-->

Iklan

Ayunan dan Pelupuk Bulan

30/09/15, 10:23 WIB Last Updated 2017-02-20T12:35:49Z
masukkan script iklan disini
“Itulah biji-biji cahaya yang berjatuhan,”
telunjukku monumen perebah segala rumput-rumput
keraguan. Kata-kataku sungai tanpa kerikil berlumut
licin, memelesetkan. Tetapi kau memandangku dengan
mata-mata dingin, sebagai raut sarang bualan?

Ach, kau : airmata yang tak sedang kualirkan, kesedihan
yang tak hendak kulahirkan, kembalilah lelap di peraduan. Waktu
tak tengah melintir, memilin alasan-alasan
buruk dan busuk sebuah pangkal perdebatan

“Biarkan ia tumbuh di setiap titik kejatuhan,”
menjadi musim yang mematungkan kebekuan, mematangkan
dada tanpa ancaman panen yang gagal, atau lumbung diserbu
tikus dari lobang-lobang persembunyian, di sudut-sudut
sejarah panjang malam-malam kelam

Tidak semua perihal terbujur sebagai jembatan
antara kau dan aku, di hadapan
saat-saat penuh ayunan dan pelupuk bulan

#ArwintoSyamsunuAjie
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->