-->

Iklan

Bentrok di Muara Dua, Satu Orang Tewas

15/12/19, 22:28 WIB Last Updated 2019-12-16T09:49:39Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PRABUMULIH - Satu orang warga ditemukan tewas dengan luka lebam di bagian kepala akibat benda tumpul diduga usai berkelahi dini hari tadi, Minggu (15/12/2019) sekitar pukul 01.00 Wib. Korban yang belakangan diketahui bernama Yadi Efendi ditemukan terkapar dalam siring pinggir Jalan Tanggamus RT 02 RW 05 Kelurahan Muaradua, Prabumulih Timur.

Tewasnya korban terjadi diduga adanya perselisihan antar kelompok warga Kelurahan Karang Jaya dengan warga Kelurahan Muara Dua. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tak tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB tadi siang.

Belum diketahui dengan pasti siapa pelaku penganiayaan tersebut. Namun, salah seorang pihak korban telah membuat laporan ke Polres Prabumulih dengan bukti laporan nomor LP-B/252/XII/2019/Res Prabumulih, tanggal 15 Desember 2019.

Informasi yang dapat dihimpun posmetro.co.id, penyebab perkelahian dipicu adanya ketersinggungan pada kedua kelompok warga. Kelompok warga Karang Jaya yang diduga berjumlah sepuluh orang itu awalnya menghadiri acara pesta di Kelurahan Muara Dua dekat Pom Bensin.

Usai acara, rombongan tersebutpun pulang ke Karang Jaya namun tidak melalui jalan Tangga Mus. Hal itu diketahui mengingat perselisihan diduga dimulai dari depan lapangan sepakbola Muara Dua.

"Mereka (Kelompok Warga Karang Jaya-red) datang dari arah SMP. Jadi sampai di dekat lapangan ada terdengar keributan dimulai dengan adu mulut. Tak lama setelah itu, terdengar suara motor seperti mengejar lalu menghilang" ujar Santo salah seorang warga sekitar.

Tak lama setelah itu lanjut dia, ada teriakan dan diduga teejadi perkelahian.

"Kalau uji budak-budak, kelompok warga yang datang dari arah SMP ngatoi anak-anak muda yang nongkrong deket lapangan. Mungkin tersinggung rombongan tadi di kejer. Naas, motor budak yang ngejer tadi dipepet dan palaknyo dikapak oleh kelompok warga karang jaya itu. Nah setelah itu dak taunyo lah ado sikok warga terkapar di pinggir jalan deket depot" tukasnya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Adjansyah SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Jaya membenarkan adanya keributan antar warga tersebut.

Saat dikonfirmasi Minggu sore (15/12/2019) Ipda Hendra Jaya mengaku masih menyelidiki penyebab kematian korban. Termasuk dugaan pengeroyokan terhadap korban Yadi Efendi tersebut.

"Awalnya ada warga yang memberitahukan kalau malam tadi itu ada tawuran dan ada korban pecah di kepala. Mendengar itu kita langsung mendatangi lokasi dan setelah tiba di lokasi memang benar ada satu korban yang ada di dalam parit dan setelah kita mencari informasi di lapangan dapat lah satu orang lagi yang terluka yakni warga dari Muaradua mengalami luka sabetan," kata Ipda Hendra.

Kanit Reskrim juga menjelaskan, aksi pengeroyokan di Muaradua tersebut diduga dipicu perselisihan antar kelompok warga saat rombongan warga Karang Jaya melintas di kawasan jalan depan lapangan sepakbola Muaradua menggunakan sepeda motor.

Tak lama kemudian, dari pengendara motor yang melintas tersebut diduga terjadi cekcok mulut dengan warga yang sedang nongkrong-nongkrong di lokasi pinggir jalan. Saat keributan terjadi, warga sekitar lainnya berhamburan keluar rumah untuk melerai keributan tersebut hingga akhirnya keributan itu berhasil dipisahkan.

Namun, lanjut Hendra disaat keributan tersebut berhasil dihentikan, warga pun mendapati salah seorang yang terkapar bersimbah darah berada di dalam siring pinggir jalan lokasi TKP yang tak lain Yadi Efendi hingga warga pun langsung menghubungi pihak kepolisian memberitahukan korban atas kejadian tersebut.

"Untuk kasus ini pihak korban juga sudah melapor ke Polres Prabumulih dan saksi-saksi juga sedang dalam pemeriksaan oleh petugas," tukasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->