HEADLINE NEWS

Usai Gelar Porprov, Prabumulih Kembali Jadi Tuan Rumah Peparprov

By On 6.12.19

POSMETRO, PRABUMULIH - Sukses menggelar ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumsel XII 2019, Pemerintah Kota Prabumulih kembali dipercaya menggelar hajatan yang sama yakni Pekan Olahraga Paralimpic Provinsi (Peparprov) yakni Kompetisi olahraga penyandang disabilitas tingkat Provinsi Sumsel 2019.


Dalam kompetisi ini, sebanyak 451 atlet paralimpik se Sumsel akan berlaga habis-habisan merebut medali dari 7 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Acara ini sendiri secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya di Lapangan Taman Prabu Jaya, Kamis 5 Desember 2019.

Pembukaan diawali dengan penampilan marching band lalu diikuti dengan senam massal anak SD yang mengambarkan cabang olahraga yang dipertandingkan di Perparprov.

Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri sebagai ketua panitia mengatakan Peparprov Sumsel  ini diikuti 451 atlet dari 13 kabupaten dan kota di Sumsel dengan tujuh cabang olahraga.

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya menjamin pelayanan Pemerintah Kota Prabumulih terhadap perpaprov ini sama dengan porprov yang baru saja dilaksanakan beberapa waktu lalu di Prabumulih.

Wakil Gubernur Sumsel.H Mawardi Yahya meminta atlet bertanding secara sportif dan lebih mengutamakan rasa persaudaraan sesama atlet.

Pembukaan perpaprov ini disaksikan ratusan masyarakat Kota Prabumulih ini akan berlangsung sampai 10 Desember 2019.

SPPD Fiktif Seret Mantan Dirut PDAM Iskandar ke Penjara

By On 6.12.19

POSMETRO, PRABUMULIH - Mantan Direktur PDAM Tirta Prabu Jaya, Iskandar resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Kamis (05/12/2019). Sebelumnya pada kamis siang itu, Iskandar kembali di periksa oleh Penyidik di ruang penyidikan Kejari Prabumulih.

Dengan mengenakan Kemeja Putih dan celana dasar warna hitam Iskadar datang memenuhi Panggilan Penyidik untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus dugaan penyalahgunaan keuangan Negara pada Surat Perjalanan Dinas 2016, 2017 dan 2018.

Meski di awal Iskandar sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, ia sengaja tidak ditahan karena sepanjang proses penyidikan, Iskandar selalu kooperatif memenuhi panggilan Penyidik.

Namun tak lama berselang, dari pintu ruang penyidikan, Iskandar yang awalnya mengenakan kemeja putih keluar mengenakan Rompi orange dengan pengawalan ketat Petugas Kejaksaan. Iskandar digiring menuju mobil tahanan untuk dikirim ke Rutan Pakjo Palembang.

Kepala Kejari Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Wan Susilo Hadi SH yang dikonfirmasi membenarkan penahanan yang dilakukan terhada Mantan Dirut PDAM Prabumulih.

"Penahanan dilakukan karena penyidik  sudah menemukan bukti-bukti dugaan korupsi serta telah melengkapi berkas baik materil maupun formil semuanya sudah lengkap. Terhadap tersangka kasus korupsi penyimpangan penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan penggunaan keuangan di PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih saat ini kita lakukan penahanan" ujar Wan Susilo.

Kasus ini lanjutnya, akan segera dilimpahkan ke tahap dua dengan melakukan penyerahan tersangka dan barang buktinya ke jaksa penuntut umum untuk segera disidangkan di Pengadilan.

"Sehingga tahap selanjutnya adalah penyerahan tersangka dan barang bukti. Artinya pada hari ini sudah dilaksanakan tahap dua, yang selanjutnya nanti beralih kewenangannya ke penuntut umum," terangnya.

Lebih lanjut Wan Susilo menjelaskan, dalam kasus ini, pertimbangan pertimbamgan melakukan penahanan terhadap tersangka telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan dalam perundang-undangan tentang korupsi.

"Pertimbangan kita lakukan dalam tahap dua ini karena tidak serta merta pertimbangan objektivitas saja tapi secara subjektifnya telah sesuai dengan Pasal 21 ayat 1.

Saat ini tersangka IS menjadi tahanam Jaksa Penyidik selama 20 hari ke depan di Rutan Pakjo Palembang, hingga dilimpahkan ke pengadilan untuk proses hukum selanjutnya," tandasnya.


Data yang dapat dihimpun Posmetro, Iskandar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan uang perjalanan dinas di PDAM selama tiga tahun berturut-turut yakni 2016, 2017 dan 2018.

Penetapan tersangka tersebut setelah jajaran Kejari Prabumulih melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi itu sejak 2018 lalu. Penyelidikan kasus itu sendiri dimulai dari laporan masyarakat ke Kejari Prabumulih.

Diketahui, proses penyidikan kasus ini memakan waktu yang cukup lama. Dimana hasil audit BPKP Sumsel yang lambat saat juga menambah lambannya proses penyidikan. Peningkatan status pemeriksaan kasus Korupsi Perjalanan Dinas dari Penyelidikan ke penyidikan baru dimulai pada 24 September 2019 setelah hasil audit investigasi dari BPKP perwakilan Palembang telah diterima oleh Penyidik.

Hasil audit BPKP Sumsel ada penyimpangan anggaran sebesar Rp.300.000.000 dalam surat perjalanan dinas. Tercatat ada 15 orang saksi yang dipanggil termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih Elman ST untuk kepentingan pengungkapan kasus ini.

Teebukti melakukan tindak pidana Korupsi, Iskandar dikenakan pasal 2 dan 3 UU nomor 31/1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.


Senin Honor Panitia Porprov Sumsel XII Cair

By On 5.12.19

PALEMBANG - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan yang digelar di Prabumulih sudah berakhir 26 November lalu, namun hingga kini honor panitia belum juga cair.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan, Dhennie Zainal mengakui bahwa honor panitia memang belum dibayarkan dan paling lambat Senin (9/12) akan diselesaikan.

"Target Senin selesai. Tadi sudah kumpulkan dengan bendahara terkait dengan masing-masing kegiatan," kata Dhennie di KONI Sumsel.

Dhennie menjelaskan Jumat (29/11) lalu KONI Sumsel sudah bertemu dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru, hasilnya honor panitia akan tetap dibayarkan.

Pihaknya pula diminta untuk bertemu dengan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dan BPKAD Sumsel.

"Hari ini (5/12) sudah ketemu dan ada penyelesaian dan diminta oleh Pak Gubernur untuk mana yang dikeluarkan itu dibayarkan," jelas Dhennie.

Sementara Sekretaris Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumsel, Andi “Tegakzx” Moturua mengatakan sampai saat ini perangkat pertandingan dan panitia belum menerima honor seperti yang sudah dijanjikan oleh KONI Sumsel.

