-->

Iklan

Begini Praktek Korupsi Dana Hibah Pusat di Pali

junmanurung
08/09/20, 19:17 WIB Last Updated 2020-09-08T12:17:42Z
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PALI - Pengerjaan proyek pembangunan dinding pengaman sungai yang dikerjakan PT Ratri Sempana menjadi sorotan warga Bumi serepat serasan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) belakangan ini. Pasalnya, proyek yang bernilai sekitar Rp12,4 miliar dari dana hibah pemerintah pusat melalui BPBD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini tiba-tiba roboh tanpa sebab yang jelas.


"Perasaan ini musim kemarau. Belum lah tebelum la rubuh Proyek ini. Man nilai kontraknyo dak salah-salah. 12 Miliar. Kadang dak masuk akal, proyek bernilai wah, perencanaan Nol Besar. Dimana SDM Dinas terkait kok pekerjaan asal-asalan cak ini. Wajarlah rubuh asal main tanam bae" ujar Hasan menyesalkan Proyek yang bersumber dari Dana Pusat itu terkesan dikerjakan asal jadi.


Proyek yang terkesan asal jadi yang berlokasi di bibir sungai lematang, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI ini memaksa warga bergerak meminta Dinas terkait untuk dilakukan pencabutan dan meninjau ulang kontrak kerja rekanan. "Jika dibiarkan maka dipastikan Proyek ini sarat dengan kepentingan. Kami tak rela uang rakyat di Korupsi untuk kepentingan sesat tanpa manfaat" imbuhnya.


Untuk itu, warga setempat meminta pemerintah daerah Kabupaten PALI memastikan, pengerjaan tersebut sudah benar adanya, sehingga uang rakyat yang digunakan demi kepentingan proyek tersebut tidak mubazir dan tidak memberikan mamfaat bagi warga sekitar.


Hal senada juga disampaikan Mat Nuris (48), salah satu warga setempat. Pria berkulit sawo matang itu  meminta, beton penahan dinding sungai untuk dilakukan pencabutan, karena mengancam keselamatan warga yang berada disekitarnya. Pasalnya, dimusim kemarau seperti sekarang ini, banyak warga yang memanfaatkan sungai untuk keperluan sehari hari. Seperti mandi, mencuci atau mencari ikan dialiran sungai lematang. "Disamping itu, kami juga takut bibir sungai longsor. Untuk itu kami meminta beton yang nyaris roboh itu digeser dan dirapihkan kembali," katanya, Senin (7/9).


Pengamat ekonomi dan kebijakan Publik Sumsel Pohan Maulana yang dikonfirmasi Posmetro menyangkut Proyek yang terkesan asal jadi di Kabupaten Pali ini sangat menyayangkan dugaan Praktek Korupsi di Pali terbiarkan tanpa ada tindakan. Sehingga pihaknya berharap aparat penegak hukum bisa langsung turun ke lapangan.


"Ia seharusnya bisa langsung turun ke lapangan menyaksikan dugaan-dugaan praktek korupsi melalui mega proyek terlebih yang bersumber dari APBN. Sayang kalau ini lolos begitu saja tanpa adanya aksi nyata dari aparat Penegak Hukum. Sebab ini sudah ada bukti permulaan" ujarnya.


Soal proyek masih dalam tahap pengerjaan Kata Pohan, ketika diawal proyek sudah tidak beres maka lebih baik dihentikan daripada menguras anggaran tanpa kejelasan yang berujung pada kerugian keuangan Negara.


"Benar, proyek masih dalam proses pengerjaan. Cuma APH lebih fahamlah soal itu. Takut nantinya lebih banyak mudaratnya daripada manfaat dari proyek tersebut. Yang dirugikan kan rakyat juga sementara pelaku korupsi bebas tanpa batas. Maksud kita APH diawal bisa melakukan actions untuk meminimalisir kerugian keuangan Negara" imbuhnya.


Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten PALI Junaidi Anuar SE mengatakan, bahwa amblasnya pada titik proyek pembangunan dinding pengaman sungai karena struktur tanah yang labil, sehingga membuat dinding penahan sungai roboh.


"Diketahui bahwa proyek ini berasal dari hibah BNPB melalui APBD PALI. Panjang pekerjaan ini 297 meter. Namun, pada titik yang alami kendala itu, struktur tanah labil dan saat pekerjaan penancapan dinding penahan bergeser," terangnya.


Atas kejadian itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim ahli dan pelaksana untuk memperbaikinya. "Sebelum pembangunan telah kita survei dan lakukan analisa, namun mungkin pada titik tersebut dibawahnya ada aliran sungai. Titik itu bakal diperbaiki karena saat ini masih proses pekerjaan. Tiang beton yang telah ditancapkan bakal dicabut dan geser," tambahnya.


SedangkaPlt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten PALI Ahmad Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya sebagai tim teknis sudah melakukan pengecekan kelapangan dan akan menkaji lagi kontur tanah di lokasi tersebut.



"Kita akan melakukan penanganan khusus pasca amblasnya tanah di lokasi proyek ini, yang membuat dinding penahan roboh. Jadi alat berat untuk memasangkan dinding beton dengan beban sekitar 40 ton memnyebabkan tanah jadi amblas," katanya.


Terpisah, Pelaksana Lapangan PT Ratri Sempana Oong mengatakan, bahwa pihaknya akan mengkaji ulang titik yang amblas. "Melihat secara kasat mata memang kontur tanah labil dan perlu di kaji ulang. Kita akan cabut tiang yang telah tertancap dan akan kita rapikan," jelasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->