-->

Iklan

Pelaku Penyebar Foto Syur Mengaku Kerap Tidur Seranjang dengan AY

09/03/19, 19:34 WIB Last Updated 2019-03-13T11:45:42Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Edodi Mandala (30), pelaku penyebar foto syur bidan puskesmas gunung kemala mengakui kalau dirinya meniduri bidan AY seminggu sekali dalam kurun waktu 5 bulan lamanya. Hubungan intim itu dilakukan berdasarkan suka sama suka tanpa ada paksaan.

"Seminggu sekali saya tiduri AY, selama 5 bulan lamanya. Saya lakukan itu ditempat kosan saya. Hubungan itu kami lakukan atas dasar suka sama suka," ujar Edodi saat press release yang digelar Satreskrim Polres Prabumulih, Senin (11/3/2019) pukul 07.30 WIB.

Edodi yang merupakan warga Gang Swis Kelurahan Kemuning Kecamatan Lubuk Linggau Utara kota Lubuk Linggau menjelaskan, nekat menyebarkan foto-foto syur mantan pacar di media sosial dilakukan lantaran ingin mengikat korban jangan kemana mana, dan untuk memanfaatkan korban mengambil uangnya.

"Sudah 16 kali berhubungan intim sama AY. Perbuatan yang ke 9 direkam atas persetujuan AY juga. Selain itu, saya juga pernah meminjam uang korban Rp 800 ribu. Saya sendiri yang menyebarkan foto syur tersebut melalui akun saya dan atas nama AY," tegasnya.

Edodi Mandala menambahkan, kenal sama bidan AY dari Facebook. Dan selama berpacaran saya mengaku bekerja sebagai pegawai kejaksaan. Hal ini dilakukan supaya AY terpikat dan cinta sama saya. "Pekerjaan saya hanya sales. Saat ini saya juga sudah ada 3 wanita yang mulai dekat sama saya di Linggau, dan rencananya akan saya buat seperti itu juga. Ngaku sama AY saya pegawai kejaksaan," ungkapnya.


Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk Travolta SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH mengatakan, Edodi Mandala ditangkap di Desa Tegalrejo kota Lubuk Linggau, Sabtu (9/3/2019) pukul 23.00 WIB dikosannya.

"Anggota 3 hari di Linggau melakukan penyelidikan dan akhirnya pelaku berhasil tertangkap. Memang cukup sulit menangkapnya karena pelaku sering berpindah-pindah. Dalam beraksi pelaku ngakunya pengacara, polisi dan pengusaha. Akan dilakukan pemeriksaan ke kominfo untuk mengecek akun pelaku," tegasnya.

Masih kata Kapolres, untuk pelaku akan dikenakan pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara. "Dari pengakuannya baru satu kali korban di Prabumulih. Pelaku dikenakan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara," pungkasnya. AYJ
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->