News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pedagang Manisan : Yang Jadikan Ridho Yahya Walikota Warga Prabumulih Bukan Indomaret.

Pedagang Manisan : Yang Jadikan Ridho Yahya Walikota Warga Prabumulih Bukan Indomaret.


POSMETRO, PRABUMULIH - Maraknya gerai indomaret dan Alfamart di kawasan pemukiman penduduk maupun disekitar pedagang grosir (Manisan) di Kota Prabumulih mulai dikeluhkan oleh pedagang Manisan (pedagang kecil-red). Kehadiran Toko Modern minimarket tersebut menjadi ancaman serius di kalangan pedagang kecil yang kelak mampu merubuhkan usaha perdagangan kecil menengah milik warga.  


Pasalnya, warga mulai terbiasa berbelanja di jaringan waralaba milik Taipan tersebut dan perlahan tapi pasti, pedagang kecil mulai terpinggirkan hingga terancam gulung tikar.


Dominasi minimarket terhadap toko tradisional telah menjadikan usaha dagang manisan mengalami kesulitan mendapatkan akses ekonomi akibat praktek monopoli dan permainan kotor para kaum kapitalis yang mendapat dukungan penuh Walikota Prabumulih dengan mencabut Peraturan Daerah tentang penetapan jarak dan batasan pendirian gerai Indo Maret di Kota Tercinta. 


"Lama-lama bisa mati warga kecil ini pak jika Pemerintah tak mampu membendung maraknya pertumbuhan Indomaret dan Alfamart di Kota Prabumulih. Omset kami jelas berkurang. Kampung-kampung sudah diserbu oleh Indomaret. Warga dan tetangga yang biasa belanja di kita sudah beralih ke Indomaret sekarang ini" ujar Siti (53) pedagang Manisan di Kawasan Jalan Kartini Kota Prabumulih.


Ia mengaku kurang memahami soal adanya peraturan daerah yang telah dicabut menyangkut regulasi pendirian Indomaret dan kroninya di Kota Prabumulih. 


"Jujur saya ini kurang faham soal Perda atau regulasi. Cuman yang saya tahu, yang menjadikan Ridho Yahya itu Walikota adalah warga Prabumulih bukan Indomaret. Jadi tolong Pak Walikota pikirkan nasib warga kamu pedagang kecil ini. Kami juga inging makan pak Wali" pintanya memelas.

Pertarungan sengit yang terjadi antara pasar modern dan pasar tradisional merupakan fenomena yang tidak asing lagi di Kota Prabumulih. Masyarakat kecil berjibaku mencari rezeki menggelar dagangan di tempat kotor dan kumuh di pasar tradisional sementara Pemerintah dan DPRD main cabut Perda seenak jidat tanpa memikirkan Nasib Rakyat. 


Tidak ada tindakan cepat untuk memproteksi semaksimal mungkin "terkaman" pasar modern terhadap pasar tradisional yang semakin terhimpit dan mencekik para pelaku usaha kecil. Yang menonjol justru Pemerintah berpihak dengan kaum kapitalis dengan tawaran kemudahan perizinan pendirian usaha waralaba. 


Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya yang dikonfirmasi seputar maraknya gerai Indomaret dan Alfamart di Kota Prabumulih mengakui keberadaan Minimarket di Prabumulih yang berstatus Kota sudah tepat karena perda pengaturan jarak penempatan Indomaret sudah dicabut. 


Pencabutan tersebut kata Ridho Yahya juga telah melalui kajian karena kriteria pedagang tradisional sudah tidak ada lagi di Prabumulih. "Kriteria Pedagang tradisional itu ialah pedagang asam, garam dan Calok (terasi). Nah di Prabu ini dari ujung ke ujung hanya ada 5 (lima). Sehingga ada upaya Pemerintah memudahkan perizinan guna meningkatkan PAD disampaing gaya belanja masyarakat yang sudah mulai berubah" ujarnya.


Kemudian kata dia, dengan dicabutnya Perda pengaturan jarak Indomaret dan Alfamart akan menimbulkan persaingan harga yang bermuara pada penurunan harga jual dan berdampak baik pada tingkat dan nilai beli masyarakat. Yang kedua lanjut Ridho, barang yang dijual di Indomaret tidak sama dengan yang dijual pedagang tradisional.


"Justru saya sangat mendukung Indomaret dan Alfamart itu jaraknya rapat yang menuntut persaingan harga dan berujung pada kemudahan warga berbelanja. Kemudian juga keberadaan Indomaret dan Alfamart yang pasti menguntungkan Masyarakat dan Pemerintah dalam peningkatan Pendapatan Daerah" ujarnya.


Di tempat terpisah, Pengamat Ekonomi kerakyatan Kota Prabumulih Burhanuddin SE mengaku pencabutan Perda pengaturan pasar Modern Waralaba telah menciderai pedagang kecil yang berada di sekitarnya. Pendapatan pedagang manisan yang berada di sekitar Indomaret, secara langsung akan menurun drastis dan berdampak pada jatuhnya korban kemiskinan. 


Apalagi kata dia, Indomaret tahun ini berencana terus membangun sekitar ratusan unit gerai baru di seluruh Indonesia di mana sekitar 300-360 gerai menggunakan format waralaba. Tahun lalu saja jumlah gerai Indomaret di seluruh Indonesia sudah mencapai 4.110 gerai

yang terdiri dari 2.374 berformat reguler dan 1.783 gerai berformat waralaba. Sementara pedagang kecil hanya bisa melihat daftar orang terkaya di Indonesia ialah pemilik Indomaret tanpa pernah menikmati sedikit saja kekayaan yang didapatkan. 


"Penilaian Pemerintah yang menyebut barang yang dijual di Minimarket berbeda dengan pedagang manisan justru salah besar. Justru keberatan pedagang kecil di Prabumulih terhadap indomaret karena barang yang dijual disana tak ubahnya seperti di gerai grosir dan pedagang Manisan" ujarnya. 


Dengan kondisi ini lanjut dia, pihak pemerintah seharusnya bertanggung jawab terhadap permasalahan persaingan usaha, yaitu memberikan perlindungan kepada pedagang kecil agar mereka dapat tetap hidup dalam menjalankan usaha dagang mereka. 


Selain itu Pemerintah Kota Prabumulih diharapkan memiliki kepedulian tinggi terhadap pedagang kecil dengan membatasi gerai indomaret yang berimbas pada banyaknya usaha dagang yang gulung tikar. Menyelesaikan permasalahan persaingan usaha dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya mengawasi pelaksanaan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat


"Sebab keberadaan pasar modern atau minimarket di tengah-tengah masyarakat, telah tertuang dalam Perpres No 112 Tahun 2007 dan Permendagri No 53 Tahun 2008 tentang Pasar Tradisional dan Modern. Jika memungkinkan Pemerintah sebaiknya mengembalikan Perda tentang Pengaturan Teknis berdirinya pasar tradisional dan pasar modern menyangkut jarak antara pasar tradisional dan pasar modern, sehingga tidak mengganggu persaingan usaha jika tidak ingin menyaksikan kebangkrutan warga dibawah tekanan Kapitalis. *Jun Manurung



Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011