"Kita tentu sangat mengharapkan kepekaan dari pemeriksaan dan KONI akan hal tersebutlah mengingat sekarang sudah bulan Desember sudah lebih dari 10 hari pelaksanaan Porprov," katanya.

Kantor Lurah Sindur, Puluhan Tahun Tanpa Sarana Air Bersih

By On 5.12.19

POSMETRO, PARABUMULIH - Meski saat ini hujan sudah mulai turun dengan intensitas yang lumayan lebat dan lama, namun kantor Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai Kota Prabumulih tak ubahnya gedung di tengah gurun padang pasir.

Sejak gedung kantor pelayanan publik ini tegak dengan sempurna di tengah hijaunya perkebunan karet milik warga, tak disangka ternyata selama ini menyimpan segudang persoalan klasik. Salah satunya ialah kebutuhan air bersih.

Selama ini, pegawai disana ternyata mengandalkan sumur milik warga untuk kebutuhan air bersih kantor. Setiap pagi, atau bahkan sore harinya, para pegawai Pemerintah tingkat bawah itu secara sukarela bergantian mengangkut air dari sumur warga untuk kebutuhan kantor.

"Kadang bepikir dua kali kalu nak buang air di wc. Banyunyo kadang dak atek. Kalaupun ado, raso dak kolu jugo BAB atau sekedar buang air kecil disitu karno kesian nyingok pegawai tiap hari ngunjal banyu ke kantor" ujar warga pemohon KTP kepada portal ini kemarin.


Selama ini, air yang tersedia hanya cukup untuk cuci tangan dan buang air kecil, sementara untuk BAB dan menyiram Kebun toga di pekarangan kantor, pegawai kelurahan terpaksa meminta air dari sumur warga terdekat.

Lurah Sindur, M Sulaiman saat di konfirmasi hal ini tidak meanmpik Kantor Pemerintahan yang dipimpinnya mengekuhkan air bersih. Ditemui dikantornya siang tadi, Sulaiman mengatakan jika hal tersebut terjadi karena belum adanya fasilitas sumur di kantoe tersebut.

"Soal kasus ini, sebelum saya menjabat juga kerap dikeluhkan oleh warga maupun para pegawai kantor. Namun begitu sebenarnya pengadaan atau pembuatan sumur di kantor kelurahan Sindur sudah dinprogramkan dan mudah-mudahan secepatnya segera terealisasi agar kesan padang pasirnya jangan sampai melekat" ujar Sulaiman, Rabu (04/12/2019).

Ditambahkan,  sejauh ini pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pembuatan  sumur bor di kantor Kelurahan Sindur bahkan sepengetahuannya pengajuan pembuatan sumur tersebut sudah disetujui oleh Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya MM, namun memang sampai saat ini belum terealisasi.


"Untuk pengajuan proposal sudah kami ajukan, bahkan setahu saya sudah di ACC  oleh pak Wali, cuma saja memang sampai sekarang belum terealisasi, mungkin di tahun depan," lanjut Sulaiman.

Dituturkan Sulaiman jika pembuatan sumur bor ini nantinya tidak hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air dikantor kelurahan saja namun juga akan di alirkan ke gedung serbaguna yang berada disebelah kantor kelurahan serta akan di buka untuk warga yang belum mempunyai sumur sendiri.

Menunggu Eksekusi Kades Lembak

By On 4.12.19

POSMETRO, PRABUMULIH - Babak baru kasus Kepala Desa Lembak dimulai. Satu persatu kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan kasus dugaan korupsi lainnya mulai menguap ke permukaan. Yang terbaru, kasus melibatkan Kades Lembak akan segera dimulai.

Jika tidak ada aral melintang, besok, Kamis (05/12/2019), Pengadilan Negeri Kabupaten Muara Enim akan melakukan eksekusi lahan sengketa milik Marsusi Bin Toro yang diserobot oleh Misa Binti Narwan yang tak lain masih memiliki hubungan dekat dengan Kepala Desa Lembak Jasmadi.

Hal ini diketahui berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Palembang No.30/PDT/2019/PT.PLG atas memori banding kasus penyerobotan lahan yang diperkarakan oleh Marsusi Bin Toro terhadap Misa Binti Narwan selaku tergugat.

Dalam putusan tersebut, Pengadilan Tinggi menolak upaya banding yang di ajukan oleh Misa Binti Narwan dengan alasan tidak melampirkan bukti-bukti baru dalam upaya banding tersebut.

Senada dengan Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri Muara Enim yang semula menangani kasus sengketa lahan ini berdasarkan putusan Nomor 15/Pdt.G/2018/PN Mre juga mengabulkan Gugatan Penggugat untuk Seluruhnya dan menyatakan lahan yang diserobot oleh tergugat, sah milik Penggugat berdasarkan bukti kepemilikan.

Dalam putusan tersebut, PN Muara Enim menyatakan tergugat untuk mengembalikan lahan tersebut kepada penggugay seperti sedia kala. Selain mengembalikan lahan, tergugat juga di perintahkan untuk mengganti kerugian penggugat berupa sejumlah uang yang ditimbulkan dalam perkara tersebut.

Adapun kerugian kehilangan lahan tersebut bila dinilai dengan uang berkisar Rp.3.522.000.000,-

Tercatat, sebelum ada Putusan Pengadilan Negeri Muara Enim,Penggugat akan mengadakan sita jaminan terlebih dahulu terhadap objek gugatan karena dikawatirkan tergugat akan mengalihkan kepemilikan pada pihak lain dalam bentuk apa saja atau diajadikan Jaminan lainnya.

"Insya Allah eksekusi lahan besok akan digelar oleh PN Muara Enim. Besok dikabari lagi karna kita tidak tahu pasti apakah pagi atau siang. Besok dikabari lagi iya" ujar Marsusi.

Seperti diberitakan Posmetro.co.id sebelumnya, kasus penyerobotan lahan ini bermula pada 2018 silam. Dimana saat itu, PT.Pertamina menemukan titik sumur minyak di lahan yang dimaksud. Informasi penemuan sumur tersebut pun sampai ke Kepala Pemerintahan Desa Lembak.

Namun disayangkan, informasi tersebut justeru tidak didukung dan malah Sang Kades berupaya untuk menguasai lahan warga demi keuntungan sepihak. Mengetahui dilahan milik Marsusi terdapat kandungan minyak, Kades Lembak yang diduga turut bekerjasama dengan Kades Talang Lubuk Enau berupaya dengan berbagai cara dan bahkan sempat menerbitkan surat palsu agar dapat menguasai lahan tersebut.

Parahnya lagi, guna membersihkan diri, kedua Kades sengaja menciptakan Misa seolah pemilik Lahan sebagai dasar penyerobotan lahan. Setelah tim Posmetro mengurut riwayat hidup Misa, ditemukan ternyata Misa masih memiliki hubungan dekat dengan Kepala Desa Lembak juga dengan Kepala Desa Talang Lubuk Enau.

Beruntungnya, PN Muara Enim sangat teliti menangani kasus tersebut. Meski sidang kasus perdata ini memakan waktu yang cukup lama, penggugat mengaku puas dan cukup puas dengan hasil yang didapat.

