HEADLINE NEWS

Demi Karet, Taufik Berjibaku di Tengah Kobaran Api

POSMETRO, PALI - Sudah dua hari ini Taufik tak pulang ke rumah dan memilih menginap di kebun karet miliknya di Desa Semangua Talang Ubi Kabupaten Pali, Sumsel. Pilihan itu ia tempuh mengingat sumber penghasilan satu-satunya untuk menghidupi keluarga harus diselamatkan.

Taufik terus konsentrasi berjaga-jaga di kebunnya. Sebab sepekan belakangan ini, lahan kosong dan kebun kayu akasia milik Perseroan dekat kebun karet Taufik masih saja mengeluarkan asap. Ia tetap was-was meski tim karhutla sudah memadamkan api disekitar kebunnya.

"Sudah dua hari ini kita menginap di Kebun. Sebab siang hari, petugas karhutla mungkin dapat memantau titik api disini, namun tidak ada yang bisa menjamin api akan padam sampai malam hari. Bisa saja akibat tiupan angin, api kecil bekas yang dipadamkan akan berubah besar dan membakar lahan lainnya hingga menghanguskan kebun ini" ujar Taufik.

Titik api yang tak kunjung padampun tampak menghantui warga Talang Ubi akan keselamatan kebun karet yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di daerah ini. Apapun alasannya, anggota keluarga harus tetap hidup. Jangan sampai sumber pencaharian terganggu akibat kecerobohan dan kelalaian.

Seperti di beberapa tempat kebun karet di Pali belakangan ini tidak sedikit yang sudah terbakar dan tak bisa di olah lagi sebagaimana seperti biasa.

"Kalau dihitung-hitung hampir ribuan hektar lahan perkebunan maupun lahan tidur termasuk lahan perusahaan yang terbakar sepekan belakangan ini" ujar Taufik, warga Talang ubi, Senin (23/9).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa sudah beberapa hari ini dirinya dan warga lain bergantian menjaga dan mengawasi api agar tidak menyebar dan membakar kebun karet yang menjadi penghasilan mereka.

"Setiap malam pasti ada yang bermalam dikebun guna mengantisipasi api menyebrang sekatan yang kita buat untuk melindungi kebun. Jadi kalau mau memadamkan sudah sangat sulit, jadi kita menggunakan alat seadanya. Membuat sekat lahan dan menyemprot menggunakan tank semprot," katanya.

Selain itu, dirinya berharap kepada instansi pemerintah ataupun perusahaan agar dapat membantu mengawasi dan memadamkan api agar tidak meluas dan sampai kepemukiman warga.

"Kami menggantungkan hidup pada kebun karet ini, kalau kebun ini hangus terbakar darimana lagi kami ada penghasilan. Apa lagi lahan yang terbakar ini sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Kami sangat berharap ada perhatian dari pihak terkait," harapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Junaidi Anuar SE MSI menjelaskan, bahwa di PALI sendiri sepanjang September 2019 ini sudah lebih dari 37 titik hot spot yang menyebar di lima kecamatan Bumi Serepat Serasan.

"Saat ini kita masih berjuang memadamkan api di lahan GBS, dimana lahan ini merupakan lahan semi gambut dan saat juga belum mampu kita tanggulangi. Dan kita tetap terus upayakan mengurangi titik api di Kabupaten PALI," jelasnya

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011