-->

Iklan

Inspektorat Muba Pastikan Kasus Penyunatan Dana Intensif Covid-19 Segera Diproses Hukum

junmanurung
04/11/20, 23:20 WIB Last Updated 2020-11-05T03:52:55Z
masukkan script iklan disini


POSMETRO, MUBA - Isu yang beredar luas menyangkut penyunatan dana insetif Covid-19 untuk tenaga kesehatan di Puskemas Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) lambat laun mulai menguap.


Beberapa oknum tenaga medis yang masuk dalam daftar penerima intensif Covid-19 dari dana APBN dan APBD Muba mulai bernyanyi merdu soal penyunatan kembali hak atas intensif yang mereka terima oleh oknum Kapuskesmas Sungai Lilin. Mengapa tidak, mereka merasa dirugikan dengan penyunatan yang dilakukan secara sengaja tersebut tanpa dasar hukum yang jelas.


Penelusuran tim investigas Posmetro, dugaan adanya pemotongan dana intensif secara sengaja dan masif dilingkungan puskesmas bermula dari informasi yang beredar ditengah masyarakat. Dana intensif yang semula utuh diterima oleh tenaga medis disunat kembali oleh oknum Kapuskesmas dengan alasan instruksi Dinas Kesehatan Muba. Jumlah dana insentif yang ditranser dengan yang diterima oleh para tenaga medis di Muba yang berjibaku menolong pasien terinfeksi corona kembali harus disetor sebahagian kepada oknum Kapuskesmas. 


Beberapa tenaga kesehatan yang meminta namanya dirahasikan mengaku hanya harus menyetor kembali sebahagian dari intensif yang diterima dari Kementerian Kesehatan untuk Dinas Kesehatan. Dan itu baru satu tenaga kesehatan. Bagaimana jika penyunatan dana intensif dilakukan secara masif? Bukan tidak mungkin itu terjadi sebab potensi penyunatan cukup berpeluang besar lantaran tidak semua daerah di Muba yang masuk dalam Zona Merah Covid-19.



"Tentu saja, pemotongan akan sangat masuk akal ketika kalimat kong kali kong menjadi jurus ampuh dalam pencairan dana intensif. Artinya, si pelaku memanfaatkan situasi demi keuntungan bersama sebab toh, di tempat tersebut kan bukan termasuk Zona Merah" ujar pengamat Korupsi Sumasel Pohan Maulana.




Parahnya, begitu isu ini mulai menguat dan menyebar ke permukaan, Kepala Puskesmas Sri Gunung justru mengaku bahwa penyunatan yang dilakukan merupakan perintah Dinas Kesehatan Kabupaten Muba. Demi kebenaran sebuah informasi, Posmetro mencoba menghubungi Dinas Kesehatan. 



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, Dr. H. Azmi Dariusmansyah, melalui Lilya Rosa S.E M.Kes selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) membantah informasi sesat tersebut. Lilya Rosa mengaku tidak pernah mengintruksikan Kepala Puskesmas untuk melakukan pemotongan dana intensif tenaga medis. 


"Dalam hal apapun itu, Dinas Kesehatan sama sekali tidak pernah menginstruksikan Puskesmas untuk melakukan pemotongan intensif. Apalagi kami menyadari penuh dana intensif merupakan bentuk penghargaan Pemerintah ditengah pandemi Covid-19 kepada tenaga medis sebagai garda terdepan melawan pandemi virus corona" ujarnya.


Ditambahkan, permasalahan tersebut secara langsung juga telah diserahkan ke Inspektorat Daerah MUBA selaku pihak berwenang menyelidiki permasalahan tersebut sebelum nantinya diserahkan ke Aparat Panegak Hukum (APH) di Muba.


Lantas apa yang sudah diperbuat oleh Inspektorat menyangkut digaan tindak pidana pungli Puskesmas mengatasnamakan instruksi Dinas Kesehatan Muba ini?




Badan Inspektorat Kabupaten Musi Banyuasin yang dikonfirmasi melalui Inspektur Pembantu (Irban) Khusus Hery Hermansyah, membenarkan telah menerima surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin terkait dugaan pungli yang di lakukan oleh oknum Kapuskesmas Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin.


"Ia benar kita telah menerima surat laporan Dari Dinas Kesehatan terkait dugaan tindak pidana pungli oleh oknum kepala Puskesmas Sri Gunung beberapa waktu lalu" ujarnya.


Dikatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pengumpulan data untuk selanjutnya di dilakukan penyelidikan oleh tim. "Jadi, untuk sementara ini kami belum bisa memutuskan tindakan apa yang harus dijatuhkan mengingat proses penyelidikan masih sedang berjalan dan tidak menutup kemungkinan berkas tersebut bisa kami limpahkan APH jika dalam penyelidikan nantinya ditemukan unsur pidananya. Kawan-kawan harap bersabar dan jika proses penyelidikan selesai dilakukan akan diinformasikan perkembangannya" pungkas Hery

(Syp/team)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->