-->

Iklan

"Ngopi" Bareng Duta Kopi Indonesia 2020. Marisya Saatnya Sumsel Punya Brand Kopi

junmanurung
06/11/20, 20:41 WIB Last Updated 2020-11-06T13:41:59Z
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH - Marisya Julita (22) adalah sosok yang tidak asing lagi di Kota Prabumulih. Gadis asal Mangga Besar Kota Prabumulih ini belakangan menjadi buah bibir di Kota Prabumulih dan Indonesia pada Umumnya.

Marisya Julita merupakan Duta Kopi Indonesia Prabumulih. Dalam ajang pencarian Duta yang digelar oleh Asosiasi Duta Indonesia yang digelar September 2020 itu, Marisya berhasil menyabet Juara III Nasional mewakili Sumatera Selatan menyingkirkan 358 peserta lainnya.

Dalam ajang tersebut Dewan Juri berhasil di pukau oleh Marisya yang mengangkat soal citarasa Kopi Sumsel dalam bahasa ingris. Selain itu, dari penjajakan Posmetro saat berselancar di dunia maya menemukan Video di You Tube Chanel "Asosiasi Duta Indonesia Asosiasi Duta Indonesia" yang menampilkan Marisya menjelaskan cara pemasaran kopi yang tepat dan cepat.


Dalam bahasa asing tersebut, Marisya menjelaskan di dunia, Indonesia merupakan peringkat ke 4 Produsen Kopi terbesar dan Sumsel merupakan salah satu daerah distrubusi terbesar. Pada fase pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, berdampak pada penurunan harga kopi dunia. 


"Berdasarkan data International Coffe Organitations (ICO) per Juni 2020 harga kopi Harga kopi arabika turun 7,6 % dan kopi jenis robusta turun 13,24 % dibandingkan juni 2019. Untuk itu diperlukan strategi promosi yang tepat agar bisa memberi nilai tambah dan memperbaiki harga jual di tengah tantangan pasar saat ini" ujarnya.


Sebagai kaum milenial lanjut dia, dengan ide ide kreatif yang ia miliki, Putri dari Darwis Assalam mengaku jika dirinya menjadi duta kopi indonesia, strategi promosi yang akan dia lakukan untuk mendukung perkopian di indonesia dengan cara mendorong brand kopi indonesia ke level nasional.


"Dengan ide ide kreatif yang saya miliki, jika saya menjadi duta kopi indonesia, strategi promosi yang akan saya lakukan untuk mendukung perkopian di indonesia dengan cara mendorong brand kopi indonesia.baik secara langsung ataupun melalui sosial media, sehingga pasar perkopian di Indonesia semakin luas hingga ke mancanegara. Selain itu saya akan mengkampanyekan logo kopi indonesia sebagai identitas kopi dari Indonesia. Dengan demikian dunia akan mengenal bahwa kopi Indonesia adalah kopi terbaik di Dunia" paparnya. 


Kemudian dalam ajang yang digelar secara virtual tersebut itu, Marisya juga memamparkan tantangan yang dihadapai Sumsel yang hingga saat ini belum mampu mengeluarkan brand asli Kopi Sumsel ke tingkat Nasional meski sebenarnya Sumsel itu salah satu penghasil Kopi terbesar di Indonesia dan Kopi Sumsel bahkan sudah mendunia.


"Terpilih sebagai Duta Kopi Indonesia 2020, saya akan berusaha menjadikan kopi sebagai gaya hidup kaum millenial. Saya juga akan mempromosikan kopi baik secara langsung maupun media sosial. selain itu saya akan mengkampanyekan logo kopi indonesia sebagai identitas kopi dari Indonesia.



Menurut Marisya. Belum dikenalnya Kopi asal Sumsel oleh seluruh stake holder perkopian indonesia. adalah produsen Kopi sumsel tidak mencantumkan logo kopi asal daerahnya sehingga ketika kopi tersebut beredar di Pasaran orang yang menikmatinya tidak mengetahui asal kopi yang dinikmati.


Gadis fakultas Mipa jurusan Fisika Universitas Sriwijaya ini menambahkan seharusnya dalam tiap kemasan Kopi Sumsel yang dipasarkan itu wajib dicantumkan logo kopinya masing masing. Sehingga ketika kopi itu cocok dirasa oleh penikmat maka dengan mudah ia mencarinya. 


Senada dengan Marisya, anggota Parlemen Kota Prabumulih H. Alfa Sujatmiko, SH juga menyayangkan Sumsel belum memiliki brand asli Kopi Sumsel. 


"Dulu saya masih ingat Almarhum Taufik Kiemas yang merupakan Tokoh Masyarakat Sumsel juga tokoh Nasional sempat menginkan Kopi asal Daerahnya Semendo Muara Enim "Kopi Semendo" punya nama dan di Brand-kan oleh Pemerintah Sumsel. Namun hingga beliau sudah tidak ada, Brand tersebut belum terwujud. Saat ini, sebagai bagian dari Pemerintah, saya juga sangat ingin sekali Prabumulih punya brand kopi sendiri, dan punya kebun kopi sendiri" ujarnya.


Alfa menjelaskan hal itu terpikirkan saat dirinya memperkenalkan Kopi dari Prabumulih di Jogja. "Kawan-kawan nongkrong saya di Jogja banyak sekali. Dan suatu hari, saya ditelpon oleh mereka apabila main lagi ke Jogja untuk dibawakan oleh-oleh khas Prabumulih. Dan saat itu yang saya bawakan sebagai oleh-oleh adalah Kopi dari Kota Prabumulih. Dan alahamdilillahnya mereka ternyata sangat menyukainya" kata Alfa


Sehingga lanjut dia dari sana dirinya terpikirkan untuk mencoba membuat regulasi melalui DPRD setidaknya untuk mengangkat nama Kopi lokal Prabumulih ke level nasional melalui Brand. "Produsen Kopi di Kota Prabumulih setahu saya ada lebih dari satu. Kemudian, cafe-cafe kopi kreatif di Kota Prabumulih saat ini juga sudah menjamur, bahkan kopi lokal yang di jajakan di Cafe tersebut lebih banyak daripada kopi luar daerah. Ini merupakan peluang baik untuk segera Pemerintah membuat Brand Kopi lokal untuk mengangkat kopi lokal ke level nasional serta mengangkat nama Kota Prabumulih juga" tuturnya.


Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, Milenial Legislatif Kota Prabumulih itu juga banyak memberikan nasehat kepada Marisya Julita agar tetap semangat untuk berkarya terlebih saat ini dirinya telah menyandang status Duta Kopi Indonesia. "Coba setelah ini segeralah melakukan audiensi kepada Pemerintah Kota Prabumulih. Sampaikan ide-ide kreatif kamu sebagai kaum milenial terkait apa yang kamu sampaikan di Forum Duta Kopi Indonesia. Mudah-mudahan apa yang kamu sampaiakan dapat di terima dengan baik oleh Pemerintah. Insya Allah di Legislatif nantinya kami siap mendukung jika ide kreatif kamu di terima oleh Pemerintah nantinya" pungkas Alfa. (jun.m)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->