-->

Iklan

Wabup Banyuasin Tabur Benih Padi di Kecamatan Rantau.

junmanurung
09/07/20, 12:01 WIB Last Updated 2020-07-09T05:01:57Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, BANYUASIN - Pemerintah Kabupaten Banyuasin selalu mencari inovasi terbaru baru dalam mengelola lahan pertanian.

Salah satunya dengan mencanangkan optimalisasi lahan kosong, yang tidak produktif.

Dimana akan menjadi lahan yang produktif di setiap wilayah, yang ada di setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Banyuasin.

Hal ini dilakukan untuk menambah produksi beras Banyuasin, yang saat ini sebagai Produsen beras Terbesar Nomor 4 di Indonesia.

Yaitu dengan total produksi 519.684 ton/tahun, berdasarkan data dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Sebagai pilot proyek, Pemkab Banyuasin melalui Dinas Pertanian bekerja sama dengan Sahabat Tani di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur, akan menggarap lahan tidur atau lahan tidak produktif seluas 1055 Hektar untuk dijadikan areal persawahan.

Tabur benih padi sebagai percontohan di Kecamatan Rantau Bayur ada 14 desa lagi yang sedang diusulkan, untuk mendapatkan program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan petani).

Dan sebagai tabur beni perdana dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin Slamet, di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur, Rabu (8/7/2020).

Wabup Slamet berharap, padi yang telah ditanam bisa besar.Dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat sesuai dengan tujuan salah program Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera yaitu Petani Bangkit.

“Saat ini Banyuasin Produsen beras terbesar nomor 4 di Indonesia. Dengan adanya Inovasi-Inovasi desa ini kami harap Peringkat Banyuasin bisa naik Nomor 3, Nomor 2, Bahkan No.1”, harapnya.

Sementara itu itu Kepala Dinas Pertanian Zainuddin menuturkan, teknik yang dipakai di desa Sejagung ini Adalah TABELA (tabur benih langsung).

“Semoga dengan adanya teknik ini bisa mengatasi permasalahan banjir di Rantau Bayur. Karena letak areal persawahan yang bersisian dengan sungai,” ucapnya.

Dijelaskan Zainudin, Kabupaten Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar. Sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar.

Yang terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton.

Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan. Dimana, 4 kecamatan potensial untuk dikembangkan, yaitu Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan.

” Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020,” katanya.

“Sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional,” ujar mantan camat Air Saleh ini.

Pemkab Banyuasin juga terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4.

Lalu,penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan extensifikasi lahan produktif, perluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.

Kemudian menyediakan saran panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertical Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.Tegasnya. (JM/JH) 
Komentar

Tampilkan

Terkini

-->