"Selain mengaku kecewa dengan Kades Ijas yang berusaha merebut lahan itu, permasalahan ini juga sudah masuk ranah harga diri karna awalnya kita dituduh menyerobot tanah orang lain" ujar Andra keluarga penggugat.

Menurutnya, kasus ini diharapkan tidak cukup sampai disini saja. Hingga saat ini lanjut dia, pihak keluarga sedang berunding untuk menuntut balik Kades Lembak dan kroninya dengan kasus penyerobatan lahan. "Intinya usai eksekusi besok, kita dalam keluarga masih diskusi bersama kuasa hukum untuk melakukan penuntutan balik" pungkasnya.

Pemkot Prabumulih Uji Coba Parking Gate System

By On 4.12.19

POSMETRO, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya MM menggelar uji coba parkir Gate System di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Prabumulih.

Alat parkir terkoneksi dengan system yang dipasang di halaman depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) itu diuji coba secara langsung oleh Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya kemarin (02/12/2019).

Sama seperti parkiran di pusat perbelanjaan di Kota-kota besar lainnya. Bedanya, Parkir dikawasan Perkantoran Pemerintah Kota Prabumulih,  hanya terbuka jika ditempelkan menggunakan ID Card pegawai. Bagi masyarakat umum nantinya akan dibuatkan khusus dan telah dirancang untuk secepatnya direalisasikan.

"Hari ini kita lakukan uji coba. Alat ini sengaja dipasang karena kantor kita agak jauh dari kota sehingga rawan pencurian kendaraan bermotor”. ujar Ridho Yahya, kemarin (2/12).

Dikatakan, tujuan pembuatan parking gate system selain untuk meningkatkan disiplin pegawai juga dapat mencegah kehilangan motor dan mobil. Pasalnya, semua motor dan mobil yang keluar-masuk akan terdeteksi dengan alat tersebut. Pegawai yang pulang dan pergi juga akan ketahuan.

"Semua akses keluar masuk pegawai yang menggunakan ID Card secara langsung terkoneksi dengan system sehingga kinerja seluruh pegawai akan mudah terpantau. Siapa yang rajin dan siapa yang kerap membolos" jelasnya.

Ridho Yahya menambahkan, pihaknya sengaja membuat terobosan tersebut guna memudahkan absen pegawai dan juga sebagai bentuk terwujudnya smart city.

"Jadi karena terkoneksi dengan kartu pegawai. Bisa dijadikan sebagai bukti dia memang kerja," jelasnya.

Ditanya bagaimana dengan tamu atau masyarakat yang berkunjung ke Pemkot? Adik kandung Wakil Gubernur Mawardi Yahya itu mengaku nantinya untuk tamu bakal ada ID Card khusus tamu. "Karena kita belajar tertib dan orang juga tidak berani macam-macam. Kalau dulu motor bisa masuk dari belakang dan motor bisa hilang," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula, politisi Golkar itu menegaskan. Meskipun masuk harus menggunakan ID dan mendapatkan kartu parkir, namun semuanya tidak berbayar alias gratis. "Semuanya gratis karena ini hanya mencegah kehilangan motor mobil dan disiplin pegawai," jelasnya. 

Raup Laba Rp151 Miliar, Bukopin Perkuat Produk Layanan Berbasis Digital

By On 4.12.19

POSMETRO, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk terus mencatatkan kinerja positif dalam beberapa waktu ke belakang. Terakhir, laba bersih Bank Bukopin tercatat tumbuh positif sebesar 9,8% sepanjang kuartal III 2019 menjadi Rp151 miliar, ditopang kenaikan pendapatan operasional. Inovasi keuangan seperti Flexy Bill, Flexy Gas, dan Flexy Health, semakin memperkuat posisi Bukopin dalam jangka panjang karena dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan tidak dimiliki oleh para kompetitor. 

Pada tahun 2018, Bank Bukopin berhasil melakukan fundraising sebesar Rp1.5 triliun melalui rights issue. Fundraising ini menarik perhatian KB Kookmin Bank asal Korea untuk menjadi salah satu pemegang saham utama. Selain itu, di tahun 2019 Bank Bukopin juga berhasil mendapatkan dana  melalui sekuritisasi aset (KIK EBA) sebesar Rp1.3 triliun dengan underlying aset kredit personal. Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia. 

Namun banyak yang belum mengetahui, di balik kesuksesan Bukopin adalah sosok salah satu direkturnya yang masih berusia muda. Adalah Rachmat Kaimuddin, Direktur Keuangan dan Perencanaan, yang menavigasikan kemajuan PT Bank Bukopin Tbk untuk jangka waktu panjang ke depan. 

Rachmat yang lahir di Makasar, 15 April 1979, lulus dari universitas-universitas terbaik di bidang teknologi di AS. Rachmat mendapatkan gelar S1-nya di bidang Teknik Elektro dari Massachusetts Institute of Technology, Boston. Sementara itu, gelar S2-nya adalah Master of Business Administration dari Stanford University yang terletak di jantung Silicon Valley. 

Pengalaman kerja Rachmat juga bervariasi dan kuat. Dirinya memulai karir sebagai Senior Associate di salah satu firma manajemen konsultan terbaik di dunia, Boston Consulting Group. Dirinya kemudian melanjutkan karirnya sebagai Principal di Quvat, salah satu private equity fund terbesar di Indonesia dan kemudian Country Manager untuk Baring Private Equity Asia. 

Setelah menjabat sebagai Managing Director dari PT Cardig Air Services, pada tahun 2014 Rachmat diangkat menjadi Direktur di PT Bosowa Corporindo, salah satu grup konglomerasi di Indonesia. Di Bosowa, Rachmat dipercaya untuk menempati tiga posisi sekaligus, yaitu sebagai CFO dari holding, Managing Director PT Semen Bosowa Maros, dan Komisaris di Bank Bukopin.

Keberhasilannya menjaga arah Bank Bukopin selama menjabat Komisaris dilirik pemegang saham lainnya. Oleh karena itu, ayah tiga anak ini kemudian dipromosikan menjadi Direktur Keuangan dan Perencanaan hingga saat ini.

“Di tahun 2018, saya diminta oleh teman-teman dan pemegang saham untuk fulltime di bank. Akhirnya, pada bulan Mei, saya mendapatkan amanah untuk menjadi Direktur Keuangan & Perencanaan Bank Bukopin,” tutur sosok humoris tersebut.

Mengingat usinya yang masih muda, Rachmat senantiasa mengikuti arus perkembangan teknologi dan mengupayakan inovasi. Ketika ditanya mengenai strategi Bank Bukopin menghadapi Revolusi Industri 4.0, dengan lugas ia mengatakan, “Kami akan terus memperkuat produk dan layanan berbasis digital, mengikuti tren, dan berinovasi menciptakan produk dan layanan yang up to date.”

