-->

Iklan

Walikota Prabumulih Dipolisikan

04/11/15, 20:18 WIB Last Updated 2015-11-04T13:18:18Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Permasalahan pembangunan Tugu Kecik yang dibangun diatas lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tampaknya kian meruncing. Pasalnya, sejumlah pejabat teras PT KAI siang tadi Rabu (04/11/2015) mendatangi Mapolres Prabumulih untuk mengadukan kasus penyerobotan lahan PT KAI oleh Pemerintah Kota Prabumulih.

Pejabat teras PT KAI tersebut diantaranya Advisor Aset PT KAI pusat, James didampingi Manager Humas Divre III, Suprapto, Manager Aset PT KAI Subdivre III.1 Kertapati, Iswanto, Manager Hukum Divre III, Zakaria serta sejumlah petugas Polsuska.

Manager Humas Divre III, Suprapto kepada wartawan ketika dibincangi di Mapolres Prabumulih mengungkapkan bahwa kedatangan mereka untuk mengadukan Pemerintah Kota Prabumulih kepada penegak hukum berkaitan kasus penyerobotan lahan. Dimana penyerobotan yang dimaksud adalah bahwa Pemerintah Prabumulih telah dengan sengaja mendirikan bangunan dilahan milik PT KAI tanpa izin, ujar Suprapto.

Dikatakan, berdasarkan UU No 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian  aturan turunannya di PP no 56 dan 72 tahun 2009 dimana untuk wilayah Rail Of Way tidak diperbolehkan mendirikan bangunan minimal 11,75 meter dari pusat rel. "Dasar hukum inilah yang kami gunakan atas klaim kepemilikan lahan tersebut. Karena sudah terjadi penyerobotan kami menempuh jalur hukum," tuturnya.

Suprapto juga menegaskan bahwa laporan kali ini bukan semata-mata hanya soal kasus bangunan Tugu yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecik, Namun juga termasuk bangunan pemerintah yang berada di Pertigaan Taman Kota Prabujaya dan Gedung Kesenian di Kelurahan Prabumulih,
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->