HEADLINE NEWS

Lima Pelaku Pembunuhan Mayat di Payuputat Dijerat Hukuman Mati

POSMETRO, PRABUMULIH - Lima orang tersangka pelaku Pembunuhan Sukirman Hatta alias Sukir (27) yang ditemukan warga tewas mengenaskan dalam kondisi membusuk di kebun karet di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih berhasil di bekuk Jajaran Kepolisian Polres Prabumulih.

Adapun para pelaku adalah Opan (32) warga Gunung Kemala, Romsadi (31) Warga Gunung Kemala, Panja (39) Warga Jalan Gunung kemala Kemudian Ongki Gustiranda (29) warga Jl.Gunung Kemala serta Mayen (22) Warga Penimur. Sementara Satu tersangka lagi Poniman (30) Warga Siku Rambang Dangku (DPO) yang diduga kuat sebagai otak pembunuhan masih dalam pengejaran Polisi.

Kelima pelaku saat ini tengah diamankan di Polres Prabumulih untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP. Tito Hutauruk dalam konverensi pers pagi tadi, Rabu (12/06/2019) di Mapolres Prabumulih mengungkapkan, ke lima tersangka dikenakan sanksi pidana pasal 340 dengan ancaman hukuman mati.

Terungkapnya kasus ini kata dia, setelah petugas melakukan penyelidikan dari saksi yang merupakan isteri korban. Hasilnya, Polisi berhasil mendapatkan satu dari enam tersangka yang menjemput korban dirumahnya pada jumat malam (07/06/2019) sebelum korban di eksekusi.

Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Abdurrahman menyebutkan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari keterangan saksi. Selanjutnya Petugas melakukan penjemputan terhadap dua tersangka Panja dan Romsadi. Setelah petugas melakukan interogasi terhadap pelaku, ternyata kedua pelaku masih keluarga dekat Korban.

"Dari penjemputan tersangka Panja, terungkap motif pembunuhan bahwa korban dituduh melakukan pencurian sepeda motor. Tersangka Opan menyuruh Panja menjemput korban dari rumahnya untuk selanjutnya dibawa ke Jalan Tani Kelurahan Anak Petai dengan tujuan korban mengakui perbuatannya mencuri motor NMax" ujar Kapolres.

Ditempat tersebut lanjut Kapolres, Opan, Mayen, Ongki dan Poniman (DPO) telah menunggu korban yang dibawa Panja. Setelah itu antara korban dan para pelaku sempat beradu mulut. Topan menuduh korban telah mencuri Motor Yamaha NMax miliknya.  Dituduh maling motor, korban tidak mengaku sehingga adu mulut tidak terelakkan.

Meski tengah dalam tekanan (pelaku meletakkan parang di leher korban-red) korban bersikukuh tidak mengakui tuduhan yang dialamatkan para pelaku.

Ngotot tidak mengakui maling motor, pelaku Topan lantas menarik parang yang berada di leher korban dengan emosi yang menggunung. Leher korban terkoyak dengan luka sayatan dan mengucurkan darah segar.

Tak cukup sampai disitu, pelaku lainnya yakni Poniman (DPO) yang berada dalam keributan adu mulut langsung mengeluarkan sebilah pisau lalu menusuk perut Korban. Di tengah korban dalam keadaan sekarat, pelaku kembali menyeret korban ke semak-semak. Belum puas korban masih bernafas, pelaku Poniman kembali menghajar korban dengan cara memukul kepala korban menggunakan kayu bulat.

Tewas, korban lantas dimasukkan ke dalam karung untuk dibuang sekaligus menghilangkan barang bukti sebelum akhirnya korban ditemukan tewas membusuk di kebun karet milik warga Payuputat Minggu (09/06/2019)

Kapolres dalam gelaran Press Realasenya terakhir mengungkapkan bahwa para pelaku diancam dengan pasal 340 KUHP dengan hukuman mati dan Pasal 170 Ayat 3 J0 Pasal 55,56 ancaman human penjara pealing sedikit 12 tahun kurungan.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011