-->

Iklan

Ngaku Anggota Polsek Timur, Ari Dibekuk Buser

01/04/16, 23:50 WIB Last Updated 2016-04-01T16:50:22Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Ada ada saja ulah warga Jalan Sunda Kelapa Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih timur Kota Prabumulih bernama Ari Anggara berusia 25 tahun ini. Ia terpaksa berurusan dengan Kepolisian lantaran ulahnya yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polisi Polsek Prabumulih Timur dan melakukan pemalakan terhadap sopir angkutan truk yang melintas di jalan Kota.

Dalam menjalankan aksinya, Ari mengaku anggota Polisi dan menghentikan truk yang melintas di Jalan Sudirman. Ia memaksa sopir untuk mengeluarkan sejumnlah uang untuk jasa pengawalan. Apesnya saat itu, sopir yang berhasil dihentikannya di depan tugu patung kuda tidak mau mengabulkan permintaan pelaku dan lebih memilih menancap gas meninggalkan pelaku.

Kesal tidak di indahkan, pelaku lantas melakukan pegejaran terhadap sopir yang belakangan diketahui bernama Ujang Paris (40) warga Muara Maung Merapi Barat Kabupaten Lahat. Bahkan pelaku nekat memepet sepeda motor Yamaha RX King yang ditungganginya ke mobil Ujang dan meneriakinya untuk berhenti seraya melemparkan batu ke arah mobil.

Ketakutan, sang sopir lantas menambah laju kenderaanya dan berhenti di depan Polsek Timur untuk menyeleatkan diri. Anehnya, pelaku bukan malah kabur dan justru mendatangi si sopir dengan mengatakan dirinya adalah anggota Polisi seraya meminta sejumlah uang kepada korban.

Tak Butuh waktu lama bagi Kepolisian untuk menangkap pelaku pemalakan terhadap sopir angkutan di Jalan Sudirman itu. Pelaku pun di bekuk saat itu juga.

Kapolres Prabumulih AKBP Adiharsa SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Sugeng Pranoto membenarkan peristiwa penangkapan tersebut. Dikatakan, pelaku dalam menjalankan aksinya mengaku sebagai seorang anggota Polisi untuk memeras sopir truk yang melintas di jalan Sudirman. Beruntung aksi pelaku dapat di hentikan oleh Petugas, ujar Sugeng. Kini lanjutnya pelaku telah diamankan di Polsek Timur dan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun, tegasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->