-->

Iklan

Lagi, Sungai Kelekar Tercemar Tumpahan Minyak

27/01/20, 19:30 WIB Last Updated 2020-01-27T18:12:25Z
masukkan script iklan disini
Walhi Sumsel Desak Pertamina Kembalikan Fungsi Sungai Seperti Semula

POSMETRO, PRABUMULIH - Aliran air anak sungai kelekar pagi tadi tiba-tiba berubah dari biasanya, Senin (27/01/2020). Air anak sungai Kelekar dari dari arah Kebun Duren Kelurahan Prabumulih itu tampak berwarna hitam mirip tumpahan minyak mentah dan mencemari lingkungan sekitar termasuk Sungai Kelekar dimana aliran anak sungai bermuara.

Para warga sekitar aliran sungai yang mengetahui air sungai berubah hitam tampak panik sebab tak biasanya air sungai berubah warna. Namun setelah diselidiki, benar adanya bahwa anak sungai telah tercemar tumpahan minyak mentah yang bersumber dari pipa bocor milik PT.Pertamina. Sejauh ini, tumpahan minyak memang belum mengaliri sumur warga. Namun ditakutkan jika tidak segera ditanggulangi tumpahan minyak akan mengaliri sumber air bersih milik warga sekitar di Kelurahan Sukaraja Kota Praumulih.

"Sejauh ini belum ada Mas sumur warga yang tercemar. Iya, di kawasan kita disini belum terlihat ada aliran sungai memasuki sumur warga. Namun begitu, kita belum tahu kalau di kawasan hilir sungai ada atau tidaknya tumpahan minyak dari anak sungai memasuki sumur warga" ujar Indra (43) warga sekitar.

Dikatakan, jika tumpahan minyak tidak segera ditanggulangi ditakutkan dapat membahayakan warga di daerah aliran sungai. Terlebih lanjut dia disaat musim hujan seperti sekarang ini. Bisa saja aliran air sungai meluap dan memasuki pemukiman warga.

"Bahaya mas, apalagi sekarang ini musim penghujan. Jika tidak segera ditanggulangi bisa saja mencemari sumur warga. Atau air sungai meluap dan memasuki pemukiman" ujarnya.

Disingung sejak kapan air di Anak Sungai Kelekar berubah warna, Indra menduga tumpahan minyak sudah sejak semalam mencemari aliran anak Sungai Kelekar. "Kemarin belum dan baru pagi tadi kami melihat air di anak sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan kental" 

Tumpahan minyak lanjut dia bahkan telah sampai ke Sungai Kelekar.

Menanggapi adanya pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak yang diduga berasal dari pipa Pertamina dibenarkan oleh Legal & relation Assisten Manager PT Pertamina asset 2 Tuti Dwi Patmayanti. Menurutnya, 
tumpahan minyak tersebut disebabkan pecahnya pipa 6' yang merupakan jalur dari tlj ke P3.

"Memang benar ada limbah minyak yang mengalir di parit anak sungai kelekar yang di sebabkan oleh pecahnya  pipa 6' jalur dari Tlj ke P3. Sebenarnya volume yang tumpahan tidak terlalu banyak, namun karena habis hujan dan keadaan lokasi yang rawa berumput jadi sekilas terlihat  banyak, " terang Tuti ketika disambangi di kantornya, Senin (27/01/2019).

Dikatakan, permasalahan menyangkut limbah tersebut sudah diselesaikan. Pihaknya langsung menurunkan Tim  usai mendapatkan laporan dari warga. Namun, dirinya mengakui hingga saat ini belum ada warga yang mengajukan permintaan ganti rugi terkait kebocoran pipa minyak tersebut.

"Tadi begitu mendapat laporan warga, petugas LK3 langsung turun ke lokasi untuk menanggulangi hal tersebut di bantu warga setempat dan itu sudah bisa di Tanggulangin. Namun terkait ganti rugi, kami belum menerima laporan akan hal itu," jelas Tuti lebih lanjut.

Terpisah Lurah Kelurahan Sukaraja, Salwan Pebri,SH yang di hubungi via telpon membenarkan jika ada tumpahan minyak mentah di wilayah kelurahan Sukaraja.

"Iya memang tadi pagi ada minyak mentah mengalir di anak sungai kelekar, namun sudah bisa ditanggulangi.

Namun, kami berharap pihak pertamina melakukan tindakan - tindakan sehingga hal serupa tidak terjadi lagi kedepanya," ungkap Salwan.

Salwan pun menghimbau kepada warga  apabila ada yang  dirugikan dari pencemaran limbah tersebut dapat menghubungi pihak RT RW untuk ditindak lanjuti.




Di tempat terpisah, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel menyangkan masih terulangnya kejadian pipa pertamina pecah yang berakibat pada pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak. 

"Kita sangat menyesalkan kejadian serupa kerap terjadi di wilayah eksplorasi PT. Pertamina seperti kejadian pipa pecah dan lain sebagainya yang kerap merugikan masyarakat sekitar dan juga lingkungan hidup tentunya. Dengan kejadian ini bisa disebutkan fungsi-fungsi pengawasan di Perusahan Pelat Merah tersebut tidak berjalan dengan baik" ujar Hairul Sobri Direktur Eksekutif Walhi Sumsel.

Setidaknya lanjut Hairul, jika fungsi pengawasan berjalan dengan baik, dipastikan kejadian serupa tidak akan terjadi. Fungsi pengawasan tentu sangat memahami pipa-pipa mana saja yang rawan bocor akibat keropos termakan usia. Kemudian pipa mana yang sudah selayaknya diganti dan lain sebagainya sehingga troubel dari pipa dapat diminimalisir.

"Dengan kejadian ini kita juga menghimbau Kepada pihak Pertamina selaku yang bertanggungjawab dari Pencemaran lingkungan untuk mengembalikan fungsi lingkungan seperti semula. Artinya seluruh yang berkaitan dengan pencemaran akibat tumpahan minyak menjadi tanggungjawab Pertamina. Semisal ikan-ikan atau biota sungai yang mati harus dikembalikan seperti semula" papar Hairul.

Kemudian lanjut dia, Pertamina juga harus bertanggungjawab dengan tanam tumbuh di sekitar aliran sungai tercemar berikut pemberian kompensasi terhadap warga terdampak pencemaran.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->