Ditambahkan Rachmat bahwa dalam pengembangan produk, dirinya akan melibatkan generasi milenial untuk memberikan masukan. “Jadi, kami melakukan investasi di teknologi dan juga listening to our customer, where are they going, kami harus ke sana,” imbuh Rachmat.

Hadapi 2020, Unicorn Indonesia Dituntut Makin Profesional

By On 4.12.19

POSMETRO, JAKARTA - Startup unicorn di Indonesia harus mengambil pelajaran dari kasus WeWork, platform penyedia ruang kerja. Mereka terus membakar uang untuk promosi, namun hasilnya tak berdampak positif. Bukan hal yang salah untuk terus menurus berekspansi. 

Namun, unicorn harus juga lebih jeli dalam mengedepankan strategi inovasi dan keberlanjutan. Gonjang-ganjing OVO beberapa waktu lalu juga jadi pelajaran penting. Bakar uang untuk promosi tak bisa lagi diandalkan. 

Apalagi, di tahun depan ekonomi global diprediksi akan semakin bergejolak dan volatile di tengah dampak perang dagang yang tak kunjung reda. Bahkan, jika tidak dibarengi kebijakan tepat, Indonesia bisa terkena dampaknya. Karena itu, perlu pendekatan dan inovasi dari para unicorn agar konsumen tetap loyal. 

“Tahun depan memang besar kemungkinan ekonomi global melambat. Investor startup juga diperkirakan akan mengurangi bakar uang,” ujar Ekonom Piter Abdullah  dalam Siaran Pers, Selasa  (3/12). 

Kata Piter, investor tidak akan selamanya bakar uang. Ada waktu mereka melambat dan kemudian berhenti bakar uang. Apalagi investor unicorn di Indonesia sudah cukup lama bakar uangnya. Kecuali, bila nanti ada unicorn baru dengan produk-produk baru, investor akan kembali bakar uang untuk promo. 

Namun untuk unicorn yang sudah eksis, seperti Bukalapak, Tokopedia, OVO, dan lain-lain, strategi itu akan dikurangi. Karena itu, pengelolaan unicorn juga perlu profesional. Apalagi, para investor yang menanamkan duit, sudah mulai menyinggung soal laba dan keuntungan bisnis. 

“Mereka tetap investor profesional. Tujuan mereka tetap laba. Cuma cara mencari laba nya yang tidak lagi sama dengan pendekatan bisnis konvensional dan mengambil lebih banyak lagi risiko. Unicorn sejatinya adalah bisnis inovasi, terlepas dari kondisi ekonomi,” tegas Piter yang juga Direktur Riset Core Indonesia. 

Dari kejadian WeWork, Unicorn bisa belajar banyak. Para investor pun akan belajar banyak untuk pengelolaan startup yang mereka danai. Sehingga, akan ada evaluasi dan penekanan terhadap perusahaan yang didanai agar lebih efisien dan tidak bakar-bakar uang lagi. 

Karena itu, Unicorn Indonesia dapat meniru profesionalisme Alibaba dalam melakukan scale-up, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan keuntungan. Alibaba berhasil melakukan semua ini meskipun baru saja ditinggal pendirinya, Jack Ma. 

Teranyar, perusahaan bervaluasi Rp2.000 triliun itu telah melakukan pencatatan perdana di bursa saham Hong Kong dan berhasil menghimpun dana sebesar US$ 11,3 miliar. Pada hari pertama perdagangannya, harga saham Alibaba melesat naik lebih dari 6%. 

Apa yang diraih Alibaba, dikarenakan manajemen memiliki visi yang sangat jelas dan kemudian dieksekusi dengan sangat baik. Alibaba juga tidak bergantung pada figur, namun pada kepemimpinan manajerial kolektif yang profesional. 

Seluruh rangkaian keberhasilan manajemen Alibaba ini menciptakan track record yang membuat mereka sangat dipercaya. Kepercayaan ini selanjutnya berpengaruh kepada pihak eksternal yang kemudian meyakini apapun yang dilakukan oleh Alibaba akan berhasil. 

Di sisi lain, faktor kepemimpinan selalu berperan di organisasi khususnya di sebuah perusahaan. Pemimpin yang baik tidak saja mampu memaksimalkan pemanfaatan semua resources organisasi, tapi mempersiapkan sistem agar organisasi menjadi tidak bergantung kepada satu orang pemimpin saja. 

Termasuk juga, mempersiapkan suksesi yang menjamin tidak terputusnya kepemimpinan yang baik di organisasi, seperti Alibaba. 

Indonesia sudah punya beberapa unicorn dan satu decacorn. Didukung oleh pasar yang lumayan besar dan bergairah, Indonesia akan mampu menciptakan raksasa-raksasa perusahaan digital selanjutnya. 

Syaratnya, dukungan environment yang kondusif yang harus diciptakan oleh otoritas atau pemerintah, di samping budaya organisasi startup yang harus juga profesional.

Mantan Polisi Prabumulih Digerebek Transaksi Narkoba

By On 3.12.19

foto ilustrasi
POSMETRO, PRABUMULIH - Senin malam (25/10/2019), masyarakat Karang Raja dikejutkan dengan penggerebekan sebuah rumah warga di belakang restauran Rayga. Petugas yang belakangan diketahui dari satuan Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Prabumulih menggerebek rumah warga itu dan membuat heboh warga sekitar.

Tak lama kemuadian, petugas menggelandang satu orang wanita dan satu pria. Oleh warga sekitar, wanita tersebut adalah DW (40). Sementara Pria yang turut digelandang bersama DW adalah HR (34). HR sendiri menurut informasi merupakan pecatan Polisi Polres Prabumulih.

Dulu yang bersangkutan dipecat juga tidak lain karna kerap berbuat tindak kriminal. Namun begitu HR ternyata tidak berubah dan justru semakin menjadi terlebih dengan tertangkapnya ia bersama seorang wanita yang diduga sedang melakukan transaksi narkoba.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan barang bukti dua butir ekstasi dan dua paket sabu beserta timbangan digital. Terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan obat-obat terlarang, keduanya lantas digelandang ke Mapolres Prabumulih untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Beberapa warga sekitar saat penangkapan dilakukan oleh petugas mengaku sudah curiga sejak awal polisi masuk ke daerah mereka. Sebab belakangan ini rumah terduga pelaku tersebut kerap di datangi oleh warga tak dikenal. "Ia mungkin saja selama ini mereka transaksi kita juga tidak tahu pasti. Cuma yang mencurigakan mereka itu datangnya malam. Sesekali ada juga siang hari" ujar Idris (41).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Prabumulih belum dapat memberikan tanggapan. Hanya saja beberapa narasumber di sana membenarkan bahwa terduga pelaku HR dan DW saat ini sedang dalam proses penyidikan.

