-->

Iklan

Seorang Ayah di Pali Tega Renggut Keperawanan Putrinya

07/06/20, 00:17 WIB Last Updated 2020-06-06T17:17:52Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PALI - Seorang Ayah di Talang Ubi Kabupaten Pali berinisial RS (34) tega memperkosa anak gadisnya sendiri bernama Mawar 17 Tahun (Nama disamarkan-red). Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban didampingi Ibunya melaporkan perbuatan bejat tersebut ke Polres Pali. Tak lama berselang, pelaku pun berhasil ditangkap dan digelandang ke Mapolsek Talang Ubi untuk di proses hukum.

Kisah perbuatan tidak senonoh itu bermula di kebun karet milik pelaku. Pelaku merasa tak kuat melihat masa pertumbuhan anak gadisnya yang begitu pesat yang terkadang terlintas dipikiran hal-hal yang negatif terlebih sang anak yang sudah mulai beranjak dewasa yakni 17 tahun.

Entah setan apa yang merasuk dipikirannya, suatu hari pelaku dengan sengaja membukakan celana didepan Mawar. Parahnya lagi pelaku tanpa malu memamerkan alat vitalnya dihadapan Mawar yang tidak lain adalah darah dagingnya sendiri. Gilanya lagi, pelaku dengan kondisi berat ujung (BU) itu menyodorkan kemaluannya dan meminta Mawar untuk memegangnya.

Sadar diperlakukan tidak wajar, Mawar menolak dan memilih untuk pergi menjauh dari ayahnya yang sudah kerasukan setan itu.

Begitu, sang ayah tidak bermoral ini masih saja penasaran dengan kejadian kemarin dan berusaha ingin mencicipi kemolekan tubuh Mawar. Hingga pada suatu hari, otak mesum pelaku berputar bagaimana caranya untuk dapat menggagahi Mawar tanpa diketahui oleh orang lain.

Ayam berkokok menandakan pagi telah tiba. Pelaku yang masih berat ujung itu lantas membangunkan mawar seraya memintanya untuk ikut ke kebun pagi itu membantunya menyadap karet. Mawar yang tidak curiga menurut saja ajakan ayahnya.

Setelah berberes-beres untuk keperluan menyadap karet, keduanya pun berangkat ke kebun. Tiba di kebun, seperti biasa pelaku masih melakukan penyadapan karet hingga beberapa batang. Namun birahinya semakin memuncak tatkala melihat mawar sedang menunduk menyadap karet.

Sontak pelaku langsung mendekati Mawar. Untuk melakukan aksi bejatnya, pelaku mencoba dengan cara halus dengan membuka pembicaraan dengan putri kandungnya itu. Awalnya berjalan biasa hingga diujung cerita, pelaku mencoba bertanya tentang hal sensitif kepada bunga yakni menanyakan kondisi bunga masih perawan atau tidak.

Tanpa curiga mawar menjawab biasa saja dengan jawaban apa adanya yakni masih perawan. Entah mengapa jawaban Mawar justeru semakin membuat pelaku tak tahan diri. Dasar otak mesum, pelaku lantas meminta untuk mengetes keperawanan Mawar di kebun karet yang sunyi sepi tersebut.

Merasa ada yang aneh, Mawar berontak dan mencoba berlari. Sayang, tangan pelaku lebih gesit menahan Mawar dan langsung menjatuhkannya ke tanah selanjutnya menindih mawar di Kebun karet tersebut. Pelaku pun dengan leluasa menggagahi mawar dan merenggut kesucian anak gadisnya itu di tengah kebun. Selesai melakukan perbuatan tak senonoh itu, pelaku bukan malah menyesal justru mengulangi perbuatanya untuk kedua kali di tempat yang sama.

Seiring waktu berjalan, keanehan mulai terjadi pada tubuh mawar dan membuat Ibunya merasa curiga melihat perubahan pada putrinya itu. Penasaran, Ibunya mendatangi mawar dan mencoba menginterogasi apa yang sedang terjadi pada buah hatinya kok tiba-tiba berubah dari biasanya.

Serasa disambar petir, Ibunya nyaris pingsan mendengar kejujuran anak gadisnya itu bahwa kehormatannya telah direnggut oleh ayah kandungnya sendiri. Saat itu juga Mawar didampingi ibunya langsung mendatangi Polsek Talang Ubi untuk mengadukan tindak pidana pemerkosaan yang dialaminya pada 17/04/2020 silam.

Berdasarkan pengaduan korban, pelaku lantas ditangkap dan digiring ke Polsek Talang Ubi untuk mepertanggungjawabkan perbuatnnya itu.

Kapolres Pali AKBP Yudhi Suhariyadi SIK membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku tindak pidana pemerkosaan bernama RS (34) Warga Talang Ubi Kabupaten Pali. Saat ini, pelaku dan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian diamankan di Mapolres PALI untuk penyidikan lebih lanjut.

"Pelaku kita kenakan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan maksimal ancaman 20 tahun penjara",pungkasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->