HEADLINE NEWS

Memaknai Kemerdekaan RI ke 74, Ini Kata Wahyu Budi Pratama

POSMETRO, PRABUMULIH - 17 Agustus 1945 adalah awal momentum untuk menentukan nasib negara Indonesia di mata Internasional. Pada hari itu, bangsa Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka telah berhasil mengeluarkan diri dari paradigma sebagai bangsa terjajah yang berabad-abad ditanamkan oleh bangsa penjajah. Hari yang menjadikan Indonesia setara, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi di antara negara-negara lain.

Kemerdekaan tentu saja kenikmatan yang maha besar dan ia tidak bisa dirampas begitu saja dari suatu bangsa, kecuali dengan adanya sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya perampasan kemerdekan itu. Sebab-sebabnya memang banyak tapi yang paling berbahaya adalah ketidaktahuan tentang arti kemerdekaan. Karena percuma merdeka bila tidak tahu apa arti sebenarnya dari merdeka itu sendiri. Akibatnya akan kembali terjajah.

Memaknai arti kemerdekaan di era tehnologi modern seperti saat ini, Politisi milenial atau Caleg Terpilih Partai PAN Kota Prabumulih Wahyu Budi Pratama SE mengatakan, salah satu musuh terbesar bangsa saat ini adalah disintegrasi, terorisme, Kemiskinan, Korupsi dan Narkoba.

"Ke depan peperangan terbesar yang sesungguhnya oleh bangsa ini ialah, Desitegrasi, narkoba, terorisme, kemiskinan, Korupsi dan masih banyak hal lain yang bisa memicu kemerdekaan sesungguhnya terampas. Karenanya, harus diatasi dan dilawan untuk tujuan mempercepat proses kesejahteraan masyarakat" ujar penggiat otomotif Offroad Prabumulih itu.

Di Bumi Seinggok Sepemunyian lanjut dia, persoalan yang paling pelik ialah narkoba. Bukan hanya di Kota tercinta, ancaman narkoba bahkan sudah menjadi musuh dan ancaman berat dunia.

"Peredaran Narkoba saat ini bukan lagi terfokus di kota-kota besar. Jaringan narkoba bahkan sudah masuk ke sektor terendah dalam sistem pemerintahan yakni Desa. Kita sangat memahami secara detil bahwa pada intinya  narkoba adalah perusak masa depan bangsa, kemudian menurunkan tingkat kesehatan dan kecerdasan sehingga pada ujungnya akan mudah terjajah oleh budaya dan pengaruh yang dapat melemahkan anak bangsa," ucapnya.

Selain empat subtansi dari makna kemerdekaan atas bangsa Indonesia yang disebutkan diatas, saat ini lanjut Wahyu, yang utama tentu saja, mengenang mengingat menghargai jasa para pejuang bangsa yang ratusan tahun menderita demi sebuah kemerdekaan anak cucunya yaitu kita.

Kemudian yang tidak kalah penting ialah peranan kita sebagai anak muda setelah kemerdekaan yang dihantarkan oleh para pendiri bangsa khususnya proklamator sampai pintu gerbang kemerdekaan untuk kemudian mengisi kemerdekaan dengan prestasi, karya untuk negeri yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Intinya kita harus keluar dari kemiskinan, kebodohan, masalah penggangguran dan percepatan kesejahteraan. Sebab kemerdekaan Indonesia sangat tidak ternilai harganya. Bayangkan, satu-satunya negara didunia ini hanya Indonesia dengan beragam suku, agama, bahasa, budaya dan keniscayaan perbedaan itu menjadi satu kesatuan. Untuk itu, mari para Pemuda bangsa, kita bergandengan tangan menyatukan kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi gemilang untuk Indonesia" pungkasnya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011