-->

Iklan

Gegara BLT, Rumah Kades Segayam Dirusak Massa

22/05/20, 23:14 WIB Last Updated 2020-05-22T16:47:24Z
masukkan script iklan disini
Selain Rumah Kades Segayam Rumah Kades Pinang Banjar Kecamatan Gelumbang juga turut jadi sasaran massa dengan kasus dan persoalan yang sama. F/dok/ist
POSMETRO, GELUMBANG - Akibat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak transparan oleh perangkat desa, Seorang Kepala Desa menjadi bulan-bulanan warga. Peristiwa ini terjadi di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Warga desa mendesak agar Kepala Desa Amirudin segera mengundurkan diri akibat tidak transparan dalam penyaluran BLT Dana Desa, dan bantuan lainnya ke warga ditengah pandemi Covid-19.

Pantauan di lapangan, Demo ratusan warga mendesak Kades turun dari jabatannya mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian sector (Polsek) Gelumbang dan diback up Polsek Lembak serta Koramil 404-01 Gelumbang. Unjuk rasa warga bahkan sempat diwarnai aksi anarkis karna Kepala desa tak kunjung keluar dari kediamannya untuk menemui warga.

Kesal tidak mendapati tanggapan soal tuntutan massa yang meminta transparansi penyaluran BLT, massa langsung merangsek masuk kerumah Kades dan merusak pintu serta kaca jendela. Beruntung aksi massa yang sudah tersulut amarah itu berhasil diredam petugas gabungan.

Data yang dapat dihimpun, peristiwa penuntutan kades mengundurkan diri oleh warga bermula ketika tidak adanya transparansi Pemerintahan Desa dalam penyaluran BLT dan Bantuan sosial lainnya kepada masyarakat Desa. Sejak Kepemimpinan Kades Amirudin warga merasa ada yang tidak beres soal penyaluran bantuan sosial baik yang bersumber dari Pusat, Provinsi maupun bantuan dari Pemkab.

“Selama beliau memimpin atau menjadi Kades di Desa ini selalu saja tidak transparan dalam penyaluran bantuan sosial, baik PKH, BLT maupun dana desa. Yang kedua itikad baik kami datang kesini sebenarnya tidak ingin anarkis. Kami ingin beraudiensi dengan Kades selaku pimpinan tertinggi di Desa ini menyangkut penyaluran bantuan BLT, PKH maupun bantuan lainnya mengapa terkesan tidak adil dan tidak merata" ujar Halik Warga sekitar.

Dikatakan, pertanyaan warga tidak ditanggapi secara serius dan terkesan banyak yang ditutup-tutupi membuat sebahagian warga tersulut emosinya.

"Terus terang saja pak, yang menjadi puncak persoalan ini kalau dirunutkan mungkin banyaklah persoalan yang terjadi di desa Segayam ini. Cukuplah selama ini warga diam dan patuh dengan aturan. Namun ditengah pandemi Covid-19 ini rasanya seluruh masyarakat menjerit dan terdampak tanpa pandang bulu dan sangat-sangat mengaharpkan sekali bantuan dari pemerintah. Lantas kemana dan seperti prosedur penyaluran hingga ada yang dapat dan ada yang tidak. Malah sebaliknya yang tergolong mampu mendapatkan bantuan sementara yang jelas miskin tidak dapat bantuan. Kok bisa?" ujarnya bak berorasi.

Danramil 404-01 Gelumbang Kapt Arh Mardin usai mendengarkan orasi tuntutan warga tersebut belum dapat memberikan jawaban terkait tuntutan warga desa. Namun begitu ia mengaku jelas memahami situasi dan pemicu terjadinya demo warga terkait penyaluran Bansos.

Senada Danramil 0404-01 Gelumbang, Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno SH yang juga turun langsung ke lapangan senantiasa menghimbau massa untuk tetap tenang dan menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Pada kesempatan itu dirinya mengaku siap bersama Danramil Gelumbang untuk memfasilitasi dan mencari solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

Ditempat terpisah, kejadian serupa juga terjadi di Desa Pinang Banjar Kecamatan Gelumbang. Massa massa di desa ini  berbuat nekat dengan merusak dan membakar halaman rumah dan perabot rumah tangga milik Kepala Desa (Kades) Pinang Banjar.

Buntut pengerusakan rumah kades disebabkan adanya salah satu warga yang ikut demo pada malam sebelumnya yang menurunkan jabatan kades Jon Kenedi, dicoba ditangkap jajaran kepolisian dari Polres Muara Enim. Karena hal itu warga kesal dan berusaha mengahalangi pihak kepolisian menangkapnya, sehingga nyaris terjadi bentrok.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di desa tersebut sudah mulai kondusif. Kapolres Muara Enim, Donni Ekka Syahputra SIK MH yang terjunlangsung ke lokasi kejadian berhasil meredam amukan massa.

"Tuntutan terhadap kades yang di minta untuk mengundurkan diri sudah dalam proses pemeriksaan Aviv Inspektorat Pemda Muara Enim. Itu sudah sesuai dengan prosedur. Kalau sudah ditentukan pidananya, maka kami akan proses," ujar Kapolres.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->