Iklan

Insentif Nakes Disunat, Ridho Yahya Berang

20 September 2021, Senin, September 20, 2021 WIB Last Updated 2021-11-22T02:33:13Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH – Belum usai kasus pencairan Insentif Tenaga Kerja Daerah (Innakesda) yang yang lamban dibayarkan oleh pemerintah Kota Prabumulih hingga menjadi perhatian Mendagri Tito Karnavian, kini beredar info bahwa Insentif Tenaga Kesehatan di Kota Prabumulih mengalami pemotongan.


Informasi pemotongan intensif beredar dari salah satu Puskesmas di Kota Prabumulih. Para tenaga kesehatan itupun mengaku keberatan sebab insentif yang diterima tidak penuh sebagaimana mestinya. Transferan Instensif yang langsung diterima melalui rekening bank tersebut diakui oleh Nakes diduga disunat oleh oknum tidak bertanggungjawab di Instansi di atasnya.


Mengetahui dugaan adanya penyunatan insentif tenaga kesehatan, Walikota Prabumulih Ir, H. Ridho Yahya pun berang. Dikonformasi dugaan adanya pemotongan insentif yang dilakukan Dinas terkait, Ridho Yahya meminta Inspektorat secara langsung menyelidikinya. “Dana cair sudah terlambat, ada potongan pula. Tidak bener ini, kasihan para nakes. Kita panggil Kadinkes, guna klarifikasinya terkait potongan tersebut. Ini jelas memalukan,” ujar Ridho Yahya, Kemarin.


Aku orang nomor satu di Kota Nanas ini, sangat berterima kasih atas informasi kepadanya. Dan, ia menegaskan, agar para nakes merasa Inakesda dipotong silakan laporkan kepadanya. “Identitas pelapor, kita jamin dirahasiakan dan akan menindaklanjutinya. Pemotongan itu ilegal, dan tidak boleh dilakukan,” terang suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.


Dia menegaskan, jika nanti benar dugaan tersebut. Akunya, oknum tersebut akan dilakukan pemindahan atau mutasi. Sebagai bentuk sanksi tegas darinya. “Saya tahu namanya, tidak lama saya langsung mutasi. Tidak lebih 2 x 24 jam. Perbuatan pemotongan Inakesda sangat membahayakan dan melanggar aturan,” paparnya.


Menurut ayah tiga anak ini, sudah menjadi tugasnya memberikan sanksi tegas oknum tersebut. Karena, sudah berani melakukan pemotongan Inaskeda tersebut. “Itu tidak boleh dilakukan, sekarang ini Tim Inspektorat telah kita minta untuk menyelidiki kebenaran tersebut. Semoga dalam waktu dekat, ada hasilnya,” tegasnya. 

Komentar

Tampilkan

Terkini