Iklan

Lagi, Tuan Rumah Prabumulih Dibantai 6-0 Oleh PS OI

09 November 2021, Selasa, November 09, 2021 WIB Last Updated 2021-11-09T14:26:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH - Gemuruh yel-yel suporter PS Ogan Ilir semakin menggema saat tuan rumah Prabumulih dipermalukan 4-0 di babak pertama tanpa balas dalam gelaran piala Gubernur Sumsel U20 di Stadion Talang Jimar Kota Prabumulih, Selasa (09/11/2021)


Langkah PS Prabumulih untuk melaju ke babak berikutnya harus terhenti saat menghadapi Kabupaten tetangga Ogan Ilir dengan skor 6-0 full time. Dua gol tambahan berhasil ditorehkan laskar secaram seguguk itu di babak kedua sekaligus mengkandaskan mimpi tuan rumah melaju ke babak berikutnya.


Tekanan demi tekanan kerap dipertontonkan PS OI dalam permainan menghadapi tuan rumah di Grup A piala Gubernur Sumsel itu sehingga permainan setengah lapangan nyaris dikuasai oleh PS OI. Umpan tarik dan asis yang ciamik oleh laskar Secaram Seguguk itu selalu membuahkan hasil yang maksimal dan mampu dieksekusi pemain depan PS OI dengan baik yang akhirnya membuahkan Gol.


Kekalahan kedua dengan jumlah kebobolan yang sama di pertandingan ini setelah dibantai PS Palembang 6-0 pada babak sebelumnya membuat penonton setia PS Prabumulih mengalami kecewa berat. Lantas apa kata pengamat soal kekalahan telak yang dialami PS Prabumulih? 


Beberapa pengamat banyak yang menyayangkan Pelatih yang seolah memaksakan diri dengan kemampuan tim yang tidak maksimal. "Ini levelnya tingkat Provinsi lho, bukan Tarkam. Ini regulasinya gimana sih sebenarnya kok seolah tidak ada persiapan padahal agenda piala gubernur sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Nah kemudian Pelatihnya. Di sebuah tim sepakbola, Pelatih yang lebih tahu kondisi dan situasi dalam tim. Sekiranya tidak bisa bermain jangan dipaksakan dong. Akhirnya kan malu sampai 6-0. Itu ada pemain gak sih" ujar Faisal Asmuni (53) Pengamat Sepakbola menanggapi kekecewaan suporter PS Prabumulih.


Di tempat terpisah, Yusa Patti pelatih SSB Prabu Soccer juga tidak luput mengomentari kekalahan telak PS Prabumulih di gelaran Piala Gubernur Sumsel 2021 itu. Hanya saja, Yusa lebih menyoroti PSSI Kota Prabumulih. 


"Bicara kompetisi Piala Gubernur itu taruhannya nama Kota Prabumulih. Dimana PSSI pemilik otoritas Sepak Bola Prabumulih tidak punya kesiapan dalam gelaran piala Gubernur?. Kemudian kita sangat menyesalkan tidak adanya kompetisi tingkat kota sebelum agenda piala Gubernur dilaksanakan. Kalau pun itu (kompetisi tingkat kota-red) tidak digelar, Secara regulasi, yang menjadi perwakilan Prabumulih harusnya PS Gelora. Sebab PS Gelora adalah juara 1 pada piala Gubernur 2019. Lain cerita jika PS Gelora menolak. Cuma sepengetahuan saya PS Gelora tidak pernah dihubungi PSSI" ujar Yusa.


Dikatakan, jika pun ada kebuntuan komunikasi atau masalah lain dengan Club seharusnya PSSI bisa mengesampingkan itu. Sebab taruhannya adalah nama kota Prabumulih. Prabumulih lanjut dia punya talenta sepakbola yang bagus. 


"Namun jika ego yang ditonjolkan maka hasilnya akan amburadul. Ini bukti nyata. Komunikasi dengan pemilik SSB tidak terjalin dengan baik sehingga dampak yang ditimbulkan cukup besar. Secara organisasi kita sangat menyesalkan padahal kita punya talenta yang bisa dikirimkan jika Komunikasi terjalin dengan baik" sesalnya. 


Ditambahkannya, sepakbola jika dikelola dengan baik maka hasilnya akan baik. Buktinya, Persipra sebelumnya cukup bagus bahkan mampu menaklukkan Palembang di laga tandang GSJ dengan skor 3:1 untuk kemenangan Persipra. Kok belakangan ini melempem ada apa? Pungkasnya setengah bertanya.


Hal senada juga disampaikan oleh Kahar Kelian. Sosok pelatih yang tidak asing lagi di Kota Prabumulih ini turut menyangkan kekalahan telak yang dialami oleh PS Prabumulih 6-0 menghadapi PS Ogan Ilir. Menurut Kahar banyak sekali yang harus dievaluasi dalam tim hanya saja sudah terlambat karna Prabumulih dipastikan sudah gugur di babak penyisihan.


Salah satunya yang harus di evaluasi iyalah persiapan Tim. Tim dibentuk hanya tiga hari mau jadi apa? sementara sepak bola butuh kerjasama (Teamwork) satu untuk sebelas dan sebaliknya sebelas menjadi satu. Pemain papan atas saja sekelas Ronaldo butuh waktu enam bulan untuk menyamakan chemistry jika berpindah klub. "Ini menurut saya luar biasa nekat, tim yang dibentuk selama tiga hari langsung masuk kompetisi tingkat Provinsi. Jadi tidak perlu heran sebenarnya jika hasilnya Buruk" pungkas Kahar. 

Komentar

Tampilkan

Terkini