-->

Iklan

Pedagang Kecil Menengah Prabumulih Siap-Siap Gulung Tikar

02/02/16, 23:55 WIB Last Updated 2016-02-02T16:55:56Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Perlahan tapi pasti. Niat Pemerintah Kota Prabumulih membenahi pasar tradisional ke arah modern ternyata tak sepenuhnya menuju kesejahteraan. Ditengah pembangunan setengah jadi pasar tradisional bergaya modern bernama PTM Prabumulih itu,  telah muncul pula dua sekaligus mall di Prabumulih.

Kemunculan ini pun mulai menimbulkan reaksi. Penolakan datangnya dari masyarakat pedagang sendiri. Bukanlah soal rezeki namun lebih pada kebijakan yang tidak memiliki keteguhan hati. Demikian para pedagang berargumentasi.

Mengapa tidak, Belum usai derita pedagang pasar yang berjibaku mengais rezeki ditengah sulitnya ekonomi masyarakat saat ini, sebentar lagi mereka pun akan dihadapkan dengan permasalahan yang kompleks. Siap-siap gulung tikar atau bahkan bersiap berubah profesi.

Mayoritas pedagang pasar juga pemilik toko di Kota Prabumulih tampak sepakat menolak rencana pendirian mall karena dianggap akan mematikan usaha padagang kecil menengah yang ada di sejumlah pasar tradisional dan pusat kota.

"Kami menolak pendirian mall karena sudah terbukti di beberapa daerah lain kehadiran mall akan menghancurkan usaha pedagang pasar tradisional," ujar Lina (42) satu dari sejumlah pedagang pasar yang ditemui posmetroprabu siang tadi di pasar tradisional modern Kota Prabumulih Selasa (02/02/2016).

Penolakan pendirian mall tersebut seiring dengan telah diresmikannya proyek pembangunan city mall di jalan lingkar dan sebentar lagi juga akan hadir satu mall lagi di seputaran Sudirman tepatnya di belakang MAN Kota Prabumulih.

Nada penolakan juga disampaiakn salah seorang pengusaha dan pemilik toko busana di Jalan Jendral Sudirman. Menurut Pria yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan itu mengungkapkan bahwa, seharusnya Pemkot Prabumulih tidak perlu memberikan izin untuk mendirikan mall. Daripada mendirikan mall, akan lebih baik jika Pemerintah meningkatkan kualitas pasar tradisional untuk membantu para pedagang.

"Toh pembangunannya juga sudah dimulai. Tidak kah pemerintah peduli dengan nasib rakyatnya yang dilanda krisis ekonomi? Kasihan para pedagang kelak akan ditinggal pelanggannya. Belum lagi pemilik usaha toko yang punya karyawan pasti akan mengalami kewalahan. Dengan kondisi tanpa mall saja sudah ngos-ngosan bayar gaji pegawai, apalagi ada mall. Bisa dibayangkan bukan? ujarnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->