Iklan

dr Rissa : Vaksin Dibutuhkan Untuk Melindungi Orang yang Disayangi

03 Februari 2021, Rabu, Februari 03, 2021 WIB Last Updated 2021-02-02T19:47:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH - Dokter Rissa sosok tokoh Millenial yang juga seorang Dokter di Kota Prabumulih mengungkapkan jika Vaksin sangat dibutuhkan untuk melindungi orang-orang di sekeliling kita yang kita sayangi. Artinya, dengan kita divaksin setidaknya telah turut serta melindungi orang-orang yang kita cintai di tengah keluarga.


"Mengapa kami para tenaga kesehatan yang menjadi priorotas penerima suntikan vaksin? Jawabnya karena kami para tenaga kesehatan sangat rentan terpapar Covid-19. Bersentuhan dengan pasien itu terkadang tidak hanya mampu terjangkit dengan virus Covid-19 akan tetapi penyakit menular lainnya juga sangat rentan terpapar terhadap tenaga kesehatan. Nah.. dengan divaksin, setidaknya imun tubuh tenaga medis akan meningkat sebanyak 65 persen yang mampu menangkal virus masuk kedalam tubuh" ujar Rissa saat menjawab pertanyaan awak media dalam acara Ngobrol pintar (Ngopi) baren dokter Rissa di Container Cafe siang tadi, Selasa (02/02/2021).


Intinya, lanjut mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan dokter spesialis kandungan itu, akan lebih berbahaya lagi ketika masyarakat tidak mau divaksin. "Tidak divaksin sama halnya membahayakan orang lain yang kita sayangi. Kemudian dalam kesempatan yang sangat berharga ini kami para tenaga medis berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut divaksin. Kami sendiri telah divaksin dan hingga saat ini dalam keadaan baik. Bahkan di beberapa daerah sudah tidak terhitung jumlahnya yang telah menjalani vaksin kedua, malah kabarnya imunnya semakin meningkat dan ini fakta" imbuhnya.



Saat dicecar pertanyaan soal tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk divaksin, Anak Sulung Ir. Ridho Yahya MM ini dengan santun mengungkapkan bahwa setiap masyarakat harus berlaku adil. "Berlakulah yang adil, ketika yang lain divaksinasi, kita pun harus demikian. Saat kita tidak divaksin, berarti kita tidak fair pada semua pihak, karena telah memberi kesempatan bagi pandemi terus bertumbuh. Tidak mau divaksin sebetulnya sama dengan tidak peduli pada kebaikan bersama, benar tidak kak?" ungkapnya disambut jawaban benar oleh audiens yang hadir dalam kesempatan tersebut. 


Menyangkut mengapa Indonesia memilih sinovac buatan China ketimbang Pfizer atau yang lainnya, Gadis bernama lengkap Muarni Emasrissa Latifah ini menyebut dasar pemilihan vaksin COVID-19 harus memenuhi beberapa faktor seperti memenuhi unsur aman, efektif, dan mutu. Hal inilah yang menjadi penentu pemerintah memilih vaksin Sinovac.


"Adapun dasar pemilihan vaksin COVID-19 harus memenuhi beberapa faktor, seperti vaksin yang terpilih harus memiliki unsur keamanan khasiat dan mutu yang terjamin oleh lembaga yang berwenang. Selain itu, harus dapat dibuktikan dari serangkaian pengujian yang dimulai dari pengujian praklinis, uji klinis tahap satu, dua dan tiga. Hal ini telah terpenuhi dari oleh Sinovac. Meski kategori mutu sedikit lebih rendah dari vaksin lain, namun tingkat risiko infeksi dan lainnya juga sangat rendah sehingga pemilihan sinovac untuk Indonesia sangat tepat dan telah diuji klinis" pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini