Iklan

Terlibat Narkoba dan Pencurian, Dua Anggota Polres Prabumulih Dipecat

08 September 2021, Rabu, September 08, 2021 WIB Last Updated 2021-09-08T10:12:13Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH – Dua personel Kepolisian Resor (Polres) Prabumulih dipecat. Keduanya diberi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dan Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas).

Kapolres Prabumulih AKBP, Siswandi dalam pemaparannya, kedua personel yang diberhentikan adalah Bripka AH dan Bripda Res. Mereka dipecat karena terlibat penyalahgunaan narkoba dan Curas.

"Peristiwa ini benar-benar sangat memprihatinkan, hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya yang bersangkutan menyadari dan memahami hakikat insan Bhayangkara," ujarnya, Rabu (08/09/2021)


Upacara PTDH terhadap kedua oknum personel tersebut dilakukan secara in absentia. Kapolres mengatakan, pemecatan itu telah melalui proses yang panjang dengan berbagai pertimbangan. Dia pun mengingatkan agar personel Polri yang lain bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

"Sebagai warga negara yang berdarma bakti kepada negara dan masyarakat, setiap insan polisi harusnya menjamin ketenteraman dengan penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas," tegasnya


Perwira menengah (Pamen) dengan dua melati di Pundaknya itu berharap pemecatan terhadap dua oknum tersebut dapat menjadi pelajaran bagi anggota lainnya agar tidak melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun. "Apalagi terlibat narkoba. Polri tidak akan mentolelir setiap anggota yang terjerumus pidana barang haram baik sebagai pengguna terlebih jadi pengedar" paparnya.

Untuk itu ia mengingatkan anggotanya agar menghindari sejauh mungkin yang bernama narkoba jika tidak mengalami nasib yang sama dengan kedua oknum anggotanya yang sebentar lagi akan menerima PTDH. 

Dalam kesempatan tersebut Kapolres mengungkapkan bahwa selama dirinya menjadi Kapolres Prabumulih belum ditemukan satupun personel melakukan pelanggaran berat. “Begitu, jika masih ada, sudah kita ingatkan jelas menjadi resiko sendiri. Sebagai pimpinan, kita akan menjalankan proses hukum sesuai aturan dan ketentuan,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini