-->

Iklan

Dipindahkan ke Terminal, Begini Kondisi dan Respon Pedagang

27/05/20, 23:15 WIB Last Updated 2020-05-27T16:15:44Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PRABUMULIH - Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, Pemerintah Kota Prabumulih terpaksa mengambil kebijakan dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sejalan dengan regulasi tersebut, Pemerintah juga bermaksud ingin mengurai jumlah kerumunan warga di tengah pandemi dengan menggeser pusat perdagangan kebutuhan pangan yang sebelumnya berpusat di pasar pagi menjadi di kawasan terminal Jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih.

Aktivitas bongkar muat sayur mayur dari berbagi daerah yang masuk ke Kota Prabumulih kini secara resmi di pusatkan ke terminal Kota Prabumulih. Hal ini akan berlangsung selama PSBB di Bumi Seinggok Sepemunyian belum berakhir. Kepastian akan dipindahkan kembali ke tempat semula juga belum ada penegasan dari pihak berwenang.

Namun demikian, relokasi aktivitas bongkar muat barang sayur mayur ini direspon baik kalangan agen. Selain tempatnya yang luas, mereka juga merasa lebih nyaman melakukan aktivitas bisnis dan dagang di sana.

Untuk diketahui, sejak aktivitas bongkar muat sayur mayur dialihkan ke terminal, pertumbuhan ekonomi di kawasan ini mulai tumbuh dengan baik. Jika sebelumnya kawasan terminal Lingkar Timur terlihat sepi, tidak lagi dengan sekarang. Bahkan pukul 01.00 wib dini hari, kawasan ini mulai sibuk dan ramai dengan aktivitas jual beli.

Para pedagang di pasar pagi berduyun-duyun mendatangi terminal untuk menjemput barang dagangan yang kembali akan di jual di pasar pagi PTM Kota Prabumulih. Seperti malam kemarin, Ratusan kenderan mulai dari kenderaan roda dua dan empat tampak terparkir dengan rapi di kawasan terminal. Warung Kopi di bilangan terminal bahkan sudah buka dini hari kemarin.

Kasno (49) salah seorang sopir truk pengangkut bawang yang berasal dari luar Kota mengaku merasa lebih baik melakukan aktivitas bongkar barang di Terminal. Pria yang mengaku berasal dari Lampung Kota itu bahkan menginginkan suasana atau aktivitas bongkar barang hendaknya bisa dipertahankan di terminal.

"Disini rasanya lebih baik Mas, tidak banyak mengeluarkan kos tambahan untuk jatah preman. Kalau di pasar sebelumnya uang parkir saja mencapai 10 ribu. Beda dengan disini yang hanya 3 ribu rupiah saja. Selain aman, pemutaran kenderaan seperti truk juga sangat mudah dan tidak ribetlah pokoknya seperti kemarin-kemarin" ujarnya.

Senada dengan Kasno, Rumyati (51) salah seorang pedagang sayur juga mengaku lebih nyaman berdangang di Terminal. Hanya saja, lantaran masih baru diipindahkan jadi masih agak sepi. "Nyaman itu sudah pasti iya om. Selain tempatnya luas, kawasan ini juga terlihat bersih. cuman itulah masih sepi. Mungkin karna masyarakt belum menyeluruh tahu iya. Iya mudah-mudahan saja kedepannya semakin ramai" ujarnya berharap.

Pantauan posmetro.co.id, lampu penerangan jalan ke kawasan pasar di Terminal masih terlihat minim. Meski jalan lingkar saat ini sudah bagus, namun karna masih sepi dan minim lampu penerangan jalan, masyarakat Cambai, Gunung Ibul yang ingin berbelanja sayur mayur masih harus melalui pasar ke arah sukaraja, lalu ke simpang lima lalu ke terminal. Atau dari jalan Sudirman masuk ke Jalan Bukit lebar terus ke arah Simpang lima lalu ke Terminal. Mereka masih enggan langsung ke terminal melalui jalan lingkar saat tengah malam apalagi penerangan jalan yang belum dipersiapkan.

"Kalau penerangan jalan lingkar dibuat saya rasa Pasar di terminal akan hidup. Mungkin warga dari Camabai atau gunung Ibul, Muara Dua sekitarnya bisa lewat jalan lingkar kalau ingin berbelanja sayur tanpa harus memutar lewat kota menuju terminal. Jika itu terwujud, bisa saja para pedagang atau agen betah bertahan disana" ujar Martoni (44) warga Gunung Ibul saat disambangi saat berbelanja untuk kebutuhan warung miliknya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->