Ridho Yahya Instruksikan Dinas Terkait Tertibkan Siswa Mombolos

By On 3.12.19

PRABUMULIH, PP- Banyaknya siswa yang mengenakan seragam sekolah putih abu-abu berkeliaran, duduk nongkrong di beberapa warung yang berada tidak jauh dari kantor Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat di jam pelajaran belakangan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

"Apakah mereka sedang libur atau masih belajar tapi kok berkeliaran. Dimana ini pihak sekolahnya kok dibiarkan begini anak-anak tanpa ada tindakan" ujar Mat Kori (49) Warga Patih Galung.

Banyaknya pelajar tingkat menengah yang berkeliaran di seputaran Bawah Kemang itu menurut warga sekitar bukan lah pemandangan yang baru. Siswa dari salah satu SMK swasta ini  terlihat santai  bersenda gurau  sembari bermain game online bahkan ada juga yang ngobrol sambil merokok.

Begitu, pihak SMK Swasta yang berada di lingkungan kompleks PT Pertamina saat ditemui portal ini tidak menampik jika kebanyakan pelajar yang bolos tersebut merupakan siswa dari sekolah mereka dan itu bukan hal baru namun sudah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Itu sudah dari dulu mbak, tapi ini bukan berarti kami pihak sekolah tidak perduli. Namun, kami sudah lelah dan tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyadarkan mereka" ujar Dedy bagian tata usaha sekolah itu Selasa (02/12/2019).

Laki - laki yang telah bekerja sejak tahun 1997 ini juga menuturkan jika faktor yang memberatkan pihak sekolah dalam mengatasi hal ini adalah kurangnya kerjasama antara sekolah dengan orang tua siswa.Apalagi jika harus menindak tegas siswa, mereka terkadang menjadi sasaran kesalahan.

" Kami juga sudah sering memanggil orang tua mereka, namun terkadang orang tua siswa tidak mau bekerja sama menegakkan peraturan sekolah.Saat kita bertindak tegas ada semacam penolakan dari keluarga siswa.Sudah banyak contoh mbak guru yang tersandung hukum akibat terlalu tegas mendidik siswa," beber Dedy .


Dedy hanya bisa berharap bantuan dan dukungan dari warga sekitar termasuk pemilik warung untuk bisa mengatasi masalah ini.Begitu juga dengan orang tua siswa bersangkutan.


" Saat ini saya pikir partisipasi dari warga sekitar serta pemilik warung tempat nongkrong siswa lah yang bertindak tegas.Tolong kalau ada siswa yang datang berbelanja apalagi duduk di sana pada jam sekolah jangan dilayani, bahkan bila perlu diusir saja, sehingga mereka tidak akan nongkrong lagi disana jika ada penolakan seperti itu," harap Dedy.

Terpisah Walikota Prabumulih, Ir.H.Ridho Yahya saat di mintai tanggapannya mengenai hal ini merasa terkejut dan akan secepatnya menindak lanjuti hal ini dengan memanggil pihak-pihak terkait guna menghentikan kebiasaan buruk pelajar.

"Saya akan secepatnya memanggil pihak-pihak terkait agar kita bisa menyelesaikan masalah anak-anak kita ini.Kita akan duduk bersama untuk mencari tahu sebab musabab serta faktor yang menjadikan pelajar melakukan kebiasaan tersebut," ungkap Ridho saat dibincangi usai menghadiri hari Ulangtahun PGRI di pendopoan rumah dinas Walikota.

Ridho pun berharap dan menghimbau agar orang tua siswa bisa berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak sekolah agar secepatnya permasalahan anak-anak ini dapat teratasi.

" Saya berharap para orang tua jangan hanya bisa menyalahkan pihak sekolah, tetapi mari lah secara bersama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan ini.Berkoordinasilah sekolah dan orang tua jangan saling menyalahkan demi masa depan anak-anak kita," tutupnya

Kades Petahana Menangi Pilkades Karya Mulya 2019

By On 1.12.19

Miril Firacha (kanan) saat diwawancarai Oktober lalu oleh beberapa wartawan 
POSMETRO, PRABUMULIH - Kepala Desa Petahana Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Miril Firacha kembali dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin desa tersebut hingga enam tahun kedepan. Hal itu dibuktikan usai penghitungan perolehan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya Mulya 2019, Sabtu (30/11).

Miril Firacha berhasil mengungguli perolehan suara dari 4 calon Kades lainnya di Desa tersebut.  Dari suara sah sebanyak 1615 suara, Kades Petahana nomor urut 5 itu berhasil meraih sebanyak 697 suara.

Sedangkan calon lain, diantaranya nomor urut 1 yakni Sugeng meraih 195 suara, nomor urut 2 yakni Lagianto meraih 315 suara, nomor urut 3 yakni Sujana meraih 122 suara dan nomor urut 4 yakni Mika Radisi meraih 286 suara.

Data yang berhasil dihimpun, total pemilih yang menggunakan hak suara pada Pilkades Karya Mulya 2019 sebanyak 1637 suara dan jumlah suara sah sebanyak 1615 serta suara tidak sah sebanyak 22 suara.

Selain Pilkades Karya Mulya, dua desa lainnya di Kota Prabumulih seperti Desa Muara Sungai Dan Desa Pangkul Kecamatan Cambai di hari yang sama juga turut menggelar Pilkades 2019.

Pada Pilkades Pangkul berdasarkan hasil perhitungan akhir perolehan suara oleh panitia dimenangkan oleh calon nomor urut 1 dengan perolehan sebanyak 1323 suara dan nomor urut 2 yakni Aman Usri memperoleh sebanyak 1071 suara.

Adapun total suara pemilih sebanyak 2411 dengan suara sah dalam pilkades Pangkul sebanyak 2394 suara dan surat tidak sah 17 suara.

Lalu untuk desa Muara Sungai dimenangkan calon nomor urut 1 yakni Lidar Yadi dengan perolehan suara dari tiga TPS sebanyak 569 suara. Kemudian peraih suara kedua dengan selisih hanya enam suara yakni calon nomor urut 3 yakni H Redi Imlan dengan perolehan suara sebanyak 563 suara.

Sementara peraih suara ketiga yakni Fahrul dengan perolehan suara sebanyak 464 suara. Calon di Desa Muara Sungai sendiri hanya terdapat tiga calon.

Pantauan dilapangan, proses pemilihan langsung Kepala Desa di tiga Desa Kota Prabumulih berjalan dengan baik dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resort Prabumulih. Proses pemungutan suara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib tersebut berakhir hingga malam hari dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

BUMN Harus Terapkan Digitalisasi di Semua Lini Bisnis

By On 29.11.19

POSMETRO, JAKARTA - Langkah PT Waskita Karya (Persero) Tbk kode saham (WSKT-red), saat ini sedang mengedepankan pendekatan digitalisasi di setiap proses bisnis nya. Oleh pengamat, hal inj dinilai sebagai langkah tepat dan sangat sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu, langkah dan kebijakan perusahaan juga merupakan wujud nyata bahwa BUMN terus seiring sejalan dengan visi misi Presiden Jokowi yang menginginkan ada kecepatan di BUMN.  

