-->

Iklan

Kadis DPM-PTSP MUBA, Isyaratkan Klinik dr. Nico Paundra Belum Kantongi Izin

junmanurung
04/11/20, 22:20 WIB Last Updated 2020-11-04T16:22:39Z
masukkan script iklan disini


POSMETRO, MUBA - Seolah mengisyaratkan bahwa klinik persalinan dr. Nico Paundra di Sungai Lilin belum memiliki izin operasional resmi dari Instansi Berwenang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Musi Banyuasin (MUBA) Erdian Syahri S.sos M.Si menyindir jika pihaknya sejauh ini belum pernah menerima berkas pengajuan permohonan penerbitan izin tempat usaha (SITU) klinik persalinan dr. Nico Paundra di Sungai Lilin.


Hal tersebut ditegaskan Erdian saat disambangi wartawan menanggapi pemberitaan dugaan klinik tersebut belum memiliki izin. "Sejauh ini DPM-PTSP belum menerima pengajuan berkas dari Klinik Dr.Nico Paundra tersebut. Dengan demikian sudah barang tentu rekan-rekan wartawan bisa simpulkan klinik tersebut Illegal atau bukan?" ujarnya setengah bertanya.


Dugaan klinik persalinan dr. Nico Paundra belum mengantongi izin resmi dari Instansi terkait mencuat setelah adanya dugaan bahwa klinik tersebut diduga pernah melakukan mallpraktek dan menerima pasien rawat inap di tengah pandemi meski kelas klinik sebenarnya tidak mememungkinkan atau secara perinsip belum layak melakukan rawat inap.



Namun demikian, pemilik klinik saat dikonfirmasi membantah jika kliniknya pernah melakukan malpraktek. Dikonfirmasi terpisah beberapa waktu lalu melalui pesan whatsapp jika di kliniknya seorang pasien berinisial TB meninggal dunia akibat mencret, dr. Nico membantah. Dokter spsialis kandungan itu mengaku jika pasien atas nama TB tidak pernah dirawat di klinik tersebut apalagi hingga meninggal dunia.


"Maaf pak, TB itu siapa y pak. Alhamdulillah, di tempat praktek saya tidak ada yang meninggal karna mencret. Semua pasien umum yang berobat di klinik di tangani oleh istri saya sebagai dr.umum dan bukan oleh saya. Terima kasih pak atas informasinya" ujar dr.Nico membalas whatsapp portal ini.


Disinggung menyangkut perizinan klinik miliknya, Nico mengaku bahwa prakteknya saat ini secara resmi telah memiki izin. Ia malah menjelaskan bahwa seluruh praktek dokter di klik wajib memiliki Izin baik operasional dan perizinan lainnya menyangkut praktek klinik.



"Izin tuh wajib ada dan dibuat dari awal buka klinik, apalagi rawat inap. Bulan kemarin justru semua klinik di sungai lilin tanpa terkeculai diperiksa oleh instansi berwenang. Semua izin yg terkait. Jadi semua klinik di cek secara menyeluruh. Karna memang itu kegiatan rutin pak tiap awal bulan atau ahir bulan guna memastikan Izin tersebut masih berlaku atau sudah kadaluarsa" pungkasnya seolah memastikan bahwa klinik miliknya secara hukum telah mengantongi seluruh perizinan termasuk izin pengelolaan limbah medis.



Lantas ketika DPM PTSP mengisyaratkan klinik bersalin dr.Nico Paundra belum memiliki izin, mengapa instansi terkait belum melakukan tindakan. Jika benar klinik tersebut secara resmi belum mengantongi izin, maka sudah sepantasnya operasional klinik harus segera dihentikan sebelum hal-hal yang tidak dinginkan terjadi dan mengancam keselamatan pasien yang awam tentang operasional praktek-praktek kesehatan. (Syapari/tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->