-->

Iklan

Hanya ada di Pali, Pipa Bocor Ditampal Pakai Karung Plastik Bekas

junmanurung
10/08/20, 20:19 WIB Last Updated 2020-08-11T08:22:58Z
masukkan script iklan disini

POSMETRO, PALI - Harapan baru dengan diambil alihnya kepemilikan PDAM Tirta Pali sangat dinanti-natikan oleh masyarakat. Setidaknya kesulitan air bersih selama ini tidak lagi menjadi momok menakutkan disaat musim kemarau menerpa bumi serepat serasan.


Terlebih penganggaran untuk operasional PDAM Tirta Pali diketahui sangat besar dan dinilai mampu menanggulangi atau melayani sambungan baru saluran air bersih rumah tangga. 

Seiring waktu berjalan, harapan baru yang didambakan oleh masyarakat ibarat pepatah "jauh api dari panggang" dengan kata lain kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Justru sebaliknya, jangankan layanan penyambungan baru, perawatan jalur Boster Intake (pipa induk)  saja masih kelabakan dan sangat memprihatinkan.

Seperti hasil penelusuran POSMETRO.CO.ID di lapangan baru-baru ini. Ditemukan banyak pipa saluran induk PDAM Tirta Pali yang tidak terawat dan bahkan terkesan dibiarkan meski kebocoran pipa sangat meresahkan masyarakat.
Tekanan air yang bersumber dari dari bocoran pipa di Desa Persiapan Jerambah Besi mengenai salah satu rumah warga. Rumah tersebut adalah milik Ujang. Belakangan ia mulai menyesalkan pipa bocor lantaran pihak bersangkutan lamban dalam penanganan pipa. Disisi lain, rumah dan pekarangan milik ujang nyaris banjir akibat tekanan air yang bersumber dari pipa bocor mengarah ke kediamannya.

"Kemarin itu sudah kita sampaikan ke pihak terkait. Namun hingga beberapa hari belum ada tanggapan hingga rumah dan pekarangan tergenang air. Dengan ini kami sangat berharap kepada PD Tirta Pali segera melakukan perbaikan, kasihan kami warga kecil ini" harap Ujang.

Menanggapi keluhan warga, Junaidi ST sebagai kepala bidang (kabid) bangunan dan lingkungan Dinas Perkim yang diharapkan dapat memberi solusi atas permasalahan warga tidak sedikitpun memberikan tanggapan.

Dihubungi melalui telepon selulernya terdengar nada tidak aktif. Begitu juga saat dihubungi melalui oesan singkat Whats App (WA), Junaidi tidak membalas meski dalam kolom pembicaran WA terlihat centang dua dan sudah terbaca.

Beberapa  bulan yang lalu diketahui PDAM Tirta PALI Anugrah telah berdiri sendiri bersempena pelepasan dan penyerahan aset  dari Muara Enim ke Pemkab Pali.

Sejalan hal tersebut pembenahan administrasi dan regulasi perusahaan daerah terus digenjot demi memenuhi  kebutuhan pelanggannya. Salah satunya yakni dengan melakukan penambahan beberapa boster intake di beberpa titik yang dianggap  strategis. Untuk memuluskan rencana tersebut, suntikan dana dari APBD pun digelontorkan dengan harapan masyarakat tidak lagi mengeluhkan air bersih saat musim kemarau tiba.

Namun lagi lagi sangat disayangkan, persoalan dilapangan begitu karut marut. Buktinya, salah satu boster intake yang terletak disimpang  raja juga menuai permasalahan sengketa lahan.  Status kepemilikan tanah yang sudah dilakukan ganti rugi itu ternyata tumpang tindih kepemilikan dan disinyalir sarat kepentingan. Hingga saat ini proses hukum atas kasus kepemilikan lahan ganda itu pun masih simpang siur.

Lebih parahnya lagi, di beberapa media belum lama ini pihak terkait memastikan bahwa per 1 Agustus 2020 pendisteibusian air ke pelanggan akan terpwnuhi mengingat jalur pipa dan boster intake telah terbangun. Nyatanya, dilapangan proyek PDAM Pali banyak menui masalah. Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan proyek puluhan miliar dari APBD tersebut tak kunjung selesai serta masih ada beberapa titik pasangan pipa belum dikerjakan sama sekali.

Sementara beberapa pipa diantaranya banyak yang mengalami kebocoran. Seperti pada gambar diatas, upaya penanggulangan pipa bocor oleh pihak terkait sangat di luar dugaan. Penambalan pipa bocor terkesan asal jadi dan hanya menggunakan karung plastik bekas. Pertanyaannya, Dimana dana perawatan pipa ratusan juta rupiah?

PDAM Tirta Pali anugrah Purwadi yang dikonfirmasi membenarkan adanya kebocoran pipa di beberapa titik. Menurutnya pihaknya telah berkoordinasi kepada Dinas Perkim untuk menanggulangi kebocoran tersebut.

"Benar memang ada kebocoran  pipa, tetapi kami sudah kordinasi  kepada kepala bidang dinas perkim dan dalam waktu dekat akan dilakukan  perbaikan dan membangun tembok penahan air oleh pihak pemborongnya nanti" ujar Purwadi tanpa menyebut penambalan pipa bocor menggunakan karung plastik bekas. (db)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->