-->

Iklan

Ketua Dekranasda Kota Prabumulih Hadiri Peresmian Gedung Kriya Sriwijaya

junmanurung
12/08/20, 00:38 WIB Last Updated 2020-08-17T17:47:38Z
masukkan script iklan disini

POSMETRO, PALEMBANG - Ketua Dekranasda Kota Prabumulih Ir. Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho menghadiri undangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka Peresmian Gedung Kriya Sriwijaya sebagai Pusat Edukasi dan Pengembangan Kerajinan di Sumatera Selatan.

Acara bertempat di Gedung Kriya Sriwijaya Jl. POM XI, kampus (samping TVRI) Kota Palembang dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan agar pemanfaatan Kriya Sriwijaya tidak hanya berfokus pada display produk mulai dari pakaian dan perhiasan saja. Terpenting adalah mempertahankan kearifan lokal. "Tidak cukup dengan menampilkan busana daerah dan produk khas saja. Ini memang sudah baik. Tapi bagaimana mempertahankan kearifan lokal. Ini penting. Anak - cucu kita kelak harus mengetahui bagaimana proses pembuatan kain tenun songket, kain sulam, dan sebagainya. Pertahankan kearifan lokal kita", katanya.


Selain mempertahankan kearifan lokal, menurut HD Kriya Sriwijaya harus mengutamakan kerja keras sehingga keberadaannya bisa bersaing di tengah arus kompetisi yang hebat. Kemajuan dunia digital dan teknologi saat ini tak dapat dipungkiri bisa menggerus proses produksi dengan cara-cara tradisional.


"Karenanya saya minta kepada bu Feby sebagai Ketua Dekranasda Sumsel agar bisa memikirkan bagaimana caranya supaya Kriya Sriwijaya ini mampu berdiri tegak bersaing dengan industri lainnya. Tidak hanya Kriya Sriwijaya yang di sini saja, tapi juga di seluruh kabupaten/kota", ujarnya.


Kriya Sriwijaya harus bisa menjadi epicentrum bagi masyarakat luar Sumsel. Oleh sebab itu perlu kualitas barang yang dibuat oleh para pelaku IKM yang terbaik, melalui pelatihan ketrampilan bagi para pengrajin dan pelaku IKM jika diperlukan.


"Tempat ini bisa menjadi pusat edukasi, baik bagi para pengrajin juga masyarakat umum. Menjadi pusat pengembangan dan promosi bagi pelaku usaha",terangnya.


HD menambahkan pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelaku ekonomi. IKM maupun UKM yang ada di Sumsel diharapkan bangkit kembali di tengah pandemi. "Menghidupkan Kriya Sriwijaya ini tanggung jawab kita bersama. Tak hanya tanggung jawab Pemprov melalui Dekranasda, tapi juga dengan dukungan semua pihak dari BUMN/BUMD, perbankan serta para OPD yang terkait ataupun tak terkait langsung", bebernya.


Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru mengatakan pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya yang selama ini digunakan sebagai sekretariat Dekranasda belum termanfaatkan secara maksimal. 


"Bapak Gubernur mendukung pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya ini sebagai pusat edukasi, pengembangan, dan promosi bagi pelaku usaha. Nantinya berbagai kegiatan dan kreativitas akan digelar di sini", ungkapnya.


Kriya Sriwijaya ditambahkan Feby akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin mempelajari proses pembuatan kerajinan yang ada di Sumatera Selatan.


Sebagai pusat pengembangan, Kriya Sriwijaya juga menjadi etalase berbagai produk kerajinan berbagai kabupaten/kota di Sumsel. "Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo menyelenggarakan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Berbagai kegiatan yang dilakukan Kriya Sriwijaya sebagai bentuk dukungan kepada pelaku IKM/UKM selama pandemi. Serta merupakan kegiatan nyata dalam melestarikan budaya dan adat-istiadat Sumsel sehingga tetap terpelihara", imbuhnya.


Lebih lanjut, Feby menjelaskan Kriya Sriwijaya dapat menjadi tujuan wisata bagi para tamu yang datang berkunjung dari luar Sumatera Selatan.


Turut hadir pada peresmian Kriya Sriwijaya, Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, anggota DPR RI Percha Leanpuri, Ketua Dharma Pertiwi Shinta Agus, Ketua Bhayangkari Nera Eko Indra Heri, Ketua Jala Sehastri Gredi Filda Malari, Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo, Dirut Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin, para Ketua Dekranasda kabupaten/kota.


Serta Ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiudin dan para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel juga pimpinan BUMN dan BUMD yang ada di Sumsel.

Komentar

Tampilkan

Terkini

-->