Seperti diketahui, dengan pendekatan teknologi Industri 4.0, pengerjaan proyek Waskita saat ini lebih cepat, akurat, dan efisien. Koordinasi di antara semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek maupun tahap-tahap pembangunan akan dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan.  

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, langkah Waskita menerapkan tenologi di segala lini sudah tepat. 

“Sekarang tidak ada sektor yang dapat bersembunyi dari perkembangan pemanfaatan digital. Termasuk dan apalagi BUMN,” tegas Heru. 

Dengan teknologi, kata Heru, maka proses kerja di BUMN diharapkan akan semakin baik dan efisien serta memberi manfaat nyata ke stakeholders. Heru menjelaskan, pemanfaatan teknologi bukan sekadar untuk perekrutan digitalisasinya, tapi bagaimana secara lebih luas membuat perusahaan lebih transparan dan efisien. 

“Dan tentunya memberikan peluang baru untuk berbisnis dan menjawab tantangan jaman. Bisnis tradisional terdisrupsi oleh bisnis baru yang berbasis digital dan mengadopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan, big data maupun internet of things,” ucapnya.  

 Ia mengingatkan, bila tidak memanfaatkan digitalisasi, adopsi teknologi baru, dan memanfaatkan peluang bisnis baru sesuai perkembangan zaman, maka BUMN akan ketinggalan jaman, dan bisa kalah bersaing.  

Karena itu ia berharap transformasi digital dilakukan secara terpusat, terkontrol, sehingga memberi dampak nyata, juga mendorong perusahaan seperti Waskita makin produktif. 

 “Saat ini semua proses serba digital. Misalnya saja digitalisasi dalam menghitung biaya agar lebih hemat dan hasil lebih maksimal,”ujar Heru.   

Seperti dijelaskan oleh Director of Human Capital Management & System Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji, Waskita Karya telah mengaplikasikan penerapan teknologi teranyar di sektor konstruksi. 

Misalnya penggunaan HoloLens sebagai media koordinasi BIM model secara hologram, penggunaan UAV Drone sebagai alat ukur dan alat bantu untuk mendapatkan data topografi secara cepat atau sering disebut metode fotogrametri. 

 Ia pun menegaskan, melalui penggunaan teknologi digital di berbagai proyek yang dikerjakan oleh Waskita, maka koordinasi di antara semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek maupun tahap-tahap pembangunan akan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, serta efektif dan efisien sesuai kebutuhan.

 “Digitalisasi proses bisnis yang dilakukan perseroan adalah salah satu upaya manajemen menghadirkan The New Waskita, yang betul-betul siap menghadapi persaingan di tingkat nasional, regional, maupun global,” ungkap Hadjar Seti Adji.

Bamsoet Diingatkan Untuk Jaga Etika Politik

By On 29.11.19

POSMETRO, JAKARTA -  Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai, meski jabatan ketua umum Golkar merupakan impian Bambang Soesatyo sejak dulu, tetapi jangan mengesampingkan etika dalam berpolitik.

Sekalipun, kata dia, dalam berpolitik sulit diterka dan tebak. Sebelumnya beredar surat pernyataan Bamsoet bahwa dia tidak akan mencalonkan sebagai Ketua Umum Parta Golkar dalam kongres yang berlangsung minggu depan. 

Sejumlah pihak tertera di surat pernyataan itu. Seperti mantan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie dan Akbar Tandjung. 

"Barangkali ini impian cita-cita Bamsoet sejak lama, tapi disinilah etika dikesampingkan," kata Jerry, dalam Siaran Pers, Jumat Kamis (29/11). 

Dia pun menyesalkan langkah yang diambil Bamsoet maju kerena desakan segelintir kader Golkar. Padahal, katanya, Bamsoet sudah diberikan jalan mulus sebagai Ketua MPR RI.

"Padahal beliau sudah diberikan posisi ketua MPR," katanya.

Dia pun menyarankan agar Bamsoet tak usah maju karena desakan segelintir kader Golkar, karena bagaimanapun Bamsoet sejak didapuk sebagai Ketua MPR sudah berkomitmen.

"Bagi saya Bamsoet tidak usah bertarung sebetulnya. Tapi ini kan hanya pendukungnya yang terus mendorong dirinya untuk maju," katanya.

Bila demikian, Bamsoet sama saja tengah memainkan politik ingkar janji, ketika merengkuh pimpinan MPR.

Meski begitu, tak dapat dipungkiri kalau Presiden Joko Widodo mendukung Airlangga dalam perebutan ketua umum Partai Golkar.

Bagi lawan seperti Bamsoet bakal sulit menandingi Airlangga. Dengan empat jatah menteri ditambah 1 Wakil Menteri, menurut dia, itu adalah bukti kepercayaan Jokowi pada Airlangga.

Terlebih, katanya, kunci utama Presiden Jokowi masih mendukung Airlangga terlihat saat mantan Wali kota Solo ini menyampaikan pidatonya pada HUT Golkar. Dimana kata Jerry, Jokowi sempat melempar pujian kepada Airlangga dengan menyebutnya sebagai 'ketum top'.

"Airlangga tipikal Jokowi, yakni orangnya 'cool' atau adem. Pak Jokowi tidak terlalu suka dengan orang yang kepedean besar atau over confidence," kata  ini.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin menambahkan, Bambang Soesatyo melanggar etika politik, bila tetap ngotot maju sebagai ketua umum Golkar di Munas nanti.

Terlebih, Bamsoet sudah diberi jalan mulus untuk mendapatkan kursi sebagai Ketua MPR RI berkat campur tangan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.

"Ini tentu Bamsoet melanggar secara etika politiknya," kata dia kepada wartawan.

Meski telah melanggar, kata Alvin, tidak ada sanksi yang bisa dikenaian ke Bambang Soesatyo. Hanya saja, itu tergantung dari pembahasan awal antara Bambang dan Airlangga ketika itu.

"Dengan adanya penguat bukti maka implikasinya Bamsoet bisa kehilangan kepercayaan dan berujung tidak akan ada yang memilih dia," katanya.

Sebab, kata Alvin, salah satu hal yang dilihat dari politisi itu adalah janjinya. Sehingga, bila memang ada perjanjian secara tertulis antara Bamsoet dan Airlangga, maka Menko Perekonomian itu bisa saja menang secara aklamasi.

"Kalau sepeti itu kondisinya maka Airlangga bisa jadi calon tunggal. Dan membuka peluang Airlangga menang aklamasi," katanya.

LSM Siapkan Berkas Pengaduan Kasus Dugaan Korupsi Kades Lembak

By On 29.11.19

POSMETRO, LEMBAK - Masyarakat penggiat anti Korupsi di Sumatera Selatan mulai melirik aktifitas dan sistem penggunaan anggaran dana desa di Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Maraknya pemberitaan media berjudul dugaan kasus penyimpangan anggaran di Desa tersebut mulai memicu perdebatan di kalangan masyarakat membuat aktivis penggiat anti korupsi ini merasa perlu untuk mendalami isu tersebut supaya terang benderang dan transparan.

