-->

Iklan

Tim Monev Kecamatan Mulak Ulu Lahat Tinjau Desa Penindayan

25/08/20, 19:45 WIB Last Updated 2020-08-25T14:59:51Z
masukkan script iklan disini

POSMETRO, LAHAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Pemerintah Kecamatan Mulak Ulu secara langsung menggelar monitoring dan evaluasi bantuan langsung tunai dana desa dan bantuan sosial lainnya terkait pandemi Covid-19.


Pelaksanaan monitoring dan evaluasi BLT dana desa dan bantuan sosial lainnya kali ini dipusatkan di Desa Penindayan Kecamatan Mulak Ulu, Selasa (25/08/2020). Hadir dalam acara yakni forum koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkomincam) Mulak Ulu, Kepala Desa, para Pendamping Desa serta Perangkat Desa Penindayan. Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti.S, STP, MM kali ini diwakili oleh Sekretaris Camat Jhon Adri Agustian SH, MM.


 

Kepala Desa (Kades) Penindayan Kecamatan Mulak Ulu dalam sambutannya mengapresiasi kedatangan tim verifikasi Evaluasi dan monitoring BLT DD dan bantuan sosial lainnya yang disalurkan di desa Penindayan.


Menurut Kades Trayono, Penerima bantuan selama ini dilakukan berdasarkan persyaratan dan evaluasi yang telah ditentukan sebelumnya serta melalui musyawarah desa dari segala unsur masyarakat desa Penindayan sendiri.



"Teknis penyaluran bantuan ada yang disalurkan langsung warga, dan ada juga diserahkan secara simbolis di kantor desa untuk kemudian pihak desa yang mendistribusikan bantuan tersebut melalui perangkat desa" ujarnya.



Tim Monitoring dan evaluasi Kecamatan Mulak Ulu juga turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan hari ini. "Kita mengevaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan secara khusus yaitu pelaksanaan bantuan sosial dalam masa Pandemi Covid-19. Alhamdulilah pelaksanaan dilapangan cukup bagus" ujar Sekcam Mulak Ulu Jhon Adri Agustian SH.



Sejauh monitoring yang dilakukan, Jhon mengaku data penerima bantuan sosial tidak ada masalah dan diharapkan Desa Penindayan dapat menjadi role model penyaluran bantuan tepat dan cepat kepada masyarakat di Kabupaten Lahat.


Disinggung masalah apa saja yang kerap disampaikan oleh Kepala desa saat melakukan monitoring, John mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada yang urgen. Masih laporan yang Rasional seperti dana desa yang tersedia tidak mencukupi dengan jumlah penerima. "Untuk itu solusinya adalah kita sarankan kepada Kades terkait untuk menyusun ulang Perdes agar pengalokasian bantuan tersebut dapat sesuai penerima dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku" pungkasnya.



Senada disampaikan Jhon Andri Agustiwan, Kades Penindayan juga mengungkapkan bahwa masalah baru yang kerap dihadapi perangkat desa di lapangan adalah data warga terdampak Covid-19 yang baru. Hal ini lanjut dia adalah hal yang tidak terhindarkan semakin banyak warga mengalami kesulitan ekonomi sehingga dianggap pantas juga untuk mendapatkan bantuan sebagai masyarakat terdampak pandemi Covid-19.


"Harapan kita kedepan hal ini juga menjadi perhatian Pemerintah agar jangan sampai timbul dugaan dilapangan Kades yang bermain. Ini sering kita sampaikan kepada Pemerintah Baik Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten termasuk Anggota DPRD Lahat saat melakukan Reses. Sebab sejauh ini, DD bukan hanya diperuntukkan untuk warga terdampak Covid-19. Namun lebih dari itu, Dana Desa juga diperuntukkan untuk bangunan fisik seperti gedung serbaguna yang insya Allah dalam waktu dekat sudah bisa dimanfaatkan" pungkasnya. (novita)

Komentar

Tampilkan

Terkini

-->