu itu kini tak ubahnya bak taman Katsura - Rikyu Kyoto di Jepang. Taman itu buah karya musisi kota Prabumulih di Tahun 2000-an sekaligus pemilik Distro Busana bermerk ternama di Jalan Pandean Mangga Besar Kota Prabumulih. 


Pagi tadi, Se Kelurahan GIB memang disibukkan dengan Agenda persiapan Peresmian Taman tersebut. Saking sibuknya, Pak Lurah si penggagas Taman Edagi sampai-sampai lupa mengenakan seragam kehormatannya datang ke Edagi. Dia tampak mengenakan pakayan biasa agak sedikit lusuh dan sepatu boat. Mungkin karna habis mempersiapkan acara peresmian dan penyambutan Walikota siang nanti.


"Dari jam 6 pagi tadi sudah disini bang buat rencana persiapan peresmian siang nanti. Ini sampai gak pakai seragam kantor saking sibuknya. Sebab kita tak mau acara itu ada kekurangan sedikitpun dan paling tidak walau acara kecil-kecilan sebisa mungkin harus maksimal" ujar Joko Arif Lurah GIB saat disambangi Posmetro. 


Ditengah persiapan peresmian, taman Edagi tiba-tiba mendapat kunjungan kehormatan dari Senator RI Senayan Jakarta, Amaliah Sobli.  Anggota DPD RI itu sengaja menyempatkan diri mendatangai Taman Edagi yang sedang naik Daun di dunia nyata maupun dunia maya. 


Soal taman yang indah dipandang mata tentu cukup banyak di Indonesia. Hanya saja kreatifitas dan tujuan pembuatan taman Edagi menurut Amaliah sangat berbeda dari taman yang pernah ia kunjungi. "Edagi menurut saya unik. Tentu untuk membuat ini menarik butuh kerja keras dan kreatifitas yang tinggi. Keaabaran dan kekompakan tim menjadi satu hal yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan Edagi bisa seperti saat ini" ujar Amaliah.


Dari hasil bincang-bincangnya dengan Lurah Gunung Ibul kata Amaliah, Taman Edagi dulunya hanya paret yang kumuh yang sedikit angker dengan tumbuhan batang bambu yang tak beraturan kemudian di sulap menjadi taman yang indah lalu dinamai Eduagroekologi yang berarti Edukasi dan Lingkungan yang Sehat. 


"Penamaan tamannya cukup bagus mencerminkan banyak hal mendasar tentang pentingnya pemanfaatan lingkungan dan sumberdaya yang terkandung di dalamnya. Ini patut dicontoh oleh semua tanpa terkecuali untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Kemudian yang tidak kalah menarik, taman ini juga kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal dan luar, masyarakat lokal hingga pelajar. Terimakasih kepada Pak Lurah GIB yang telah mampu memotivasi orang banyak untuk lebih peduli terhadap lingkungan" pungkasnya.


Ditengah-tengah kunjungannya ke Taman Edagi GIB Prabumulih, Amaliah juga menyempatkan diri menyapa Konsituennya di Kelurahan GIB sekaligus memberi souvenir kepada warga disana. 

Komentar

Tampilkan

Terkini