-->

Iklan

Melirik Destinasi Wisata Penangkaran Madu Desa Karya Mulya

15/06/20, 20:59 WIB Last Updated 2020-06-15T13:59:37Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO PRABUMULIH - Menyaksikan secara langsung proses pembibitan anakan lebah hingga berubah menjadi madu tentu saja suatu hal yang cukup menakjubkan. Apalagi diberi kesempatan mencicipi manisnya madu asli hasil panen saat itu juga tentu semakin menambah wawasan tentang alam sekitar.

Penangkaran madu di Desa Karya Mulya Kecamatan rambang kapak tengah (RKT) ini bisa juga dijadikan rekomendasi destinasi wisata baru anda bersama keluarga tercinta disaat week end. Berjalan menikmati udara pedesaan di pagi hari bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh di Karya Mulya. Udara pedesaan yang asri dan deretan tanaman obat keluarga (Toga) di halaman depan rumah menjadi ciri khas Desa Karya Mulya saat kita memasuki gerbangnya.

Melihat penangkaran madu madu tentu menjadi hal yang mutlak sebab, saat ini Desa Karya Mulya sedang mencoba mendirikan suatu komunitas penangkaran berbagai jenis madu. Berbagai jenis madu dua pekan terakhir telah berhasil di produksi oleh desa ini. Madu asli tersebut saat ini baru dipasarkan melalui group WA dan FB.

"Baru dua bulananlah Bang. Produksinya juga belum bersekala besar. Permintan juga baru sebatas melalui telepon dan grup Whats App atau grup Facebook" ujar Sumarno salah seorang anggota komunitas penangkaran madu Sapu Jagad di Desa Karya Mulya Kota Prabumulih.

Belum lama ini, Crew POSMETRO CYBER GROUP mendapatkan undangan untuk melihat secara langsung proses pembibitan anakan lebah hingga proses panen madu dari salah seorang Kumunitas Penangkaran di Desa Karya Mulya. Penangkar tersebut bernama Sumarno. Pria yang sudah malang melintang di dunia ternak hewan ini mengaku lebih enjoy menernakkan lebah ketimbang ikan lele, Ayam, Sapi, Kambing dan lainnya.

Alasannya, menernakkan Lebah tidak membutuhkan modal besar, sebab hewan imut tersebut bisa mencari makan sendiri tanpa harus diberi makan. Sumarno mengaku hanya mempersiapkan rumahnya saja (Rumah Lebah-red) tanpa harus mengeluarkan dana untuk membeli pakan ternak.

"Kita buat tempatnya saja berbentuk kotak yang terbuat dari papan. Diberi lubung kecil untuk akses keluar masuk indukan mencari makan. Tapi jangan lupa kotak-kotak tersebut harus dapat dibuka setiap saat. Tujuannya untuk mengontrol sarang agar tidak dimasuki hama atau hewan lain yang bisa saja merusak isi dalam kotak" papar Sumarno.

Hasilnya lanjut dia, dalam sebulan ia bisa memanen dua hingga tiga liter madu murni dari 10 kotak sarang lebah miliknya untuk dijual. Rencananya, kedepan Sumarno akan menambah lagi sarang lebah di tempatnya untuk meningkatkan produksi madu miliknya.

Dalam kesempatan tersebut sumarno tidak lupa mengajak crew Posmetro untuk mencoba memanen madu secara langsung. Hasilnya, memanen madu rasanya sungguh menyenangkan karena bisa terlibat secara langsung melakukan proses pengambilan madu dari sarangnya.

Begitu, Sumarno juga mengaku siap jika ada warga prabumulih yang berminat untuk mampir ketempatnya akan diajak untuk melihat kawasan ternaknya dan mengajak tamu tersebut untuk memamnen madu dari sarangnya. "Silahkan saja berkunjung, kita panen madunya dan nikmati rasa dan khasiatnya yang tinggi" pungkasnya. 
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->