News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hari Terakhir Pengembalian Berkas Calon Ketum KONI Tak Terlihat Nama Benny Rizal

Hari Terakhir Pengembalian Berkas Calon Ketum KONI Tak Terlihat Nama Benny Rizal


POSMETRO, PRABUMULIH - Hari terakhir pengembalian berkas pencalonan Ketua Umum Koni Prabumulih , Senin (26/07/2021) siang tadi tampak diramaikan para kandidat Calon. Pantauan dilapangan, tercatat sudah enam Calon yang mengembalikan berkas. Diantaranya adalah, Eddy Hermanto, Arafik Zamhari, Aden Thamrin, Yopi Indra Putra, Harry Maradona dan Ronald Hutahaean. 


Yang menarik, Kepala Badan BKPSDM Kota Prabumulih Benny Rizal SH yang diawal digadang-gadang bakal maju meramaikan bursa Pencalonan Ketum Koni Prabumulih meski terbentur dengan peraturan tidak terlihat mengambil dan mengembalikan berkas. Begitu Ketua Panitia Sukarman Shohib yang dikonfirmasi seputar prosedur pencalonan mengaku setiap calon tidak harus diwajibkan mengambil dan mengembalikan berkas pencalonan dengan kata lain bisa diwakilkan. 


"Artinya formulir bisa diambil oleh orang lain dan untuk atas nama orang lain. Jadi bukan harus Calon bersangkutan yang mengambil formulir berkas pencalonan" ujar Sukarman saat dikonfirmasi.


Sayangnya saat dicecar Wartawan siapa saja calon yang mendaftar, Sukarman mengaku baru sebatas menerima berkas saja dan belum melakukan Verifikasi berkas. "Yang mengembalikan berkas ini nama-namanya" ujarnya sebagaimana nama-nama tersebut diatas tanpa menyebut siapa nama kandidat dibalik pengembalian berkas.


Begitu, informasi yang diperoleh Posmetro menyebut bahwa dibalik berkas yang dikembalikan oleh para kandidat calon ada salah satu berkas pencalonan Benny Rizal, SH. Ada apa dengan Panitia?. Sayangnya Panitia enggan berkomentar banyak dan mengaku masih sebatas menerima berkas dan belum melakukan verifikasi dan bahkan mengaku wewenangnya hanya sebatas menerima pendaftaran saja. 


"Kami hanya sebatas menerima pendaftaran saja. Selanjutnya kedepan akan dibahas di Musyawarah dan Mufakat di Musorkot pada Rabu besok (28/07/2021). Wewenang atau yang memutuskan siapa yang layak maju dan tidak ada pada Musorkot" tegas Sukarman.


Adanya dugaan Panitia tidak transparan terkait nama-nama Calon sangat disayangkan oleh Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Anggar, Muhammad Afandi, SE. Kepada Posmetro ia mengungkapkan bahwa dalam pencalonan saja sudah terjadi pelanggaran Etika. "Pelanggaran Etika itu yang pertama. Sebab keseriusan pencalonan sebagai pengurus dalam aturan yang dibagikan kepada Seluruh Cabor bahkan telah di muat di media cetak tercacat ada poin membuat pernyataan kesediaan mencalonkan diri yang mengacu pada keseriusan dalam pencalonan menjadi Ketua KONI. Calon Presiden saja nuruti aturan kok, ngambil Formulir Secara Langsung" ujar Fandi.


Kemudian lanjut dia, Panitia juga harusnya terbuka dengan media menyangkut siapa saja calon yang sudah mendaftar sekalipun pengambilan dan pengembalian Formulir pencalonan diwakilkan atau dimandatkan kepada orang lain supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat kok tiba-tiba muncul nama baru dalam Musorkot padahal tidak mengambil dan mengembalikan berkas.


"Jika tidak transparan kan akhirnya menimbulkan gejolak di masyarakat. Seharusnya panitia terbuka tentang siapa saja nama Calon atau Kandidat. Jangan begitu di Musorkot kelak tiba-tiba muncul nama baru sementara tidak pernah terlihat mengambil dan mengembalikan berkas. Ini ada apa dengan Panitia kok bisa mengistimewakan salah satu calon. Dari sini saja sudah terlihat Panitia diduga tidak Netral" ujarnya menyesalkan.


Begitu ia mengaku bakal terus mengawal proses Musorkot KONI Prabumulih 2021 berjalan sesuai aturan dan prosedur sebab menurutnya di hari terakhir penutupan pengembalian berkas Pencalonan Ketua KONI Prabumulih ada salah satu Panitia Penjaringan Calon Ketua KONI yang mengundurkan diri. Pengunduran diri salah satu Panitia menurutnya juga menjadi perhatian serius apakah ada tekanan dari salah satu kandidat atau hal lain belum diketahui.


"Sebagai Peserta dalam Musorkot KONI Prabumulih 2021, kita akan pantau dan siap mengawal jalannya Musorkot Koni Prabumulih. Proses pengembalian berkas diawal yang diduga terjadi pelanggaran dan tidak transparan telah menjadi catatan kita untuk sementara. Dan jika kedepan atau dalam Musorkot nantinya masih ditemukan Panitia ada keberpihakan, maka dengan terpaksa kita akan menggugat hasil Musorkot" ujar Fandi.


Gugatan dimaksud menurut Fandi mengarah pada tidak sehatnya persaingan dan kepanitian penjaringan dalam perebutan Kursi Ketum KONI Prabumulih. "Ia itu tadi. Jika Pelaksanaan Musorkot tidak mengacu pada Prosedur yang sudah diterbitkan oleh Panitia, maka siap-siap hasil Musorkot akan kita Gugat hingga ke Mahkamah tertinggi di Republik ini" ancam Fandi.


Senada dengan Fandi, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Kota Prabumulih Pohan Maulana, SE juga menghimbau kepada Panitia untuk tidak mencaari masalah. "Masalah dalam artian jangan lari dari Prosedur dan peraturan. Jalankan saja aturan yang berlaku jika tidak ingin bermasalah di depan. Menggelar Musorkot sesaui aturan, sudah amanlah itu. Jika ada larangan Pejabat Struktural tidak bisa mencalonkan iya Coret. Jika kemudian Calon tidak memenuhi kuota dukungan, coret saja, Kan mudah, Panitia tidak pening. Namun jika diluar itu saya yakin prosesnya akan panjang dan yang pasti bermasalah. Sebab sudah terbaca siapa calon yang bakal maju dan mendapatkan dukungan cabor" ujar Pohan.


Disinggung ada salah satu kandidat yang didukung Penuh Walikota, Pohan mengaku tidak ada persoalan dukung mendukung. "Silahkan Walikota mendukung itu hak beliau. Yang kita bicarakan ini adalah Aturan. Saya sangat menghormati Walikota dan yang pasti beliau juga adalah masyarakat atau Pejabat Publik yang mengerti hukum dan tidak mungkin akan melakukan pelanggaran hukum demi Kursi KONI Prabumulih" Imbuhnya.


Ia juga menghimbau para kandidat Calon untuk senantiasa waspada jangan sampai ditemukan ada tambahan dukungan cabor kepada kandidat lain dengan status pendaftaran sudah ditutup. "Sekedar menghimbau saja, jangan sampai hari ini dukungan cabor 20 misalnya, di Musorkot nanti 34 dukungan. Ia mungkin itu saja, dan berharap Panitia Penjaringan hingga Musorkot digelar bisa berada di jalur independent" pungkasnya. Jun M   

Tags

Minat Bergabung

Kirimkan CV anda ke redaksi Posmetro dibawah ini atau ke klikosmetro@gmail.com.

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011