-->

Iklan

Ridho Yahya : Saro Man Otak Kito Dipenuhi Korona

junmanurung
30/09/20, 17:57 WIB Last Updated 2020-09-30T10:57:29Z
masukkan script iklan disini


POSMETRO, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya MM mengaku capek berjibaku terus melawan pandemi Covid-19 di Kota Prabumulih. Rasanya menurut Walikota dua periode itu, Covid-19 di Kota Prabumulih tidak akan hilang jika Komitmen Pemerintah tidak didukung oleh element masyarakat.


“Bukan tidak banyak materi, pemikiran, dan tenaga yang sudah dikorbankan untuk Penanggulangan Corona di Kota Prabumulih. Mulai dari Sosialisasi dari kampung ke kampung, Penyemprotan disinfektan secara menyeluruh, Pembagian Masker, Sembako untuk warga terdampak Corona, dan masih banyak lagi. Sebenarnyo kito lah capek bertahun-tahun ngomongkan korona. Intinya yang penting bagaimana kamu bisa sehat" ujarnya.


Ridho Yahya mencontohkan, Status Prabumulih hari ini zona orange, Besoknya bisa berubah lagi menjadi merah dan berubah lagi menjadi hijau. Menurutnya itu hal yang biasa.“Korona itu ado tapi Program kerja pemerintah juga tetap harus berjalan. Jangan otak kito dipenuhi korona, tambah saro kito,” tukasnya.


Demikian Ridho Yahya menanggapi sorotan Anggota DPRD Kota Prabumulih menyangkut perkembangan kasus Covid-19 di kota nanas yang semakin hari semakin bertambah dalam Rapat paripurna ke-XXVIII masa persidangan ke-I DPRD Kota Prabumulih tentang penyampaian laporan hasil kerja Banggar, pengambilan persetujuan bersama anggota DPRD Kota Prabumulih terhadap Raperda tentang RAPBD perubahan Kota Prabumulih tahun anggaran 2020 dan pendapat akhir Walikota serta penandatanganan berita acara tentang persetujuan bersama terhadap Raperda tentang RAPBD perubahan kota Prabumulih tahun anggaran 2020, di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih, Selasa (29/09/2020)


Dalam kesempatan tersebut, Salah seorang Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Mat Amin  menyoroti perkembangan penanggulangan Covid-19 di Kota Prabumulih. Politisi PKS itu berharap Pemkot lebih serius menangani Covid-19 terlebih banyak sudah nakes (tenaga kesehatan) yang menjadi korban. 


“Kita juga mendapatkan informasi di Puskesmas Timur sampai membuka pelayanan di Rumah Dinas Dokter dan UGD karena ada nakes yang terpapar,” sebutnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->