Iklan

Langkah Cepat Pemkot Prabumulih Miliki Laboratorium PCR Covid-19 Sendiri

29 September 2021, Rabu, September 29, 2021 WIB Last Updated 2021-11-22T01:55:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH - SEPAKAN sudah Gedung Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) RSUD Pemkot Prabumulih melakukan uji coba sample pendeteksian Covid-19. Rencaanya, gedung tersebut akan difungsikan pada 1 Oktober 2021 nanti, dan saat ini tinggal menunggu tahapan uji coba yang disarankan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.


Gedung ber-cat putih ukuran sekitar 10×15 meter persegi ini sangat representatif. Tekad bulat pemerintah kota memiliki Laboratorium PCR sendiri ini akhirnya terwujud. Ya, dengan begitu, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Prabumulih dan sekitarnya. Dimana, untuk tes PCR Covid-19 tak perlu repot harus ke luar daerah, Prabumulih telah memilikinya dengan kualitas terbaik.


Pasca dilakukan persemian pada Rabu 22 September lalu, belum ada kesibukan bearti para pegawai. Informasinya, Laboratorium PCR ini memiliki sekitar 10 lebih tenaga kesehatan lengkap dengan dokternya. Kehadiran gedung ini bagian dari program kerja sama antara Pemkot Prabumulih dan BBLK palembang. Ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dengan Kepala BBLK Palembang, dr Andi Yussianto Mepid.


Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, dengan kehadiran Gedung Laboratorium PCR RSUD, tentunya akan memudahan pemeriksaan uji sample PCR bagi warga Prabumulih dan kabupaten tetangganya. “Kita harapkan, kalau bisa harga uji PCR-nya paling rumah di Sumatera Selatan (Sumsel). Meski murah, tetapi hasil pemeriksaannya bermutu dan berkualitas,” tukasnya.


Oleh karena itu kata Ridho, dengan adanya kerja sama bersama BBLK Palembang ini, Gedung PCR di RSUD ini bisa dilakukan supervisi minimal seminggu sekali. “Intinya BBLK Palembang, selalu melakukan pemantauan terhadap kerja Gedung Lab PCR RSUD ini,” imbuhnya. Tidak mudah memfungsikan Laboratorium PCR ini, karena harus melalui tahapan yang ditentukan.


Sebelum difungsikan secara normal, terlebih dahulu akan dilakukan uji sample Covid-19 sebanyak 30 sample. Dengan perhitungan 15 sample positif dan 15 sample negatif. Setelah diketahui hasil dari 30 sample ini, BBLK juga akan melakukan uji sample  pada 30 sample yang sebelumnya diujikan oleh Laboratorium PCR Prabumulih, jika hasilnya sama, maka PCR milik Prabumulih dapat dioperasionalkan. Ketatnya tahapan uji coba ini, bagian dari standar opersional pelaksana (SOP) yang berlaku. Sehingga hasilnya benar-benar akurat.


Ridho mengatakan, di tengah pandemi, harus hidup bersandingan bersama Covid-19, tentunya Protkes harus tetap berjalan. “Program Pemkot terprogram, termasuk penanganan Covid-19. Makanya, berbuat selalu serius, bukan asal jadi. Termasuk, pembangunan Gedung Lab PCR RSUD,” tegas pria yang hoby berolahraga ini.


Suami dari Ir.Hj. Suryanti Ngesti Rahayu ini menambahkan, alasan dibangunnya Gedung Lab PCR RSUD ini prihatin pengujian kasus Covid-19. Di Prabumulih belum ada, biaya PCR masih mahal. Sementara kebutuhan mendesak, dan biayanya mahal.


“Makanya untuk menjawab tantangan itu, dibangun lah Gedung Laboratorium PCR ini, tidak akan mubazir, bisa difungsian untuk lainnya jika Covid-19 selesai,” ujar ayah tiga anak ini.


Pria yang juga adik Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengatakan, dalam waktu hanya 4 minggu, pembangunannya bisa selesai. Jelasnya, ia mengawasi tiap malam, karena mendesak. “Tinggal satu alat, besok (hari ini, red) datang. Bukan hanya gedungnya bagus, tetapi mutu juga harus terjaga. Harus supervisi BBLK Palembang, seminggu sekali,” beber pria asal Ogan Ilir (OI).


Ayah dr  Muwarni Emassrisa Latifah ini menyebutkan, agar terjaga mutu kualitasnya, harganya murah guna membantu masyarakat. Berharap, agar Gedung Lab PCR RSUD dibawah Kemenkes. “Agar biaya murah ujian PCR-nya, yah Pemerintah subsidi. Prabumulih, ingin biaya murah khusus reagen. Sehingga, biaya uji PCR paling murah di Sumsel,” beber Politisi Golkar ini.


Ia menerangkan, di RS Bhayangkara Rp 550 ribu. Lalu, di BBLK Palembang Rp 480 ribu. Terangnya, Prabumulih Rp 475 ribu. “Murah, tidak mengurangi kualitas hasil PCR,” bebernya.


Sementara Kepala BBLK Palembang, dr Andi Yussianto MEpid mengungkapkan,  mengapresiasi upaya Pemkot, hanya dalam waktu 4 minggu sudah rapih. “Ruangan bagus dan sarana prasarana memadai, guna meminimalisir penyebaran penyebaran virus. Sudah ada exhaust dan lainnya, sudah sesuai standar,” ucapnya.


Masih kata dia, karena, kontaminasi sangat cepat ketika pemeriksaan sample. Resiko minimal, pasien tidak positif Covid-19. Bekerja sesuai Protkes Level 3, kemungkinan tertular sangat kecil. Gedung Lab PCR RSUD, area paling beresiko. “Di tengah kondisi ini, harus tetap waspada dan tidak boleh lengah, karena virus terus bermutasi,” tukasnya seraya mengatakan akan terus melakukan supervisi Laboratorium PCR Prabumulih guna peningkatan mutu dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Terkini