Iklan

Pererat Toleransi Beragama, Kapolres OI Bersihkan Gereja

24/12/19, 09:26 WIB Last Updated 2019-12-24T04:16:36Z
masukkan script iklan disini
POSMETRO, OI - Sebagai warga Negara Indonesia yang hidup di tengah keragaman adat, suku, budaya dan agama tentu saja kita dituntut untuk toleran terhadap kelompok agama lain. Jika masing-masing kelompok agama tidak toleransi kepada kelompok lain, ditakutkan akan menimbulkan konflik sosial yang menyebabkan perpecahan.

Mengingat toleransi dapat mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan damai, maka sikap toleransi antar umat beragama harus lebih ditingkatkan lagi sebagaimana yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Ogan Ilir, Senin (23/12/2019).

Guna mewujudkan Ogan Ilir yang aman damai dan bersih dalam keragaman, Kapolres Ogan Ilir beserta jajarannya siang tadi tampak melakukan aksi bersih-bersih rumah ibadah jelang pelaksanaan Hari Raya Natal pada Rabu, (25/12/2019) besok.

Kegiatan yang bertajuk Baksos dan Bersih Rumah Ibadah ini dipimpin dan diinisiasi langsung oleh Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, SIK, MH yang terlihat berbaur bersama para personelnya dan jemaat membersihkan gereja HKBP Efrata Lorok di Jalan Lintas Indralaya - Prabumulih Desa Lorok Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. 

Kapolres Ogan Ilir yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya seusai acara bersih-bersih rumah ibadah mengatakan,
bakti sosial dan aksi bersih-bersih rumah ibadah yang digelar oleh Jajarannya merupakan wujud toleransi antar umat beragama di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

"Itu adalah kegiatan bakti sosial Polres Ogan Ilir yang digelar sebagai wujud toleransi antar umat beragama di wilayah hukum Polres Ogan Ilir guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, bersih dan damai. Sebab toleransi merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok dalam masyarakat" ujarnya.

Dikatakan, dengan kegiatan baksos dan bersih-bersih rumah ibadah yang dilakukan jajaran Polres Ogan Ilir nantinya diharapkan mampu merubah pandangan masyarakat terhadap perbedaan.

"Perbedaan bukan sebagai pertentangan, permusuhan, tetapi sebagai suatu keniscayaan. Karena orang beragama adalah orang yang toleran mampu menerima, menghargai, dan memberi kebebasan kelompok lain bagi yang seagama maupun yang berbeda agama" imbuhnya.

Pantauan di lapangan, Kapolres didampingi pejabat teras Polres Ogan Ilir tak sungkan mencabut rerumputan liar di sekitaran rumah ibadah dan mengangkut sampah sisa-sisa pembakaran untuk kemudian di buang. Selain itu, perwira berpangkat dua melati di pundaknya itu juga tak sungkan-sungkan membersihkan tempat duduk jemaat di dalam gereja menggunakan alat pembersih.

Aksi nyata Polres Ogan ilir ini langsung mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat Indralaya Utara H. Fauji. Mengapresiasi aksi nyata Polres Ogan ilir, Fauzi mengungkapkan, semua warga indonesia harus sadar dan lebih mendalami arti "Bhineka Tunggal Ika" serta sadar bahwa Indonesia memang memiliki begitu banyak suku bahasa dan agama yang seharusnya disyukuri oleh semua masyarakat indonesia bahwa kita sangat kaya dan bangga jika kita dapat hidup lebih tenang dan saling melengkapi. 

"Terimakasih kepada Polres Ogan Ilir yang telah mengisiasi dan kembali meningkatkan rasa sikap toleransi antar umat beragama di Ogan Ilir. Semoga dengan langkah tersebut Ogan Ilir yang kita cintai bersama ini dapat hidup rukun antar sesama. Dan perlu digarisbawahi, setiap suku, ras, maupun agama tidak dapat hidup sendiri-sendiri di indonesia. Untuk itu, perlu sikap toleransi yang tinggi demi terciptanya Indonesia yang damai" pungkasnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh Pendeta Gereja HKBP Efrata Lorok, Pdt. Aron Lado Panggabean.

Dari kegiatan Bakti Sosial Polres Ogan Ilir di Gereja HKBP Lorok, Aron Lado mengaku tersanjung karena Gereja tersebut didatangi langsung oleh Kapolres dan turut serta membersihkan Gereja bersama jajaran dan pejabat teras di lingkungan Polres Ogan Ilir.

"Ini setidaknya menjadi cambuk bagi kita umat kristiani di Ogan Ilir. Kapolres yang notabene beragama Islam saja mampu turun dan berbaur dengan jemaat membawa serta jajarannya membersihkan gereja. Kita sebagai jemaat kalau boleh jangan kalah untuk tetap menjaga kebersihan. Kemudian yang perlu dicermati ialah sikap toleransi yang di tularkan oleh Kapolres hendaknya menjadi virus bagi kita untuk meningkatkan saling hormat-menghormati antar umat beragama" ujarnya.

keberagaman dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika sangat penting dijaga dalam masyarakat. Alasannya, Indonesia terdiri dari macam suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda dalam mendirikan negara Indonesia. "Itu yang harus diusahakan dijaga dan dirawat terus menerus,"pungkasnya. (Jun M)



Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->