-->

Iklan

Tolak Tambang Batubara, Prabumulih Jadi Pusat Perhatian

02/08/16, 15:18 WIB Last Updated 2016-08-05T08:19:14Z
masukkan script iklan disini
PRABUMULIH, PP - Menjaga lingkungan dari kerusakan akibat eksploitasi memang bukan perkara mudah. Apalagi banyaknya godaan dengan iming-iming sejumlah uang oleh para pelaku tambang guna memuluskan usahanya mengeruk harta terpendam bernama batu bara dari perut bumi seinggok sepemunyian Kota Prabumulih.

Disamping APBD yang sangat terbatas setidaknya Kota ini sah-sah saja jika mengizinkan wilayahnya dieksploitasi untuk menutupi atau menambal keuangan daerah agar
roda pemerintahan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Namun hal itu ditantang keras oleh Walikotanya bernama Ir. H Ridho Yahya MM. Baginya iya tak mau dikutuk oleh anak cucu penghuni Bumi ini dan menjadi penghalang utama dirinya masuk Syurga jika nanti dipanggil oleh sang maha pencipta karena telah merusah lahan yang subur menjadi gersang dan panas.

Bagi Ridho Yahya banyak peluang untuk menambah APBD tanpa harus
merusak lingkungan. Yang diperlukan adalah sumber daya manusia, melakukan lobi lintas Instansi ke Pemerintah Pusat dan berpikir bagaimana caranya agar sebahagian APBN bisa mengalir ke Daerah Khususnya Kota Prabumulih. 

Hal ini pun kerap disampaikan kepada masyarakat Kota Prabumulih agar terus menerus menjaga lingkungan dari segala ancaman pengerusakan. Janjinya Ia selalu berada paling baris depan jika ada seseorang yang mencoba melakukan
pengerusakan melalui pertambangan batu bara. Bahkan ia juga tak segan turun ke jalan menyetop angkutan batubara yang melanggar Perwako melintasi jalan kota.

Prabumulih menolak Tambang Batubara ala Pemkot Prabumulih pun mendapat ganjaran perhatian seluruh kalangan baik di tingkat Propinsi Sumsel maupun Pusat. Bahkan sebagai ganjaran akan penolakan tambang Batubara tersebut, Kota Prabumulih dijadikan tuan rumah peringatan hari lingkungan hidup sedunia pada
senin (01/08/2016).

Acara tersebut yang dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki itu juga dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah di Sumsel. Selain Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM ada juga Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, Bupati OKU Kuryana Aziz, Wakil Bupati Pali Ferdian Andreas Laconi, Bupati Muba, Wawako Pagar Alam dan sejumlah Kepala Daerah se-Sumsel.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup
Sedunia bertujuan untuk menghidupkan antusiasme masyarakat dalam melestarikan lingkungan  dan satwa langka dan membentuk karakter Pribadi  seluruh masyarakat se-sumatera selatan turut andil dalam menjaga dan peduli terhadap lingkungan hidup.

Walikota Prabumulih dalam sambutanya mengatakan, Kota Prabumulih salah satu kota percontohan gas rumah tangga tingkat nasional dan menjadi satu satunya kota yang menolak
ekploitasi tambang batubara di Indonesia. “Jadi sudah sepantasnya Kota Prabumulih dipilh menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Lingkungan Hidup sedunia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2016,” Ungkap Walikota, (ads/pp/jun)
Komentar

Tampilkan

Terkini

-->