-->

Iklan

Oknum Dokter RS AR Bunda Diduga Lakukan Malpraktek

15/03/13, 18:25 WIB Last Updated 2013-03-15T11:29:38Z
masukkan script iklan disini
SUKAJADI, PM – Pemilik sekaligus Ketua Yayasan RS AR Bunda Prabumulih Dr Rahman Sp.Og melalui Direktur RS AR Bunda, Dr Alief Yansen, menyebut Oktarina (28) pasien bedah yang sampai sekarang masih kritis dan dirawat di ruang ICU RS Siloam Sriwijaya Palembang, menderita penyakit usus buntu atau bahasa kedokteran disebut appendicitis akut.

Hasil diagnosa itu terungkap dalam pertemuan pihak keluarga korban Oktarina dengan pihak management RS AR Bunda, diruang pertemuan milik RS tersebut, Rabu (13/3) sore. Menurut Dr Alief, dari catatan kronologis pasien awalnya mengalami nyeri perut selama lebih kurang 1 minggu dan demam selama 3 hari. 


“Juga hasil USG dan pemeriksaan fisik kita pasien “O” ini selalu nyeri ketika ditekan pada bagian perut kanan bawah dan epigastrium, sehingga dilakukan operasi dan dirawat inap,” terang dokter umum RS AR Bunda ini.

Dia juga menuturkan, pasien Oktarina dirawat inap di RS AR Bunda Prabumulih kurang lebih selama 8 hari yakni dari tanggal 14-21 Januari 2013 lalu. Dari catatan Dr Bujang yang merawat pasien ini disebutkan, sebelum diperbolehkan pulang pada tanggal 22 Januari 2013, pasien Oktarina sempat mengalami mual dan demam.

“Bisa dilihat dari grafik kronologis yang dicatat oleh Dr Bujang sendiri disebutkan, pada tanggal 20 Januari pasien “O” sempat mengalami mual pada harinya, kemudian tidak ada keluhan lagi tapi malamnya panas lagi. Bahkan keesokkannya, sebelum pulang pasien “O” ini belum BAB sama sekali,” papar Dr Alief Yansen, didampingi Ketua Komite Medis Dr Defta Antoredi Sp.Pd, dan dokter UGD Dr Heri.

Sementara itu, jalannya pertemuan itu sendiri sempat berlangsung tegang. Hal itu dipicu penjelasan pihak RS AR Bunda yang dinilai terlalu berlebihan dan tanpa menghadirkan Dr Bujang yang merawat pasien Oktarina. Puncaknya perwakilan keluarga korban pasien, Sastra Amiadi didampingi adik ipar pasien Erfansyah, mengancam akan melakukan demo jika tidak ada  ketegasan dan pertanggungjawaban pihak RS AR Bunda tehadap nasib pasien.

“Kami cuma meminta ketegasan dan pertanggungjawaban dari RS ini, kalu idak katek solusi kita lihat saja nanti kalu RS ini kami demo,” ujar Sastra Amiadi, dengan nada mengancam.

Sastra kembali menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan audensi dan memberikan laporan ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih terkasus kasus dugaan malpraktek yang dialami pasien Oktarina. “Bukan maen Pak Ali Indra (Kadinkes), ketika kami temui menggeleng-geleng kepala melihat kondisi Oktarina ini. Mereka pun akan segera memanggil pihak RS Bunda untuk dimintai keterangan,” jelas Sastra.

Meski menyayangkan lambannya tindakan RS AR Bunda dalam menanggani dan menyelesaikan kasus dugaan malpraktek tersebut, keluarga korban pasien dikatakan Sastra tetap terbuka dan menerima solusi keputusan dari pihak yayasan dan management RS swasta tersebut. “Untuk saat ini karena kondisi pasien lagi kritis dan bernafas bantuan melalui mesin di RS Siloam Sriwijaya Palembang, jadi kami belum bisa menyebutkan tuntutan pihak keluarga pasien,” tandas Sastra.(bmg)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Pemerintahan

+
-->