HEADLINE NEWS

Ridho Yahya La Nak Abes, Talang Sako Masih Lok ini

POSMETRO, PRABUMULIH - Geliat pembangunan di Kota berjuluk Kota Nanas akhir-akhir ini memang cukup pesat. Mulai dari pembangunan Taman, Jalan, Gedung, dan lain sebagainya. Bahkan saking gencarnya pembangunan, Pemerintah terkesan kebablasan dalam mengelola keuangan daerah. Diantaranya banyak bangunan yang tegak berdiri minim fungsi bahkan tidak sedikit diantaranya menjadi hunian para Jin.

Di balik program Pemerintah yang jor-joran itu ternyata tidak sepenuhnya mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terlebih penempatan anggaran banyak terfokus disitu-situ saja. Artinya, kualitas bangunan seolah didesain berumur prematur untuk kemudian anggaran berikutnya dikucurkan pada proyek yang sama.

"Pengamatan kita tidak lebih seperti itu. Bayangkan saja trotoar sepanjang Sudirman di tengah kota. Belum beberapa tahun sudah hancur lebur. Ironisnya tahun ini proyek tersebut kembali ditenderkan dengan nilai yang wah, yakni mencapai Rp.10,90 Miliar. Mengacu pada program prioritas Pemerintah, masih banyak yang lebih prioritas selain trotoar. Buktinya jalan-jalan pemukiman warga dari kampung ke kampung mungkin lebih tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh bayak rakyat" ujar pengamat ekonomi dan Politik Kota Prabumulih Pohan Maulana, SE.

Mengingat banyaknya dana APBD yang tidak tepat sasaran, semisal proyek pembangunan jalan Pelangi di Tengah Kebun Karet warga di Kelurahan Sindur menjadi polemik bagi warga Talang Sako di belahan timur Prabu Jaya Kelurahan Sukajadi. Sedih tak terkira dan hanya bisa pasrah seolah tidak dianggap lagi menjadi warga Kota Prabumulih.

"Iyo dak nyalahkennyo mang. Pak Ridho la nak abes jalan kampung kami masih lok ini. Nai rumah tegak samo masjid disano kampung situ la nak 12 tahun sampai sarini lom ado tando-tando nak dibeneri jalan itu. Kapan kemarau bedebu, hujan belumpur. Giliran jalan yang laen, tokak bae lom la dibangun lagi" ujar Mat Amin (50) warga sekitar yang kebetulan melintasi Jalan Talang Sako sepulang menjemput anaknya sekolah.

Melihat jalan terjal menurun dan menanjak, Talang Sako kini tak ubahnya Talang di tengah Kota. Tiada bekas atau tanda kawasan ini pernah disentuh bangunan APBD. Hal ini pula yang menambah minimnya minat warga untuk tinggal disana. Sebab faktor pembangunan sangat menentukan perkembangan suatu daerah.

Fenomena geliat pembangunan yang tidak merata di Kota Prabumulih menurut pengamat disebab dua faktor. Faktor ekonomi dan faktor Politik.

"Diawal kita tahu betul bahwa Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Kota Prabumulih dalam menyusun program menargetkan pertumbuhan ekonomi sebanyak mungkin di wilayah Kota Prabumulih. Ini murni Program kerja Pemerintah tanpa ada tekanan politik.

Kemudian lanjut dia, program tersebut merupakan target jangka pendek untuk mempersempit kesenjangan antar kecamatan meningkatkan pemerataan pembangunan.

Jika dibandingkan dengan kecamatan lain,  pembangunan di wilayah timur mungkin lebih besar sekitar 40 persen. Sementara pembangunan di kecamatan lain hanya mencapai 20 - 30 persen. Meski demikian, setidaknya pembangunan tidak melulu terfokus di satu titik dan mengabaikan titik lainnya.

Pohan berharap, geliat pembangunan di Kota Prabumulih murni demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat agar pusat pertumbuhan di Kota Prabumulih tak hanya temporer yang kemudian hilang.

Untuk mewujudkannya lanjut dia, konektivitas infrastruktur harus dibangun lebih menyebar dan terukur sebab pembangunan bukanlah untuk memperkaya kelompok tertentu.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011