-->

Iklan

Embung Desa Kayuara Yang Dijanjikan IPA Hanya Mimpi

10/08/20, 22:44 WIB Last Updated 2020-08-11T08:21:02Z
masukkan script iklan disini

POSMETRO, OI - Impian masyarakat Desa Kayuara Kecamatan Rambang Kuang Ogan Ilir (OI) akan segera memiliki Embung Desa yang mampu menjadi solusi dimusim kemarau mengairi lahan pertanian tampaknya hanya sebatas mimpi. Pasalnya, sejak dijanjikan oleh Bupati OI, Ilyas Panji Alam (IPA) akan segera dibangun beberapa tahun silam, namun hingga menjelang pemilihan Bupati lagi, janji tersebut belum terealisasi.

Proyek pembangunan infrastruktur air (Embung) di desa Kayuara rencananya diperuntukkan mengairi area persawahan yang warga miliki. Pasalnya, pertanian adalah bidang utama yang menghidupi desa tersebut. Sehingga pembangunan embung mampu menjawab persoalan sebagian besar keluhan warga desa terkhusus petani. 

"Pembangunan embung desa sangat kami harapkan untuk menjawab ketersedian air di saat kemarau maupun hujan untuk mengairi sawah pertanian warga. Beberapa tahun silam tepatnya desa ini sudah dikunjungi oleh Bupati IPA dan berjanji akan membangun Embung sebagai langkah prepentif pemerintah mendukung swasembada pangan. Namun nyatanya Nol besar" ujar Edi Harpanto (47) warga Desa Kayuara.

Disi lain Saat ini banyak sekali keluhan keluhan masyarakat Oi yang tertuju pada IPA. Salah satunya keluhan  di Desa Kayuara Kecamatan Rambang Kuang.

Warga Desa saat disambangi Posmetro mengaku bahwa Bupati IPA pernah berjanji pada salah satu acara bertajuk Sambang Desa pada beberapa tahun yg lalu. Saat itu IPA berjanji di muka umum akan membantu warga kayuara untuk membangun kolam Embung yang berlokasi di belakang kantor desa kayuara.

"Saat itu pak Bupati IPA berjanji akan membangun Embung. "Besok alat langsung kito antar," Kata Edi menirukan kalimat ucapan IPA saat itu.

Hal senada juga diungkapkan Sultan (42). Pria asli Kayuara itu saat dibincangi membenarkan kejadian tersebut. "Memang IPA saat itu berjanji ingin membuatkan kolam embung, tapi sampai hari ini janji tersebut tak kunjung nyata" paparnya.

Dikatakan, dulu sempat masuk ke desa satu alat berat, akan tetapi operator dan yang membawa alat ke desa meminta dana bahan bakar kepada masyarakat. "Jelaslah masyarakat tidak setuju karena tidak sesuai dengan janji IPA. Karna setahu kita orang awam ini, seluruh proyek baik berupa bantuan Bupati itu keseluruhan ditanggung oleh pemberi bukan malah memberatkan warga dengan biaya tambahan bahan bakar" pungkasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

-->