News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Mark Up Anggaran Desa, Dewan Segera Panggil Aparat Desa Sejangko II

Diduga Mark Up Anggaran Desa, Dewan Segera Panggil Aparat Desa Sejangko II


POSMETRO, OI - Kasus dugaan mark up anggaran pembangunan WC dan jalan di Desa Sejangko II Ogan Ilir mendapat perhatian dari DPRD Ogan Ilir. Perilaku dugaan Mark up tersebut dinilai bagian dari tindak pidana korupsi yang bisa merugikan keuangan Negara. Komisi I DPRD OI pun bersiap melakukan pemanggilan terhadap pihak perangkat desa selaku pengguna anggaran. 

Sekretaris Komisi l DPRD Ogan Ilir M. Ikbal mengaku akan menindaklanjuti dugaan Mark up pembangunan Jalan dan sarana Prasarana Umum seperti WC di Desa tersebut sehingga kedepan perencanaan dapat lebih ditingkatkan.


Saat dihubungi melalui telepon selulernya, M. Ikbal yang mengaku masih di luar daerah itu menjelasakan bahwa informasi adanya dugaan Mark up proyek tersebut telah sampai ke pihaknya. " Ia, Saya sudah baca ada berita media online. Tapi tidak masalah, usai Dinas Luar kita akan panggil semua pihak terkait yang terlibat dalam proyek" ujarnya. 


Di tempat teelisah, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa Dinas PMD Ogan Ilir, Taupik saat ditemui di ruang kerjanya mengaku,  belum bisa memberikan keterangan lebih jauh dengan alasan dirinya baru menjabat dan belum memahami benar dari semua permasalahan proyek Desa di lapangan.


" Sebelumnya saya minta maaf. Sehubungan saya masih baru menjabat belum bisa memberikan statmen terkait masalah dilapangan.  Belum tahu banyak mengenai hal semacam ini, Saya belum berani memberikan komentar banyak baik dari segi Pembangunan Fisik dan anggarannya, apalagi RAB dan kewenangan Pemdesnya,yang berkaitan dengan  bangunan ini, saya kurang begitu paham" ujarnya.


Sementara itu, Camat Rantau Panjang ketika dikonfirmasi terkait dugaan Mark up proyek Desa Sejangko II mengaku akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait termasuk Kades Sejangko II. Meski baru mengetahui infor Masi dugaan, Camat mengaku berterimakasih atas kepedulian masyarakat yang turut mengawasi jalannya pembangunan.

Begitu informasi dugaan Mark Up proyek mulai disoroti warga langsung saja ada pihak yang mencoba menutupi tindak pidana Korupsi tersebut. Guna melemahkan para masyarakat yang mencoba mengawasi jalannya pembangunan tanpa korupsi, seseorang kerabat dekat Kades mencoba berupaya dengAn berbagai cara untuk menutupi kasus Mark up agar jangan sampai ke permukaan.

"Saya mendengar ada berita proyek ini dari warga di media online saat datang hajatan keluarga di desa itu. Sepulang dari situ saya langsung menelpon anda (media) adapun Maksud dan Tujuan saya menelpon, tidak lain hanya untuk menengahi masalah ini. Itupun kalau kalian mau ditengahi. Kalau tidak mau, tidak apa-apa silahkan saja. Yang penting masalah ini jangan sampai adanya Rasa penyesalan. Saya takut, kalian akan saling menyesali satu sama lain” ujarnya sembari memutuskan percakapan. 

Tidak dapat dipungkiri, berbagai upaya bakal terus dilakukan pelaku tindak kejahatan untuk memuluskan rencana demi meraup untung besar dari kegiatan pembangunan melalui proyek yang bersumber dari Negara meski yang jadi korban adalah rakyat. 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir mengaku siap menurunkan tima sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi dari penyelenggaran pembangunan di tingkat desa. 

Kajari Ogan iIir Marten Thandi SH MH, saat dikonfirmasi di via Wa mengaku akan menindaklanjuti kasus dugaan Mark up proyek pembangunan jalan dan pembangunan di desa Sejango II Kecamatan Rantau Panjang.  "Terimakasih atas informasinya,  dan mungkin saya akan segera melakukan dan memerintah kan Kasi Intel untuk menindaklanjuti laporan ini dan akan segera memanggil Kepala Desa untuk dimintai keterangan" pungkasnya. 

Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011