HEADLINE NEWS

Tak Miliki Sekolah Sesuai Zonasi, Warga Prabu Sari Meradang

POSMETRO, PRABUMULIH - Warga Kelurahan Prabu Sari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih mengeluh dengan sistem Zonasi yang diterapkan Pemerintah dalam penerimaan siswa baru Tahun Ajaran (2019). Keluhan tersebut bukan tidak mendasar sebab sejauh ini belum satu pun gedung sekolah baik SMP maupun SMA pelat merah berdiri di daerah tersebut.

Dengan adanya penerapan sistem Zonasi otomatis membuat para orang tua wali murid kelimpungan mencari sekolah terdekat demi masa depan anak-anak mereka. Sebut saja Suherman (45) Warga Prabusari terpaksa membuat surat terbuka kepada Pemerintan Kota Prabumulih memalui akun media sosial Facebook miliknya.

Ia bersama warga lainnya mengaku keberatan dengan penerapan sistem zonasi pendaftaran siswa baru di Sekolah Negeri.

"Tolong Pemerintah Kota Prabumulih yang yang mempunyai wewenang terkait PSB dengan sistem Zonasi. Mengapa warga Prabu Sari ingin masuk SMP Negeri sangat susah padahal kami dalam mendaftar telah memenuhi prosedur lewat jalur zonasi. Kami ditolak dengan alasan jarak tempuh ke sekolah sangat jauh. Kalau sangat jauh tolong Pemkot Prabumulih mendirikan SMP Negeri di wilayah Prabu Sari biar jarak tempuh tidak lagi menjadi persoalan. Kasihan pak anak kami juga butuh pendidikan" tulis Suherman di akun FB miiknya.

Postingan tersebut juga telah mendapat puluhan komentar dari netizen dan mendukung surat terbuka Suherman untuk segera ditanggapi oleh Pemerintah.

Disisi lain, aturan zonasi bagi sekolah yang tengah menjadi pembicaraan ditengah masyarakat, ternyata tidak terlalu menjadi permasalahan bagi wali murid di beberapa wilayah. Sebut saja Prabu Jaya, Muara Dua, Cambai, Gunung Ibul barat, Karang Raja, Sindur, Tanjung Raman, Karang Jaya dan beberapa wilayah lainnya karena memiliki SMP Negeri terdekat.

Kendati demikian, beberapa wali murid meminta supaya Pemerintah Kota segera melengkapi sarana dan prasarana disekolah di setiap wilayahnya masing-masing. Juga bagi wilayah lainnya yang belum memiliki sekolah terdekat kiranya dalam waktu dekat dapat segera dibangunkan gedung sekolah SMP maupun SMA agar pemerataan sistem zonasi yang diterapkan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

"Kita sebagai wali murid tidak terlalu mempermasalahkan sistem zonasi karena di sini (Prabu Jaya - red) dekat dengan Sekolah Negeri, bahkan termasuk salah satu SMP Pavorit di Kota Prabumulih. Cuman kan Zonasi yang diterapkan berlaku diseluruh Indonesia. Sementara di Kota Prabumulih pada umumnya Sekolah Negeri belum banyak tersebar di beberapa wilayah" ujar Hartono (51) orang tua siswa saat ditemui portal ini di SMP N 2 Prabumulih.

Ia juga mengaku prihatin dengan keluhan Suherman yang membuat surat terbuka melalui media sosial. Secara pribadi kita juga merasakan apa yang dialami oleh Suherman dan mendukung langkahnya semoga Pemerintah Kota Prabumulih segera merespon cuitan tersebut atau setidaknya mendapat solusi demi masa depan anak bangsa.

Sebelumnya Mendikbud RI melalui Permendikbud nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dimana dalam pasal 16 berisi tentang jalur pendaftaran PPDB yaitu melalui tiga jalur pendaftaran seperti zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua atau wali.

Kepala Dinas Pendidikan  Kusron Spd, M.Si yang dihubungi seputar keluhan zonasi yang dialami oleh warga Prabu Sari mengaku bahwa untuk wilayah Prabu Sari bisa mendaftar di SMPN 3, SMP N 5 dan SMPN 2.

Ketiga SMPN tersebut menurut Kusron masih berada dalam zonasi dan dapat menjadi pilihan alternatif wilayah Prabu Sari untuk menempuh pendidikan.

"Untuk wilayah Prabu Sari bisa mendaftar di SMP N 2, SMP N 3 dan SMP N 5. Sebab ke tiga sekolah tersebut masih masuk atau berada dalam zona. Silahkan bagi warga atau siswa dapat menetukan sekolahnya dan mendaftar melalalui jalur yang ditentukan. Apabila menemukan kendala, dapat menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih" ujar Kusron menjawab Posmetro.

Menyangkut zonasi yang dikeluhkan oleh warga, Kusron mengaku bahwa sistem penerapan zonasi merupakan salah satu solusi terwujudnya pemerataan pendidikan. "Aturan Zonasi sangat tepat, sehingga kedepan tidak lagi ditemukan sekolah yang kekurangan siswa atau over kapasitas. Sehingga kedepan diharapkan sekolah memiliki daya saing yang tinggi untuk peningkatan mutu pendidikan.

Dengan ini pula pihaknya berharap wali murid dapat mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sebab tujuannya sangat baik. "Jika dilapangan ditemukan permasalahan bisa langsung menghubungi Dinas Pendidikan Kota Prabumulih" pungkasnya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011