HEADLINE NEWS

Terkendala Pembebasan Lahan, Fly Over Patih Galung Urung Dibangun

POSMETRO, PALEMBANG - Sejumlah pembangunan proyek jalan dan jembatan nasional di Sumsel terpaksa mengalami penundaan. Pasalnya, lokasi atau lahan yang digunakan untuk pembangunan konstruksi proyek-proyek tersebut belum dibebaskan oleh pemerintah daerah setempat. Beberapa proyek pembangunan yang mengalami penundaan diantaranya pembangunan Fly Over Simpang Sekip, Jalan Pendekat Musi IV, Fly Over Patih Galung Prabumulih dan Jembatan di Empat Lawang.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Palembang, Kiagus Syaiful Anwar mengatakan pelaksanaan proyek yang menggunakan dana APBN tidak akan dilaksanakan apabila proses pembebasan lahan belum mencapai proses clean and clear. "Sebelum lahannya clean and clear. Artinya sampai ada bukti pembayaran kepada pemilik lahan, pembangunannya tidak akan kami laksanakan," kata Syaiful saat dibincangi, kemarin.

Proyek yang mengalami penundaan sebagian besar merupakan usulan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat. Sehingga proses pembebasan lahannya dilakukan oleh Pemda. Untuk di kota Palembang, proyek yang harusnya dilaksanakan mulai awal Oktober lalu adalah Fly Over Simpang Sekip. Lalu, Jalan Pendekat Jembatan Musi IV yang proses pembebasan lahannya masih belum selesai.

"Sampai sekarang kami belum terima bukti bayarnya. Sehingga, pelaksanaan proyeknya kami tunda," ujarnya.

Syaiful menuturkan beberapa proyek yang juga mengalami penundaan diantaranya pembangunan jembatan di Kabupaten Empat Lawang. Lalu, Fly Over Patih Galung di Kota Prabumulih. "Untuk Fly Over di Prabumulih juga masih ada masalah pembebasan lahannya," terangnya.

Dijelaskan, pelaksanaan proyek pembangunan yang menunggu pembebasan lahan selesai disebabkan pengalaman pihaknya yang harus mengembalikan sisa anggaran lantaran proyek urung dikerjakan. "Seperti proyek Jalan Pendekat Musi VI tahun lalu. Kami sudah anggarkan dana untuk pembangunan tapi harus dikembalikan karena lahannya masih bermasalah. Kami tidak ingin ini terulang lagi," bebernya.

Syaiful mengatakan meski ada beberapa proyek yang mengalami penundaan, namun ada juga proyek yang pelaksanaannya sudah bisa dimulai tahun ini. Seperti proyek pelebaran Jalan Palembang Betung dan pembangunan akses jalan Bandara Silampari di Lubuk Linggau. "Untuk pelebaran jalan Palembang Betung, pemdanya sudah melaksanakan pembebasan lahan. Dan bisa dimulai tahun ini. Sementara untuk jalan akses Bandara Silampari sejak awal sudah bisa dilaksanakan karena tidak perlu melakukan pembebasan lahan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN), Dadi Muradi mengatakan pembangunan Fly Over Simpang Sekip menelan anggaran sebesar Rp252 miliar. Proses perencanaan proyek tersebut sudah rampung dikerjakan. Baik studi kelayakan hingga Detail Engineering Design (DED). Kementerian PUPR saat ini sudah siap melaksanakan lelang pekerjaan tersebut. Hanya saja, salah satu syarat pelaksanaan lelang yakni proses pembebasan lahan sudah selesai.

"Lahannya sudah harus siap. Kesiapan itu ditunjukkan dengan bukti pembayaran kepada pemilik lahan," kata Dadi.

Lahan yang dibutuhkan untuk Fly Over Simpang Sekip, lanjut Dadi sekitar 7.400 meter persegi. Lahan tersebut diperuntukkan sebagai jalan pendekat dan kebutuhan proyek lainnya. Dijelaskannya, Fly Over Simpang Sekip nantinya bakal menjadi Fly Over terpanjang di Palembang. Dimana untuk jembatannya saja panjangnya sekitar 465 meter.

"Ditambah dengan jalan pendekat itu lebih kurang panjangnya 860 meter. Lebih panjang dari Fly Over Keramasan dan Bandara yang sebelumnya sudah dibangun," terangnya.

Pembangunan Fly Over Simpang Sekip sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, lantaran masalah keterbatasan dana dan beberapa hal lainnya, pembangunan Fly Over tersebut terus mengalami penundaan. Dadi juga menerangkan Fly Over Simpang Sekip nantinya diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Sebab, dari sejumlah rekayasa lalu lintas tetap tidak bisa mengatasi permasalahan kemacetan di wilayah tersebut.

"Sudah banyak rekayasa lalu lintas yang dilakukan. Tapi kemacetan masih saja terjadi. Jadi pembangunan Fly Over memang sudah sangat dibutuhkan," pungkasnya. 

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011