Iklan

Kisruh Pembagian Paket Sembako, Warga Datangi Kantor Lurah

11/04/20, 15:38 WIB Last Updated 2020-04-11T08:51:45Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, PRABUMULIH - Pembagian Sembako yang dinilai tidak berkeadilan memaksa warga kurang mampu di Kota Prabumulih mendatangi Kantor Kelurahan untuk mengklarifikasi seperti apa kriteria penerima bantuan Sembako yang bersumber dari Pemerintah Kota Prabumulih itu.

Informasi yang berseliweran di media sosial juga menimbulkan kegaduhan ditengah tengah warga sebab banyak warga miskin terlewatkan dari bala bantuan tanpa mampir barang sejenak meski kondisi bangunan rumah warga sudah reot dan hampir rubuh. 

Sebagaimana yang terlihat di Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Tadi pagi, puluhan warga mendatangi Kantor tersebut. Kedatangan warga dari 13 RT ini tidak lain untuk menerima bantuan paket sembako gratis terdampak covid-19 dari Pemerintah Kota Prabumulih, Sabtu (11/04/2020). Namun begitu, pembagian paket sembako yang di koordinatori oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Prabumulih tidak berjalan mulus. Masih banyak warga yang mengeluhkan bantuan tersebut dan disinyalir tidak berkeadilan.

Teratat, sebanyak 1008  kepala keluarga di Kelurahan ini yang menjadi sasaran bantuan paket sembako terdampak Covid-19. Warga tersebut berasal dari 13 RT dan 4 RW. Pantauan dilapangan, bantuan yang diberikan berupa 2 Karung Beras total 20 Kg, Mie Instan 2 Dus dan satu botol kecap. Awal pembagian berjalan normal, namun semakin kedepan warga kian bertumpuk dan petugas pembagi sembako mulai kewalahan. 

Kepala dinas Perpustkaan dan Arsip Daerah Kota Prabumulih Mulyadi Selaku Koordinator Bantuan Paket Sembako di Kelurahan tersebut kepada media mengaku, pihaknya hanya sekedar membagikan saja berdasarkan jumlah data penerima yang sudah tercatat jauh sebelum acara pembagian hari ini.

"Selanjutnya, terkait siapa siapa penerima itu bukan urusan kami. Yang kami bagikan saat ini mengacu pada data yang ada. Semua telah sesuai dengan data. Apakah itu PKH atau bukan yang pasti sudah berdasarkan data" ujarnya seraya menambahkan bahwa tugas mereka hanya sekedar menyerahkan saja.   

Dia juga tidak menampik bahwa ada bantuan gelombang kedua jika ada penambahan data. Bahkan Mulyadi mengaku pembagian sembako ditujukan kepada warga terdampak Virus Corona Covid -19 atau khusus warga Program Keluarga Harapan (PKH) juga tidak tahu secara rinci. Yang jelas pihaknya mengaku hanya menjalankan tugas membagikan bantuan paket sembako dari pemerintah kepada warga sesuai data yang ada.

"Kalu soal apakah bantuan ini ditujukan terhada warga terkena dampak Covid-19 atau khusus PKH kita kurang tahu pasti. Yang jelas, kita sudah bekerja maksimal melakukan pembagian sebagaimana data yang kita kantongi. Sebagaimana arahan dan himbauan Bapak Walikota bagi yang belum dapat bantuan bisa mendangi kantor lurah setempat dengan mengajukan  KK/ KTP  untuk segera diverifikasi '' ujarnya 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->