-->

Iklan

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan di Jalan Nias

19/05/20, 19:11 WIB Last Updated 2020-05-19T12:50:43Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PRABUMULIH - Kepolisian Sektor Prabumulih Timur terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan di Jalan Nias Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang menggegerkan warga sekitar.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Kompol Alhadi Ajansyah SH didampingi Kanitreskrim Ipda Ferdy SH menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya kuat dugaan korban meninggal akibat dikeroyok, mengingat banyak terdapat luka di sejumlah tubuh korban.

"Kejadian ini masih kita selidiki, termasuk masalah modus dan siapa pelaku yang telah mengeroyok korban hingga tewas. Saat ini korban sudah dilarikan ke RSUD Prabumulih untuk divisum. Sementara untuk pelaku kita sedang melakukan pengejaran" tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah menggegerkan warga Prabumulih di Jalan Nias Kelurahan Gunung Ibul Kota Prabumulih Sore tadi, Selasa (19/05/2020) sekira pukul 15.40 WIB. dua warga tewas terkapar berlumuran darah diduga akibat terkena bacokan senjata tajam (sajam) di di depan sebuah salon di Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Korban yang belakangan diketahui bernama Amin alias Anang Gondrong warga wonosari Prabumulih Utara dan Junaidi alias Robert warga Kelurahan Mangga besar itu tewas dengan kondisi mengenaskan dengan darah berceceran di lantai teras sebuah Salon. Sontak saja peristiwa berdarah ini mengemparkan warga sekitar.

Meski belum diketahui motif dugaan tindak pidana pembunuhan itu, namun secara pasti menurut informasi yang diterima oleh Posmetro, korban tewas diduga akibat dikeroyok sejumlah orang.

Salah seorang saksi bernama Fitri (36) warga sekitar mengungkapkan bahwa sebelum korban ditemukan tewas terkapar bersimbah darah, ia melihat korban sedang dikejar oleh tiga orang pria. Saat itu ia tengah duduk di depan rumah, tiba-tiba korban berlarian dikejar oleh tiga orang pria membawa sajam jenis parang.

Satu diantaranya menggunakan sepeda motor seraya membawa parang, sedangkan dua orang lainnya turut berlari mengejar korban. Tak berselang lama terdengar suara ribut seperti orang berkelahi. Kemudian sejenak senyap.

Tak lama kemudian ketiga orang yang diduga pelaku pembunuhan langsung kabur minggalkan korban yang sudah terkapar bersimbah darah tepat di depan salon Asna yang berada persis dengan rumah saksi.

Melihat itu Fitri langsung berteriak histeris dan meminta tolong warga. Sontak saja warga langsung berhamburan dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Aku dak lihat persis waktu mereka ribut. Soalnyo aku takut dan cuma dengar dari balik pintu. Setelah mereka kabur aku baru keluar rimah dan jingok korbannyo sudah bersimbah darah depan pintu salon," ujar Fitri.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->