Hal ini dibenarkan oleh ketua LSM Laskar Anti Korupsi Kota Prabumulih Mulawadi. Kepada Posmetro pihaknya mengaku telah mempersiapkan berkas pengaduan kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran Desa Lembak dan dugaan penyalahgunaan Jabatan selaku Kepala Pemerintahan Desa oleh Kepala Desa Lembak.

"Pemberitaan di media yang kita ketahui masih sebatas dugaan. Namun itu tidak menjadi masalah dan justru kami anggap pemberitaan tersebut menjadi jalan masuk semua pihak berkompeten untuk mendalami informasi dugaan korupsi yang dilakukan oleh jajaran penyelenggara Desa disana" ujar Mulwadi memulai pembicaraan.

Menyangkut benar atau tidak lanjut Mulwadi, biarlah aparat penegak hukum yang menentukan sebab didalam UU juga telah diatur bahwa setiap warga negara berhak mengetahui aliran dan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN, APBD juga dana desa.

"Dalam hal ini kita tidak menjustice atau membenarkan Kepala Desa Lembak Korupsi. Menyangkut itu teebukti korupsi atau tidak biarlah pihak berwenang yang menentukan. Sebab dalam UU setiap warga berhak mengetahui alokasi penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara juga berhak melaporkan jika dalam pengalokasian anggaran diduga terjadi tindak pidana maupun penyimpangan" ujarnya.

Disinggung apa saja bahan dugaan korupsi yang segera dilaporkan, Mulwadi mengaku bahwa hasil investigasi pihaknya dilapangan ada 3 item yang baru terkumpul hingga saat ini. Tiga item tersebut lanjut dia, merupakan pencocokan hasil pemberitaan media dan tinjauan serta informasi dari masyarakat.

"Sejauh ini masih beberapa iya. Yang hampir rampung baru tiga, dan ini masih ada pendalaman tim di lapangan. Dimana selain Proyek Pembangunan Pasar Kalangan Lembak yang bersumber dari APBD juga ada dugaan kasus penyalahgunaan wewenang selaku kepala Pemerintahan Desa termasuk juga diantaranya kasus sewa lahan" ujarnya.

Mulwadi merincikan, terkait kasus Proyek Pembangunan Pasar Kalangan Lembak yang bersumber dari APBD bernilai miliaran rupiah. Proses penunjukan lokasi kalangan juga dinilai sarat muatan politis dan terindikasi korupsi. Disana lanjut dia, ada keganjilan yang perlu di proses oleh aparat penegak hukum sebab lahan yang telah disepakati diawal yang artinya sudah menjadi milik pemerintah diduga kembali dikomersilkan oleh aparat pemerintah desa.

"Proyek Pembangunan Pasar Kalangan Lembak itu masih kita dalami dan secepatnya mungkin akan segera disusun untuk diserahkan ke Instansi aparat penegak hukum sebagai bahan pengaduan. Secepatnya akan kita rampungkan sehingga aparat penegak hukum seperti Tipikor, Kejaksaan, bahkan KPK tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengungkapan" tegas Mulwadi.

Kemudian lanjut Dia, ada lagi satu persoalan di Desa tersebut yang menarik untuk di ungkap. Dimana belum lama ini oleh pihak Pertamina menemukan titik sumur di lahan milik warga. Penemuan titik sumur tersebut belakangan menjadi heboh terkait siapa pemilik lahan dari titik sumur dimaksud.

"Hal ini sangat menarik sebab Ada oknum jajaran penyelenggara Pemerintahan Desa yang juga diduga turut melibatkan Kepala Desa ingin menguasai lahan milik warga yang akan segera di Bor oleh Pihak Pertamina. Bahkan kasus ini informasi berujung ke meja hijau. Ini juga sedang dalam pengumpulan data sehingga nantinya klop. Artinya laporan yang kita adukan sama dengan fakta dilapangan dan juga hasil proses hukum antara warga pemilik lahan dan penyelenggara desa sudah sejauh mana. Apakah sudah inkrah atau belum, itu perlu kita kawal" papar Mulwadi.

Terkait Kepala desa yang sudah melakukan klarifikasi kepada media seputar dugaan penyimpangan anggaran di desa tersebut, Mulwadi beranggapan itu sah-sah saja sebagai Kepala Pemerintahan di tingkat Desa.

"Siapa saja bisa memberikan klarifikasi terhadap media jika bersinggungan dengan jabatan atau pekerjaan apalagi yang bersangkutan menyandang status pejabat Publik. Sah-sah aja. Cuman yang perlu digaris bawahi iyalah proses hukum harus jalan agar nantinya juga tidak berujung fitnah. Biarlah pihak berwenang yang menentukan terbukti atau tidak. Dan soal biaya rumah bersumber dari hasil keringat atau lainnya nanti akan terungkap juga" pungkasnya.

Seperti dikutip dari media online, Kepala Desa Lembak Jasmadi dalam klrifikasinya kepada media Warta Reformasi mengaku bahwa seluruh dugaan yang ditujukan kepada dirinya selaku Kepala Desa tidak benar adanya. Bahkan Ijas (sapaan Jasmadi) mengaku bahwa penempatan pasar Kalangan adalah hasil kesepakatan antara Pemerintah Desa dengan Masyarakat dalam rapat serta dalam Musrenbang.

"Soal rencana proyek Pembangunan Pasar Kalangan hingga selesai dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku bahkan sudah dibahas dalam Musrenbang" ujarnya tanpa menyebut nama pemilik lahan sebagaimana dikutip dari Warta Reformasi.


Heru Sutadi : Harusnya Pemain Lokal Diberi Kesempatan Lebih

By On 28.11.19

POSMETRO, JAKARTA - Para operator seluler diminta untuk memberi kesempatan yang sama kepada pemain lokal dalam mengembangkan Industri content provider (CP), dan Value Added Service (VAS). Perlu keadilan dan fairness, kepada semua pemain. Tidak boleh lagi ada peminggiran terhadap industri dalam negeri. 

"Saya pikir kesempatan yang sama harus diberikan. Bahkan, harusnya pemain lokal diberi kesempatan lebih," tegas Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, dalam Siaran Pers, Rabu (27/11).

Heru menambahkan, para pemain lokal tidak kalah, dan memiliki kemampuan setara. Bahkan bisa lebih inovatif juga dapat lebih menyesuaikan dengan perkembangan dan tren karena mampu melihat pasar dan kebutuhan konsumen seller di dalam negeri. 

"Secara ide layanan mampu, bisa meniru dan mengembangkannya lebih baik, sehingga produk atau  layanan lokal selalu diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tandas Heru. 

Disinggung ada temuan bahwa pemain lokal sering dipinggirkan, menurut Heru, hal itu sering terjadi, dengan alasan merujuk induk pemilik usaha. Namun, harusnya, ada keadilan dan kesempatan sama. 

