-->

Iklan

Komisi 1 DPRD Sumsel Sebut Warga Prabu Kurang Bernyali Setop Batubara

23/12/14, 20:43 WIB Last Updated 2014-12-24T02:30:12Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Terkait penyakit kronis yang meresahkan masyarakat Prabumulih yakni angkutan armada truk Batubara yang hingga kini masih merajai jalanan umum di Prabumulih khususnya di Sumsel masih belum mendapatkan solusi yang baik. Dimana reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Komisi I yang langsung menemui Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM terkait masalah sosial angkutan Batubara siang tadi Selasa (23/12/2014) juga belum menemukan tanda-tanda akan berakhirnya Angkutan Batubara di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Bahkan parahnya, Walikota yang menyampaikan keluhan terhadap DPRD Provinsi tidak bisa berbuat banyak menghentikan truk Batubara melintas di Jalan Umum. Anehnya lagi, Wakil Rakyat dari berbagai Dapil di Sumsel ini mengatakan bahwa Warga Prabumulih kurang bernyali melakukan penyetopan truk batubara.

"Tidak apa-apa disetop karna izinnya memang tidak diperbolehkan melintas dari jalan umum. Awalnya perjanjian, angkutan tidak diperkenankan melintasi jalan umum sebelum jalan khusus angkutan batubara selesai dibangun. Warga Prabumulih harus bernyali menyetop paksa angkutan batubara jika ingin Kota Prabumulih aman dari kebisingan dan kemacetan" ujar H. Kartak salah seorang anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumsel.

Kartak menambahkan, untuk mengatasi permasalahan Truk Batubara ini, pihaknya di DPRD juga sudah tidak berdaya lagi. Bahkan tanpa sungkan Kartak juga mengaku sudah mengadu ke Tuhan terkait permasalahan truk batubara yang masih terus melintas.

"Permasalahan truk batubara masih saja melintas, kita berharap dan menyerahkan sepenuhnya kepada Walikota untuk menyetop jalur perlintasan truk batubara karena dalam aturan jelas dilarang melintas jalur umum. Kita juga sudah mengadu ke Tuhan terkait permasalahan truk batubara masih terus melintas" tandasnya.

Jawabannya kini tinggal berada di tangan warga Prabumulih. Jika Wakil Rakyat, Walikota dan Gubernur sudah tidak mampu lagi menghentikan truk batubara makmano kito!! (pp/01)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->