-->

Iklan

DPRD Apresiasi Pemkot Prabumulih Soal Penangan Covid-19

11/05/20, 22:42 WIB Last Updated 2020-05-11T19:44:07Z
masukkan script iklan disini


PRABUMULIH - Menanggapi keluhan dan pertanyaan sejumlah pihak yang menyatakan Prabumulih lamban dalam penanganan virus corona serta pemerintah yang dituding menutupi jumlah pasien positif karena tidak signifikan bertambah, mendapat tanggapan tegas dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, Sutarno SE.

Sutarno justru menegaskan bahwa Kota Prabumulih tergolong tercepat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona. Terbukti, kota Prabumulih pertama di Sumsel membagikan sembako kepada masyarakat dan Prabumulih memiliki 2000 rapid test sehingga jumlah pasien positif corona tidak bertambah signifikan seperti daerah-daerah lain.

Kata dia, jikapun ada penambahan, itu merupakan pasien Impor alias datang dari luar daerah dan bukan warga asli Kota Prabumulih.

Walikota

"Salah kalau dibilang lamban, kota Prabumulih ini malahan tercepat dalam penanganan Covid 19. Sekarang ini pasien positif tidak bertambah signifikan seperti daerah lain bahkan sembuh sudah banyak, begitupun untuk ODP, PDP dan OTG menurun, kami DPRD Prabumulih tau persis karena kami selalu mengikuti dan memantau kinerja pemerintah" ujar Bendahara Partai Golkar itu.

Ia juga menjelaskan sistem penangan yang tanggap yang dilakukan Pemerintah justru secara signifikan menurunkan angka pasien. ketika ada pasien positif lanjut Tarno, langsung ditrack, kemudian orang-orang yang kontak erat langsung dirapid tes dan yang positif rapid langsung diisolasi di rumah sakit disediakan maupun isolasi mandiri.



"Jadi begitu ada warga dinyatakan positif hasil swab maka tim gugus tugas langsung tracking siapa-siapa yang kontak erat dan langsung dirapid tes. Jika positif rapid test langsung diisolasi baik ke rumah sakit maupun secara mandiri dirumah dengan dipantau ketat petugas medis," ujarnya.

Berbeda dengan daerah lain menurut Tarno, dimana warga yang kontak erat dengan pasien positif harus menunggu swab diajukan ke Provinsi dan selama menunggu kemungkinan tidak isolasi sehingga sudah menyebar kemana-mana.

"Di kita orang-orang yang kontak erat langsung rapid dan isolasi, jika dua kali rapid negatif berarti tidak terpapar dan itu sudah sesuai dengan alur pemeriksaan dari Kemenkes. Seluruh klaster yang ada bahkan sudah di tracking dan di rapid test, jadi kenapa harus dipaksakan ada trend naik kalau memang kenyataan penanganan sudah baik," katanya seraya mengatakan Prabumulih duluan warganya positif namun peningkatan justru banyak daerah lain.



Sutarno menuturkan, pemerintah Prabumulih mengetahui jika Rapid test memang tidak akurat tapi tidak akurat saja sudah melakukan isolasi dan penanganan layaknya pasien positif apalagi jika telah ada hasil positif swab maka penanganan ekstra maksimal.

"Belum akurat saja sudah diisolasi dan diberikan obat serta pelayanan kesehatan seperti pasien positif apalagi memang positif, dengan adanya rapid tes itu Prabumulih itu ibarat siswa sudah ikut tryout dulu makanya ketika swab positif dan isolasi cepat sembuh," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr Happy Tedjo mengaku jika pemerintah kota Prabumulih dan gugus tugas terus bekerja melakukan penanganan pencegahan dan penanggulangan Covid 19.

"Saat ini memang ada trend penurunan di Prabumulih, kontak erat yang positif hasil rapid langsung kita isolasi mandiri maupun di rumah sakit. Sekarang memang terjadi penurunan kenapa harus dipaksakan naik, memang kita terus ajukan swab ada 11 yang menunggu hasil namun mereka telah kita isolasi sejak lama, harapan kita hasilnya negatif," katanya membantah isu menyatakan Prabumulih tidak mengajukan swab.

Tedjo mengakui memang ada penambahan baru klaster ke 5 dan pihaknya langsung melakukan tracking kontak erat di rumah maupun di lingkungan kerja dan telah melakukan rapid tes. Klaster baru ini sendiri belum diketahui dari mana karena tidak ada riwayat di empat klaster sebelumnya.

"Makanya kita langsung bergerak tracking dan tes pakai rapid, kita juga telah koordinasikan ke Kabupaten Muaraenim karena rumah pasien itu juga ada di Muaraenim," bebernya seraya mengatakan serius dan gerak cepat itu yang membuat Prabumulih tak bertambah signifikan.

Tedjo menjelaskan berdasarkan kementerian kesehatan alur pemeriksaan rapid tes antibodi dan rapid tes antigen yakni OTG, ODP dan PDP dirapid tes lalu jika negatif maka isolasi selama 10 hari.

"Jika selama isolasi gejala memberat segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk rapid tes jika hasil negatif berarti bukan Covid 19, jika positif maka diajukan swab kalau swab negatif berarti bukan tapi kalau swab positif berarti terkonfirmasi," katanya.

Lalu jika OTG, ODP dan PDP hasil rapid positif maka langsung diajukan swab tes dan jika hasil swab positif berarti terkonfirmasi covid 19 dan kalau terkonfirmasi tanpa gejala maupun ringan maka isolasi di rumah, jika sedang maka rujuk ke RS darurat dan jika berat maka ke rs rujukan.

"Sama halnya jika OTG, ODP dan PDP gejala berat butuh perawatan di RS maka langsung dirujuk ke RS rujukan mengikuti pedoman. Kita terus upayakan langkah-langkah cepat sehingga tidak bertambah, keuntungan kita memiliki 2000 rapid tes sehingga bisa langsung periksa yang kontak erat sebagai langkah antisipasi," tegasnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->