" Ya banyak juga seperti itu. Seolah internal tapi bukan, hanya sudah kerja sama lewat perusahaan induk operator yang di luar biasanya," ucapnya 

Karena itu, perlu ada aturan kebijakan yang lebih jelas, agar pemain lokal bisa unjuk gigi di dalam negeri. Saat ini aturan itu belum ada, sehingga perlu disiapkan. Bahkan, kalau perlu, diatur rinci porsi pemain lokal sekian persen, seperti yang sudah diterapkan di industri penyiaran.  "Pemerintah regulator bisa menyiapkan aturannya," tegas Heru. 

Dihubungi terpisah, Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih memastikan, bisnis VAS masih potensial dikembangkan. Saat ini, kontribusi VAS di XL masih di bawah lima persen. 

"Selain untuk mendorong revenue juga untuk memberikan kenyamanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini terkait konten digital. Sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap XL," ucap Tri. 

Tri memastikan, XL Axiata mendukung perkembangan ekosistem industri digital dan kreatif di Indonesia, termasuk tentunya membuka kesempatan bekerjasama dengan  para content creator termasuk content creator lokal misalnya melalui kerja sama sms premium, aplikasi, ring back tone, dan lain-lain.

Saat ini produk content provider berbagai macam mulai dari video musik game dan masih banyak lagi. Produk pemain lokal tidak kalah bersaing dengan pemain asing sehingga layak untuk mendapatkan kesempatan bisnis yang sama.

Tuntas Topping Off, Lippo Tower Serah Terima Tahun Depan

By On 28.11.19

POSMETRO, JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci), pengembang properti terbesar di Indonesia, lakukan penutupan atap (topping off) menara perkantoran Holland Village Jakarta (HVJ) Lippo Tower, Rabu (20/11/2019). 

Pelaksanaan topping off dilakukan oleh Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya bersama dengan Presiden Direktur PT Nusa Konstruksi Enjiniring, Djoko Eko Suprastowo dan Chief Marketing Officer Lippo Karawaci, Jopy Rusli. 

Ketut Budi Wijaya bersyukur topping off HVJ Lippo Tower berjalan lancar. Ia optimis proyek perkantoran HVJ akan segera beroperasi dan perusahaan berkomitmen memenuhi jadwal serah terima pada akhir tahun 2020.  

Menurut Ketut, proyek perkantoran Lippo Tower yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat dimaksud letaknya sangat strategis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban. Kawasan HVJ dibangun secara terintegrasi menggabungkan hunian, pusat belanja dan rekreasi, serta rumah sakit dan sekolah. Adapun kawasan mal dari HVJ telah terlebih dahulu melakukan topping off beberapa waktu lalu. 

Kawasan HVJ mengusung konsep urban central living dan dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare. HVJ merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu yang terbesar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pembangunan HVJ menyusul kesuksesan pembangunan Kemang Village di Jakarta Selatan dan The St. Moritz Penthouse & Residences di Puri Indah, Jakarta Barat. 
 
Tambah dia, proyek ini akan menjadi proyek pengembangan kawasan terpadu yang terbesar di Cempaka Putih. Lokasinya yang strategis akan jadi titik pertemuan antara Jakarta Pusat, Utara, dan Jakarta Timur. “Ini kekuatannya," tegas Ketut. 

Ketut menjelaskan, prospek bisnis perkantoran tetap positif menyusul tingginya permintaan ruang perkantoran. Ketut menambahkan, ekonomi Indonesia yang terus tumbuh membuat sektor usaha juga ikut berkembang dan tentunya membutuhkan banyak ruang kantor untuk beraktivitas. Hal ini memberikan keyakinan bahwa properti sub sektor perkantoran akan tetap cerah. 

Kepala Riset konsultan properti Savills Indonesia, Anton Sitorus memastikan tingkat kekosongan ruang perkantoran di Jakarta akan membaik pada 2020. Hal ini ditopang dengan tingginya permintaan ruang perkantoran dari perusahaan teknologi khususnya operator ruang kerja bersama.
 
Anton mengatakan bahwa pada 2020 tingkat kekosongan (vacancy rate) untuk ruang perkantoran diprediksi bisa berada di bawah kisaran 25 persen. Menurutnya, penurunan tingkat kekosongan akan didorong oleh jumlah pasokan yang mulai berkurang dan meningkatnya permintaan ruang perkantoran dari ruang kerja bersama (co-working space).
Kata Anton, tahun depan trennya vacancy akan mulai menurun meski masih ada proyek-proyek (perkantoran) baru yang akan masuk ke pasar. Namun, titik penurunan terendahnya sudah lewat sehingga tahun depan diperkirakan tingkat kekosongan tidak akan naik lagi.  
 
Lukas Bong, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) melihat, pasar properti akan terus bergeliat, termasuk di sektor perkantoran. Apalagi, seiring dengan kian banyaknya investasi masuk ke Indonesia. Belum lagi, kebutuhan tempat tinggal masih tinggi.

Lukas mengatakan, properti merupakan kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal maupun investasi. Tak heran, pengembang besar, juga terus berinovasi menawarkan properti yang terbaik, termasuk perkantoran. AREBI melihat bahwa properti dengan harga di bawah Rp500 juta akan terus tumbuh dengan baik.

Lippo Group Gandeng Mitra untuk Besarkan OVO

By On 28.11.19

POSMETRO, JAKARTA - Kabar bahwa Lippo Group akan melepaskan kepemilikan dari OVO diluruskan oleh pihak Lippo. 

Adrian Suherman, Presiden Direktur Multipolar/Direktur Lippo Group, menegaskan bahwa Lippo terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan juga perkembangan OVO sebagai perusahaan fintech e-money Indonesia.

"Sebagai pendiri OVO, kami tentunya akan selalu aktif mendukung dan menjadi bagian dari perkembangan OVO," tegas Adrian, dalam Siaran Pers, Kamis (28/11). 

Ditambahkan Adrian, sebagai bagian dari pemilik OVO, Lippo senantiasa membuka peluang bagi mitra untuk mendukung OVO agar dapat tumbuh dan berkembang. Komitmen Lippo Group, dengan membawa mitra baru, adalah agar OVO terus dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. 

Adrian memastikan, bersama para pemegang saham lain, Lippo tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO, yang hanya dalam dua tahun ke belakang telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money terkemuka. Saat ini, OVO merupakan startup unicorn kelima yang ada di Indonesia. 

Ia yakin, OVO akan dapat menjadi kebanggaan nasional dan memastikan bahwa Lippo terus mendukung upaya pemerintah, BI dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.

Ditegaskan Adrian, sebagai pendiri OVO, Lippo Group masih aktif mendukung dan menjadi bagian dari perusahaan tersebut. 

"Kami adalah pendiri dan tetap menjadi pemegang saham dari OVO, dan bangga untuk dapat terus menjadi bagian dari sebuah usaha yang telah menjadi aspek penting dari keseharian masyarakat Indonesia," tegasnya. 

OVO adalah perusahaan penyedia layanan keuangan digital yang didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group.