-->

Iklan

Diakuisisi, Puluhan Karyawan Eks PT. MAS Gelar Unjuk Rasa

21/02/20, 20:07 WIB Last Updated 2020-02-21T13:07:02Z
masukkan script iklan disini

POSMETRO, GELUMBANG - Puluhan karyawan eks PT Mahkota Andalan Sawit (MAS) Gelumbang siang tadi, Jumat (21/02/2020) menggelar aksi unjuk rasa pasca perusahaan mereka bekerja diakuisisi oleh PT. Berlian Inti Mekar (BIM) November 2019 silam. Sejak Perusahaan diakuisisi, status seluruh karyawan eks PT. MAS hingga saat ini belum mendapat kejelasan apakah akan dipertahankan atau bakal diganti.

Bahkan pihak karyawan sangat menyesalkan proses akuisisi perusahan tidak melibatkan perwakilan karyawan atau pekerja untuk dipertemukan dengan pimpinan perusahaan baru. Setidaknya, Karyawan bisa berkoordinasi bagaimana kedepan status karyawan eks PT Mas setelah diakuisisi oleh PT. BIM. Apakah akan tetap dipertahankan masa kerja yang lama atau tidak.

"Kami menuntut status atau kejelasan hubungan kerja karyawan dengan Perusahaan. Meminta managemen untuk tetap mempertahankan masa kerja hubungan kerja karyawan eks PT Mas. Ini harapan kita dan akan terus diperjuangkan hingga tetes darah penghabisan" ujar Paiman Ketua Komisariat SBSI Gelumbang.

Diketahui, aksi unjuk rasa massa yang mengatasnamakan dirinya Serikat Buruh Sejahtera Indonesia itu mengancam jika tuntutan mereka tidak dipenuhi kegiatan mogok kerja dan unjuk rasa yang lebih besar bakan terus dilanjutkan. "Jika tuntutsn tidak terpenuhi kami akan melakukan aksi damai ke kantor DPRD Sumsel hingga ke ke Kantor Gubernur" pungkasnya.

Dari data yang dapat dihimpun posmetro.co.id, proses akuisisi pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 ton per jam itu diketahui mencapai Rp.120 miliar. Perjanjian jual beli antara PT MAS dan PT BIM itu digelar November 2019. Namun sangat disayangkan, karyawan yang merupakan aset perusahan tidak terpikirkan dalam akta jual beli tersebut sehingga mengundang kecurigaan sejumlah karyawan kalau-kalau seluruh karyawan lama tidak difungsikan lagi pasca PT.MAS kini secara resmi dikelola oleh PT.BIM. *4nil
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->