-->

Iklan

Dewan Dapil 1 Minta Penerapan New Normal Dikaji Ulang

08/06/20, 19:16 WIB Last Updated 2020-06-08T12:16:42Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PRABUMULIH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih menyebutkan penerapan New Normal Kota Prabumulih yang semestinya lusa sudah diberlakukan untuk dikaji kembali mengingat belum memenuhi 11 Syarat sebagai prosedur untuk penerapan New Normal.

Hal ini disampaikan oleh DPRD Kota Prabumulih daerah pemilihan 1 Kota Prabumulih dalam Rapat Paripurna Laporan Pelaksanaan Reses Anggota DPRD di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Prabumulih, Senin (08/06/2020).

"Sehubungan dengan adanya wacana New Normal di Kota Prabumulih, Kami mengharapkan Pemerintah Kota Prabumulih dapat melakukan peninjauan mendalam dikarenakan Prabumulih menurut pendapat kami belum memenuhi 11 Syarat New Normal" ujar Riza Ariansyah saat menyampaikan laporan hasil reses yang dilakukan oleh DPRD Kota Prabumulih Dapil 1 pada 2 Juni kemarin.

Untuk diketahui, 11 Syarat yang dimaksud ialah penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen), penurunan jumlah kasus yang probable selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen).

kemudian, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif, penurunan jumlah meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS. Lalu, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable (ODP dan PDP), jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu, angka positif kurang dari lima persen dan menggunakan angka reproduksi efektif kurang dari satu.

Namun begitu hal berbeda justru disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih Sutarno, SE. Kepada POSMETRO.CO.ID, bendahara Partai Golkar Kota Prabumulih itu mengungkapkan bahwa penerapan New Normal di Kota Prabumulih berdasarkan pantauan dilapangan sudah layak dilakukan. Hanya saja lanjut dia, kegiatan yang beraviliasi di bidang pendidikan disarankan untuk tidak dibuka secara menyeluruh.

"Berdasarkan pengamatan dialapangan dalam beberapa hari terakhir terlebih peningkatan jumlah pasien yang sembuh, ditambah dalam beberapa hari terakhir jumlah Positif Covid yang nihil sudah selayaknya Kota Prabumulih menuju New Normal" ujarnya.

Cuman yang perlu ditunda itu kata dia, operasional pendidikan. "Untuk kembali mengoperasikan sekolah-sekolah saya pikir jangan dulu. Perlu pengkajian yang mendalam jangan sampai Sekolah menjadi kluster baru penyebaran Covid-19" ujarnya.

Tidak lupa ia kembali menegaskan bahwa penerapan New Normal aktivitas seperti biasa akan kembali bebas tanpa protokol kesehatan. Justeru kata dia, Penerapan new Normal di Kota Prabumulih bertujuan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Perlu kita sadari dan fahami bahwa virus corona masih tersebar luas di tengah masyarakat, penularan berlangsung dengan mudah dan cepat, sedangkan vaksin belum juga ditemukan. Jadi penerapan New Normal kepada masyarakat dihimbau untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan saat menjalankan aktivitasnya sehari-hari" pungkasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->