News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Galian Pipa Gas Resahkan Warga Prabumulih

Galian Pipa Gas Resahkan Warga Prabumulih

ket Photo : Beberapa pekerja sedang menggesa penyelesaian proyek penanaman Pipa Gas di wilayah Prabumulih tanpa mengindahkan bangunan warga yang terkena dampak proyek. photo insert Hanafi Ketua LSM RIC Sumsel (f/dok.Jun M)
PRABUMULIH PO - Warga dusun Prabumulih kian resah dengan adanya proyek galian pipa gas yang dikerjakan oleh PT.Ilamaru di sepanjang jalan atau pemukiman warga dusun Prabumulih Kota Prabumulih. Pasalnya, pekerjaan penggalian penanaman pipa gas disepanjang jalan pemukiman penduduk ini juga merusak bangunan warga tanpa ganti rugi yang jelas. Selain itu, tanah hasil galian setelah pipa sudah tertanam tidak dikembalikan seperti semula sehingga aliran air drainase menjadi tersumbat.


Diduga penggalian pipa gas Prabumulih ini sarat dengan penyimpangan dan mengabaikan sejumlah ketentuan yang berlaku. Pantauan Harian Vokal Sumsel dilapangan, galian pipa gas yang sudah memasuki kawasan pemukiman penduduk tersebut juga menimbulkan kemacetan tersendiri bagi pengguna jalan. Debu tanah yang mengering disepanjang jalan menjadi persoalan dan masalah baru yang dihadapi oleh warga sekitar.

Hanafi (34) Warga Prabumulih ketika ditemui Vokal Sumsel Senin (23/07) mengatakan bahwa proyek galian pipa gas yang di kerjakan oleh PT.Ilamaru Jakarta untuk saat ini sangat mengganggu penduduk sekitar proyek. Pria yang juga ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Regional Investigate Coruption (LSM-RIC) Sumsel ini mengungkapkan bahwa proyek galian pipa gas di daerah pemukiman penduduk sangat berbahaya. Pasalnya lanjut Hanafi, meskipun gas bertekanan rendah, namun jika kedalaman penanaman pipa tidak seimbang jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran akan menimbulkan dampak buruk bagi warga sekitar.

"Secara kelembagaan kita sangat menyesalkan kinerja dari kontraktor pelaksana atau pemenang tender proyek yang tidak mematuhi ketentuan pekerjaan. Terlebih bangunan yang bersumber dari APBD dan bangunan warga dirusak tanpa izin yang jelas dan terkesan tanpa koordinasi dengan instansi terkait" ungkapnya.

Dikatakan, proyek ini semestinya mendapat pengawasan dari BP Migas sebab penggalian yang dilakukan adalah murni penggalian gas yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat luas terlebih jalur yang dilalui pipa tersebut merupakan kawasan padat penduduk. Bila perlu instansi terkait mengkaji ulang Izin yang dikantongi oleh kontraktor sebab proyek tersebut adalah proyek besar dan memiliki resiko yang cukup tinggi terhadap keselamatan masyarakat, tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Prabumulih ketika ditemui di kantornya guna konfirmasi temuan dilapangan tidak berada di tempat. Salah seorang staf diruangan kantor berlantai 8 tersebut mengungkapkan bahwa Kepala Dinas tidak berada ditempat. pm/02

Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011