HEADLINE NEWS

Korban Perampokan Masuk Bui, Kok Bisa?

POSMETRO, PRABUMULIH - Ada-ada saja ulah Nurmala Sari (22) karyawati salah satu minimarket di Kota Prabumulih. Akibat perbuatannya merekayasa sebuah kasus tindak pidana, ia terpaksa berurusan dengan pihak berwajib.

Nurmala sari nekat membuat laporan palsu kepihak Polisi Sektor Prabumulih timur seolah toko dirinya bekerja dirampok oleh sekelompok maling. Polisi yang menerima laporan tersebut lantas melakukan olah TKP dan tidak menemukan tanda-tanda adanya peristiwa perampokan di toko itu.
Lho kok bisa?

Nurmala sari yang semula dalam laporannya berstatus sebagai korban, ternyata sengaja merekayasa kasus perampokan di tempat kerjanya. Ia terpaksa melakukan hal tersebut karena terlilit hutang rentenir.

Ibu muda beranak satu yang dipercaya memegang kunci brankas toko menggasak seluruh uang yang berada di dalamnya sebesar Rp. 41 juta seolah toko tersebut baru saja dimasuki maling.

"Saat lagi menghitung uang di dalam brankas tiba-tiba datang seorang pria tidak dikenal menggunakan pisau dan langsung menodong Diana. Merasa ketakutan Diana lantas menyerahkan uang yang berada di brangkas sebesar Rp 41 juta kepada orang tak dikenal tersebut. Setelah uang didapat pelaku pun langsung kabur" ujar Kapolres Prabumulih mengutip pengaduan yang disampaikan oleh Nurmala Sari.

Dikatakan, menindaklanjuti pengaduan, petugas langsung terjun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun setelah dilakukan serangkaian penyelidikan rupanya banyak kejanggalan. Setelah di desak akhirnya Diana mengaku telah melakukan rekayasa perampokan.

Kasus perampokan Alfamard di Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur adalah rekayasa untuk itu pelaku kita tangkap atas laporan palsu," ujar AKBP Tito Hutauruk Travolta SIk MH, di dampingi Wakapolres Prabumulih dan Kapolsek Prabumulih Timur saat konferensi pers di Polres Prabumulih, Jumat (13/9/2019).

Kapolres menambahkan, jabatan pelaku Diana merupakan asisten kepala toko dan pemegang kunci brangkas. Sehingga ia dengan leluasa bisa menguras isi berangkas. "Pengakuannya uang sebesar Rp 41 juta dimasukan di kardus mie. Namun yang kita amankan saat ini uang Rp 834 ribu yang ada di brangkas serta uang Rp 2,6 juta yang dititipkan pelaku ke temannya," terangnya.

Yang melatarbelakangi pelaku merekayasa perampokan lanjut Kapolres, karena terlilit hutang. "Saat ini masih kita selidiki apakah ada keterlibatan orang lain. Pelaku kita ancam pasal 242 KUHPidana 7 tahun penjara," tegasnya.

Tidak lupa Perwira dengan melati dipundaknya itu juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sesekali mencoba membuat laporan palsu. Polres Prabumulih dengan seluruh kemampuan yang dimiliki tentu tidak mudah untuk diperdaya apalagi untuk diperalat demi kepentingan sesat.

" Dengan kasus ini, Saya ingatkan kepada masyarakat jangan sesekali melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Karena pasti akan berhasil terungkap. Apalagi soal kasus laporan palsu, kita berharap masyarakat Prabumulih jangan sesekali mencoba melakukannya" ujar Tito.

Hal ini disampaikan mengingat selama menjabat sebagai Kapolres Prabumulih Tito mengungkapkan, sudah 3 kasus dengan modus yang sama berhasil diungkap pihaknya. Satu diantaranya bahkan nekat menembak kakinya sendiri seolah-olah pelaku menjadi korban perampokan usai melakukan transaksi di sebuah Bank di Kota Prabumulih.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011